Rabu, 09 September 2026

Proyek RSUD Karo Tahap Lelang, Tambahan Anggaran Rp8,5 M Dipertanyakan

Pembangunan Rawat Jalan dan Rekam Medis
P. Silalahi - Rabu, 09 September 2026 14:15 WIB
Proyek RSUD Karo Tahap Lelang, Tambahan Anggaran Rp8,5 M Dipertanyakan
JpG
Proyek pembangunan lanjutan instalasi rawat jalan dan rekam medis RSUD Kabupaten Karo.

POSMETRO MEDAN- Proyek pembangunan lanjutan instalasi rawat jalan dan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karo tahun 2026 kini berada dalam proses tender alias lelang.

Berdasarkan laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Kabupaten Karo, Rabu (9/9/2026), pembangunan instalasi rawat jalan dan rekam medis RSUD Kabupaten Karo dengan kode tender 10161145000 memiliki pagu anggaran Rp1.533.200.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 mulai ditenderkan.

Proses tender saat ini berada pada tahap pembukaan dokumen penawaran.

Baca Juga:

Tender proyek pembangunan lanjutan instalasi rawat jalan dan rekam medis RSUD tersebut diikuti 15 peserta perusahaan.

Dari 15 peserta, tiga peserta melakukan penawaran, yakni CV Raffuli dengan harga penawaran Rp1.382.219.556,73, CV Marella Arthatama dengan harga penawaran Rp1.424.236.023,65, dan Kokoh Arih Ersada dengan harga penawaran Rp1.491.067.546,01.

Baca Juga:

Pembangunan lanjutan RSUD pada Tahun Anggaran 2026 merupakan pembangunan yang paling merosot mata anggaran pembangunannya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Karo, Abel Tarwai Tarigan, S.Sos., M.A., M.T., mengungkapkan kepada media bahwa pada tahun 2026 terdapat tambahan anggaran sekitar Rp8,5 miliar yang berasal dari pengembalian dana transfer daerah untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karo.

Hal senada dikatakan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Karo, Firman Firdaus Sitepu.

Menurutnya, terkait pembangunan RSUD Kabupaten Karo, DPRD Kabupaten Karo sudah menyetujui anggaran Tahun 2026 sebesar Rp8 miliar tahun 2025.

Dikonfirmasi kembali mengenai pengembalian dana transfer daerah sebesar Rp8,5 miliar untuk pembangunan lanjutan RSUD Kabupaten Karo, Kepala Bappedalitbang Abel Tarwai Tarigan melalui WhatsApp hingga pukul 12.38 WIB belum memberikan balasan konfirmasi.

Pemerhati: Jangan-jangan Ada Kongkalikong

Pemerhati pembangunan dan kesehatan masyarakat Karo, Ndarami Sembiring mempertanyakan proses tender serta tambahan anggaran Rp8,5 miliar tersebut.

"Dalam tahap tender pembangunan rumah sakit umum daerah Kabupaten Karo diikuti lima belas peserta, tapi hanya tiga peserta yang melakukan penawaran. Itu kenapa? Jangan-jangan ada kongkalikong-nya," selidiknya.

Lanjut Ndarami Sembiring, mengenai pengembalian dana transfer daerah Rp8,5 miliar untuk pembangunan rumah sakit umum daerah Kabupaten Karo tahun 2026, dirinya mempertanyakan ke mana anggaran itu dan mengapa tidak dilakukan proses penyerapan serta percepatan penggunaan anggaran untuk pembangunan rumah sakit umum.

"Anggaran tender pembangunan RSUD Rp1.533.200.000 kapan selesainya? Sedangkan kita tahu kondisi dan status rumah sakit umum sekarang bagaimana latar belakangnya. Maka saya berharap kepada Bupati Karo, Antonius Ginting, dan Pemerintah Kabupaten Karo segeralah mencari jalan untuk merampungkan pembangunan RSUD, karena Desember 2027 perjanjian Pemkab Karo dengan GBKP bakal berakhir," telisik Ndarami Sembiring.(JpG)

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Penerimaan Pajak Capai 72,81 Persen, Asri Ludin Tambunan Dorong Bapenda Maksimalkan Optimalisasi Target
Proyek Perkuatan Anak Sungai Aek Badiri Tapteng Senilai Rp29,03 Miliar Milik Dinas SDA Sumut Disorot
RSUD Haji Amri Tambunan Sukses Lakukan Coiling Aneurisma Perdana
Penasihat Hukum Enda Simakasura: Tak Ada Pihak Diuntungkan
Penasihat Hukum Enda Simakasura: Kebenaran Harus Terungkap di Sidang Korupsi Waterfront City Samosir
Dari Sarulla untuk Indonesia: Wamen ESDM Tinjau Potensi Tulang Punggung Energi Sumatera
komentar
beritaTerbaru