Sabtu, 12 September 2026

Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Lom Lom Suwondo Dorong Pesantren Al-Hidayah Kembangkan Bawang Merah

Evi Tanjung - Sabtu, 12 September 2026 19:19 WIB
Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Lom Lom Suwondo Dorong Pesantren Al-Hidayah Kembangkan Bawang Merah
Ist/Diskominfostan
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mendorong Pondok Pesantren Al-Hidayah di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, untuk mengembangkan budidaya bawang merah

POSMETRO MEDAN, Kutalimbaru– Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mendorong Pondok Pesantren Al-Hidayah di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, untuk mengembangkan budidaya bawang merah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

Dorongan tersebut disampaikan Lom Lom saat mengawali penanaman bawang merah bersama Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, di kawasan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Sabtu (12/9/2026).

Lom Lom menyambut baik langkah pesantren yang turut memanfaatkan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan. Ia menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong agar lahan yang tersedia dapat diusahakan dan tidak dibiarkan terlantar.

Baca Juga:

"Kami mengarahkan dan menginstruksikan kepada camat agar semua lahan diusahakan. Tidak ada lagi tanah yang terlantar, walaupun sebatas menanam terong," tegasnya.

Menurut Lom Lom, bawang merah dan cabai merupakan komoditas yang mendapat perhatian pemerintah karena berpengaruh terhadap inflasi. Pemerintah daerah, kata dia, secara rutin berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan kedua komoditas tersebut.

Baca Juga:

Ia juga mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Hidayah yang mengambil peran dalam mendukung program ketahanan pangan. Lahan pesantren yang saat ini sekitar lima hektare, kata Lom Lom, akan didorong untuk dikembangkan hingga mencapai 20 hektare.

"Mudah-mudahan dengan tangan dingin kita semua di sini bersama para ulama, bawang yang biasanya satu banding 10, siapa tahu di sini bisa satu banding 20," ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Khairul Ghazali, mengatakan, pihaknya memiliki pengalaman dalam budidaya bawang merah. Saat pandemi Covid-19, pesantren pernah mengembangkan bawang merah dengan pendampingan Bank Indonesia dan memperoleh hasil yang baik.

"Dulu pada waktu Covid, saya pernah menanam bawang langsung di bawah binaan Bank Indonesia dan sukses. Kami menerapkan sistem yang dipandu para ahli pertanian bawang yang dihadirkan Bank Indonesia," ujarnya.

Khairul mengatakan, pengembangan bawang merah saat ini merupakan bentuk kontribusi pesantren dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.

Selain bawang merah, Pondok Pesantren Al-Hidayah juga mengembangkan tanaman aren sebagai tanaman konservasi sekaligus sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ribuan pohon aren telah ditanam di kawasan pesantren dan hasilnya mulai diolah menjadi berbagai produk, seperti gula cetak, gula semut dan kolang-kaling.

"Kami berharap mendapat dukungan dari semua pihak, karena ini untuk anak-anak bangsa, untuk kemandirian pesantren dan masyarakat Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru," katanya.

Ketua Satgaswil Densus 88 Antiteror Polri, Kurnia Hadi, turut menyatakan dukungan terhadap program pemberdayaan yang dilakukan Pondok Pesantren Al-Hidayah. Menurutnya, pemberdayaan melalui ketahanan pangan sejalan dengan upaya pembinaan yang dilakukan Densus 88 terhadap mantan narapidana terorisme.

Ia berharap program pemberdayaan di pesantren tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai pengembangan bawang merah di Pondok Pesantren Al-Hidayah merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Menurutnya, pencapaian kemandirian pangan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pesantren dan lembaga pendidikan, dalam memanfaatkan lahan yang tersedia.

"Kalau seandainya semua institusi pendidikan di luar binaan negara melakukan seperti yang dilakukan Pak Khairul Ghazali, memanfaatkan lahan yang ada untuk ketahanan pangan, saya pikir apa yang menjadi target pemerintah akan lebih cepat tercapai," katanya.

Sugiat juga mendorong agar hasil pertanian tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Bawang merah hasil budidaya dapat dikembangkan menjadi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan.

"Jangan langsung dijual mentah. Kalau bisa dihilirisasi dengan bawang goreng yang packaging-nya keren, tentu nilainya jauh lebih mahal," ujarnya.

Selain bawang merah, Sugiat mengapresiasi pengembangan aren yang dilakukan Pondok Pesantren Al-Hidayah. Menurutnya, pengembangan komoditas pertanian sekaligus konservasi tersebut menunjukkan potensi pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Ia menyatakan siap mendorong kolaborasi dalam pengembangan Pondok Pesantren Al-Hidayah melalui kebijakan, dukungan anggaran, jaringan kelembagaan dan kerja sama dengan berbagai pihak.

"Kami berharap kehadiran kami di sini bisa bermanfaat bagi pesantren ini, baik dalam kerangka kebijakan, anggaran, jaringan maupun bentuk kolaborasi lainnya," pungkasnya. ( Drt)

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mendorong Pondok Pesantren Al-Hidayah di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, untuk mengembangkan budidaya bawang merah

Tags
beritaTerkait
Lom Lom Suwondo Dukung Percepatan Reforma Agraria di Deli Serdang
Lom Lom Suwondo Sampaikan Penjelasan Bupati Atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Pemkab Deli Serdang Dukung Peran Aktif Halimah dalam Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba di Rantau Panjang
Presiden Resmikan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Deli Serdang Siapkan 394 Koperasi
Menteri PPPA Apresiasi Koperasi Medan Krio, Ekonomi Keluarga Kunci Perlindungan Anak
komentar
beritaTerbaru