Kamis, 03 September 2026

Sumut dapat Rp 4,8 M untuk Masjid dan Mushalla Terdampak Bencana Tahun 2025

Evi Tanjung - Kamis, 03 September 2026 21:49 WIB
Sumut dapat Rp 4,8 M untuk Masjid dan Mushalla Terdampak Bencana Tahun 2025
ist
Penyerahan bantuan Dirjen Bimas Kemenag RI untuk masjid dan musholla yang terdampal bencana kemarin

POSMETRO MEDAN, Medan - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag., menyerahkan Bantuan Tahap II Ditjen Bimas Islam Kemenag RI untuk Masjid dan Musholla Terdampak Bencana Alam (Sumut/Aceh) secara simbolis sekaligus Pembinaan ASN tentang Isu-isu Strategis dan Aktual Kebimasislaman Tahun 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026), dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama se Sumatera Utara dan anggota Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga:

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik maupun penggunaan teknologi modern.

Menurutnya, pemulihan lingkungan hidup menuntut perubahan fundamental pada pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitar.

Baca Juga:

Abu Rokhmad menggarisbawahi pentingnya pendekatan ekoteologi sebagai solusi jangka panjang dalam mencegah bencana alam. Kementerian Agama RI punya peran penting karena menyelamatkan alam semesta merupakan salah satu program prioritas yang wajib dijalankan demi keselamatan bangsa dan negara.

"Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil," tutur Dirjen.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian besar Ditjen Bimas Islam terhadap penyediaan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk pemulihan rumah ibadah khususnya Masjid dan Musholla di Sumatera Utara dan Aceh.

Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag Sumut berharap agar seluruh dana bantuan yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara tepat guna sesuai dengan kebutuhan prioritas di lapangan.

Qosbi mengimbau para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota beserta Kepala KUA untuk aktif membimbing Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dalam mengelola dana tersebut secara transparan. Ia menegaskan pentingnya akuntabilitas pengelolaan mengingat dana yang disalurkan merupakan keuangan negara yang harus dipertanggungjawabkan secara tertib.

"Karena ini merupakan uang negara, saya minta Kakankemenag dan KUA turun tangan aktif mendampingi BKM agar laporan pertanggungjawabannya selesai dengan baik. Semoga niat mulia kita membantu rumah Allah SWT ini mendapatkan ridha-Nya," tegasnya.

Adapun alokasi bantuan tahap kedua Ditjen Bimas Islam disalurkan untuk dua provinsi terdampak. Provinsi Aceh menerima total bantuan sebesar Rp11.628.000.000, sementara Provinsi Sumatera Utara memperoleh alokasi senilai Rp4.864.000.000.

Penyerahan bantuan secara simbolis dalam program Kemenag Peduli di Sumatera Utara diberikan kepada dua perwakilan penerima. Bantuan diserahkan kepada BKM Masjid Nurul Yatama (Jln. Datuk Pelawi Utara Gg. Daya, Kec. Babalan) dan BKM Masjid Nurul Hikmah (Jl. Medan Pangkalan Berandan, Desa Pematang Tengah, Kec. Tanjung Pura) dengan nominal bantuan masing-masing sebesar Rp38.000.000. ( hkm )

Tags
beritaTerkait
Bertahun-tahun Dikepung Genangan Air, Warga Gang Pelita II Medan Maimun Minta Wali Kota Medan Turun Tangan
Begini Penampakan Rumah Viral Tetap Berdiri Tegak Dihantam Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Potret Menyedihkan Anak-Anak Korban Banjir Bandang di Nepal, Lihat Foto-fotonya...
Subhanallah...Anak Perempuan 6 Tahun Selamat Setelah Terkubur 55–60 Jam di Bawah Reruntuhan Banjir Nepal
Mulai Membusuk, Ratusan Korban Banjir Tanpa Identitas di Nepal Dimakamkan Massal
45 Warga Indonesia Hilang Ditelan Banjir Bandang Dahsyat Nepal Dan Tibet
komentar
beritaTerbaru