Kamis, 24 September 2026

Serapan Pupuk di Namorambe Belum Maksimal, Kebutuhan NPK Bertambah

Evi Tanjung - Kamis, 24 September 2026 14:10 WIB
Serapan Pupuk di Namorambe Belum Maksimal, Kebutuhan NPK Bertambah
ist/ Diskominfostan
Serapan pupuk bersubsidi di Kecamatan Namorambe belum sepenuhnya maksimal. Di sisi lain, kebutuhan pupuk NPK di sejumlah penyalur justru menunjukkan adanya kebutuhan tambahan. Temuan tersebut menjadi salah satu hasil monitoring dan evaluasi Pemerintah Kab

POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam — Serapan pupuk bersubsidi di Kecamatan Namorambe belum sepenuhnya maksimal. Di sisi lain, kebutuhan pupuk NPK di sejumlah penyalur justru menunjukkan adanya kebutuhan tambahan. Temuan tersebut menjadi salah satu hasil monitoring dan evaluasi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama PT Pupuk Indonesia di Kecamatan Namorambe, Rabu (23/9/2026).

Monitoring dilakukan Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Deli Serdang, Misran Sihaloho, bersama PT Pupuk Indonesia dengan mengunjungi sejumlah penyalur, yakni UD Rasta Tani di Desa Kuta Tengah, UD Armay di Desa Namo Mbelin, dan UD Tani Makmur di Desa Gunung Kelawas.

Di UD Rasta Tani, alokasi pupuk bersubsidi dalam satu tahun tercatat 58 ton urea dan 64 ton NPK.

Baca Juga:

Hingga saat monitoring, realisasi penyaluran mencapai 39 ton urea dan 40 ton NPK atau sekitar 70 persen dari alokasi.

Menurut Misran, belum maksimalnya serapan antara lain karena masih terdapat petani yang belum melakukan penebusan meskipun pupuk telah tersedia. Kondisi tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung oleh tim penyuluh untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani.

Baca Juga:

"Penyalurannya sudah cukup bagus, sekitar 70 persen. Kendalanya masih ada beberapa petani yang belum melakukn penebusan. Saat ini sedang dilakukan pengecekan data untuk mengetahui jumlah petani yang belum menebus," ujar Misran.

Selain persoalan penebusan, monitoring juga menemukan kebutuhan tambahan pupuk NPK. Di UD Rasta Tani maupun UD Armay, kebutuhan NPK menjadi salah satu hal yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan PT Pupuk Indonesia.

Di UD Armay, Desa Namo Mbelin, alokasi tahunan mencapai 154 ton urea dan 176 ton NPK. Realisasi penyaluran masing-masing sebanyak 108 ton urea dan 111 ton NPK.

Penyaluran di lokasi tersebut berjalan tanpa kendala berarti, namun kebutuhan tambahan NPK perlu dikoordinasikan untuk menjaga ketersediaannya bagi petani.

"Tidak ada masalah yang ditemukan di UD Armay. Hanya saja, perlu penambahan alokasi pupuk NPK. Hal ini diharapkan dapat dikoordinasikan oleh Gapoktan UD Armay bersama PT Pupuk Indonesia untuk memastikan ketersediaannya," kata Misran.

Tags
beritaTerkait
PH Rasiah Sukanthan Pertanyakan Dasar Vonis: "Tak Satu Pun Saksi Mengaku Direkrut Klien Kami"
Sat Pol PP Binjai Bongkar Bangunan Liar di Halaman Masjid An Nur
Sosialisasi Antikorupsi, Pemkab Deli Serdang Perkuat Integritas dan Kepatuhan Hukum Aparatur
Dua Alun-Alun Kecamatan Mulai Dibangun, Pagar Merbau Disiapkan Jadi Sentral Baru Ekonomi Masyarakat
Kecamatan Medan Selayang Tampilkan Inovasi Dan Kolaborasi dalam Penilaian Kecamatan Terbaik Tingkat Kota Medan 2026
Pererat Sinergi, Kadis SDABMBK Khairul Azmi Silaturahmi ke Komando Sektor I Medan TNI AU
komentar
beritaTerbaru