Sementara itu, di UD Tani Makmur, Desa Gunung Kelawas, ketersediaan pupuk dinilai cukup baik dan sebagian besar telah terserap. Namun, masih terdapat petani yang belum melakukan penebusan. "Nanti akan kita datangi melalui tim penyuluh untuk mengetahui apa kendalanya," ujar Misran.
Ia menegaskan, pengecekan langsung diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi petani, termasuk penyebab belum dilakukannya penebusan pupuk. Hasil pengecekan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dalam pengelolaan penyaluran pupuk bersubsidi.
Baca Juga:
Dari sisi harga, penyaluran di UD Rasta Tani dan UD Armay tercatat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp90.000 per goni untuk pupuk urea dan Rp92.000 per goni untuk pupuk NPK.
Account Executive (AE) Wilayah Sumatera Utara I PT Pupuk Indonesia, Ahmad Dalfin, mengatakan monitoring bersama Pemkab Deli Serdang juga penting untuk mencocokkan data penyaluran dengan kondisi faktual di lapangan.
Baca Juga:
"Monitoring ini menjadi langkah yang baik untuk memastikan ketersediaan pupuk di tingkat UD dan Gapoktan. Kami juga melakukan pendataan terkait penyaluran dan penggunaan pupuk selama satu tahun agar saat menginput data ke aplikasi e-Verval tidak terjadi kendala dan datanya sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Ahmad.
Hasil monitoring selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pengecekan petani yang belum menebus pupuk serta koordinasi kebutuhan tambahan NPK. Langkah ini diharapkan dapat membantu menyesuaikan ketersediaan pupuk dengan kebutuhan riil petani sekaligus mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Namorambe.(drt)
Tags
beritaTerkait
komentar