Polisi Bongkar Tindak Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung di Aceh
tindak kekerasan seksual terhadap anak kandung di Aceh Dibongkar Polisi.
Peristiwa 2 detik lalu
POSMETRO MEDAN– Dugaan penyimpangan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan kembali menjadi sorotan. Kali ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI) mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan praktik "solar hantu" atau "solar siluman" yang disebut-sebut terjadi di instansi tersebut.
Ketua Harian DPP HARI, HM Nezar Djoeli meminta Kepolisian dan Kejaksaan melakukan investigasi secara menyeluruh, profesional, dan transparan terhadap dugaan penyimpangan tersebut. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas diperlukan agar tidak menimbulkan persepsi adanya pembiaran terhadap praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Baca Juga:
"Jangan sampai ada pihak-pihak yang mencoba melindungi atau mem-back up oknum yang diduga terlibat dalam praktik solar siluman di DLH Kota Medan. Aparat penegak hukum harus bekerja secara objektif dan mengusut persoalan ini hingga tuntas," tegas Nezar dalam pernyataannya, Rabu (5/8/2026).
Nezar menilai, dugaan penyimpangan tersebut sangat ironis di tengah kondisi masyarakat yang masih mengalami kesulitan memperoleh BBM jenis solar. Menurutnya, ketika masyarakat harus mengantre akibat kelangkaan pasokan, munculnya dugaan manipulasi alokasi solar di lingkungan pemerintah daerah merupakan persoalan yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga:
"Rakyat susah mendapatkan solar, tetapi justru muncul dugaan adanya solar siluman di lingkungan instansi pemerintah. Ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum," ujarnya.
Selain itu, DPP HARI menilai apabila dugaan tersebut terbukti benar, praktik tersebut berpotensi mencederai citra Pemerintah Kota Medan dan kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, serta dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Karena itu, HARI meminta proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dan tidak tebang pilih, sehingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, dugaan penyimpangan pengadaan BBM solar di DLH Kota Medan juga disoroti Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bersatu Sumatera Utara (AMARA Sumut). Organisasi tersebut mempertanyakan lambannya penanganan dugaan kasus yang disebut berkaitan dengan manipulasi administrasi dan pencairan kupon solar untuk alat berat yang diduga sudah tidak beroperasi, sementara anggaran pengadaan solar di DLH Kota Medan disebut mencapai sekitar Rp16 miliar hingga Rp18 miliar per tahun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DLH Kota Medan maupun aparat penegak hukum terkait perkembangan penanganan dugaan kasus tersebut. (R/Dam)
tindak kekerasan seksual terhadap anak kandung di Aceh Dibongkar Polisi.
Peristiwa 2 detik lalu
Rutan Kabanjahe Gelar Razia Insidentil bersama TNI, Polri dan BNN serta Test Urine Pegawai dan Warga Binaan.
Sumut 15 menit lalu
Sudah Ditimpa Musibah Bukannya Menolong, Pria Ini Malah Bawa Kabur dan Jual Motor Korban.
Peristiwa 30 menit lalu
Mobil Curian Berhasil Ditemukan dalam 11 Jam Tim Khusus (Timsus) JCS bersama Unit Resmob.
Peristiwa 53 menit lalu
Tragedi Berdarah di Sarolangun Jambi Suami gorok Istri, Pelaku Tewas Diamuk Massa.
Peristiwa 58 menit lalu
Pereli Ryan Nirwan Kuasai 3 SS Awal APRC Tobasari, Ijeck Menempel Ketat.
Sport 2 jam lalu
Beban Bulanan Turun Drastis, Pemkab Taput Restrukturisasi Pinjaman PEN Jadi 15 Tahun&lrm.
Sumut 2 jam lalu
Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jalan Lama, Tebing Tinggi.
Peristiwa 2 jam lalu
Kunker ke Tapteng, Kapolda Sumut Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rusun Polres Tapanuli Tengah.
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Labuhanbatu Musibah kebakaran kembali menyisakan duka bagi warga Kecamatan Panai Hulu. Dua unit rumah warga ludes dilalap s
Peristiwa 3 jam lalu