Senin, 05 Oktober 2026

Ratusan Pelajar di Karo Keracunan Program MBG, HARI Desak Kepala Regional BGN Sumut Dicopot

Jafar Sidik - Jumat, 14 Agustus 2026 20:22 WIB
Ratusan Pelajar di Karo Keracunan Program MBG, HARI Desak Kepala Regional BGN Sumut Dicopot
(Dam)
Ketua Harian Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM. Nezar Djoeli, S.T..

POSMETRO MEDAN— Ketua Harian Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM. Nezar Djoeli, S.T., menyayangkan terjadinya insiden keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Nezar menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa yang berdampak langsung pada kesehatan ratusan siswa tersebut.

"Kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi di Tanah Karo. 270-an siswa-siswi mengalami keracunan makan bergizi gratis yang disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dekat sekolah mereka," ujar Nezar, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga:

Merespons kejadian ini, HARI menyampaikan tiga tuntutan dan desakan penting kepada pihak pengelola program serta aparat terkait.

Nezar mendesak Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi dapur SPPG, tidak hanya di Kabupaten Karo, melainkan di seluruh wilayah kerja Sumatera Utara.

Baca Juga:

"kepada Kepala Regional Sumatera Utara

agar segera mengevaluasi dapur SPPG yang ada di wilayah Tanah Karo.

Dan jangan hanya tanah karo tapi seluruh wilayah kerja regional Sumatera Utara.

Itu yang pertama," ucap Nezar

Ia meminta BGN Pusat mengevaluasi dan mengganti Kepala Regional BGN Sumut sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas insiden keracunan yang terjadi.

"kami meminta kepada Badan Gizi Nasional untuk mengevaluasi, mengganti kepala regional Sumatera Utara

untuk menjadi catatan bagi kita atas peristiwa-peristiwa keracunan

yang telah terjadi di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan.

Agar tugas dan tanggung jawab daripada Kepala Regional itu dalam mengamankan seluruh dapur-dapur SPPG

benar-benar menjadi tanggung jawab moral terhadap masyarakat," katanya

HARI mendesak BGN bersama aparat penegak hukum mengaudit rantai pasok bahan makanan di dapur SPPG guna memastikan kepatuhan standardisasi mutu, kesegaran bahan, dan tanggal kedaluwarsa pasokan pangan.

Lebih lanjut, Nezar meminta aparat penegak hukum lintas instansi segera turun tangan menuntaskan persoalan ini agar tidak merusak keberlanjutan program nasional tersebut.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan, kepolisian, dan KPK, untuk segera menginvestigasi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat ini. Langkah tegas diperlukan agar menjadi pembelajaran dan tidak menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan program MBG di Indonesia ke depan," pungkasnya. (Dam)

Tags
beritaTerkait
Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi, Dokkes Polres Karo Periksa MBG
MBG di MAN Tanjungbalai  Buat Siswa Semangat Belajar
Astaga! Melawan Mau Diperkosa, Pekerja SPPG Dibunuh, Jasadnya Ditenggelamkan ke Sungai
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Dilarikan ke Rumah Sakit
2 Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Asal Karo Dirujuk ke RSCM Jakarta
Gibran: Saya Minta Maaf, Pengobatan Akan Ditanggung Pemerintah...
komentar
beritaTerbaru