"Menurut pengakuannya, ini baru pertama kali. Tapi kalau kami lihat dari kronologisnya, ini dibantu oleh jaringan-jaringan," jelasnya.
Andy mengatakan, jaringan tersebut diduga cukup terorganisasi. Mulai dari keberangkatan tersangka dari Malaysia hingga tiba di Tanjung Balai, ada sejumlah orang yang membantu mengatur perjalanan tersangka. Bahkan tersangka berpindah pindah sampan nelayan ketika memasuki wilayah negara Indonesia.
Baca Juga:
"Mulai dari TKP awal yaitu dari Malaysia, itu sudah dibantu menuju ke pelabuhan. Di pelabuhan juga ada yang mengendalikan, dibantu menuju ke perahu. Dari perahu pun juga dibantu untuk berpindah sampan nelayan, kemudian sampai dengan pelabuhan Tanjung Balai juga dibantu oleh seseorang untuk menuju ke loket ALS," ungkap Andy.
Andy mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam pengiriman sabu tersebut.
Baca Juga:
Menurutnya, polisi telah mengidentifikasi pihak yang diduga menyerahkan sabu kepada tersangka di Malaysia.
"Yang bersangkutan sudah teridentifikasi. Kemudian nomor handphone-nya juga ada, tapi nomor handphone Malaysia," katanya.
Polisi juga tengah mengidentifikasi sejumlah orang yang membantu Sayudin selama perjalanan dari Malaysia hingga tiba di Sumatera Utara.(DetikSumut)
Tags
beritaTerkait
komentar