Matiti Belum Usai: Kuasa Hukum Minta Aparat Bongkar Rangkaian Peristiwa 12 September
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 29 menit lalu
SIMALUNGUN-PEMATANGSIANTAR — Bagi Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., reses bukan sebatas pertemuan, menyerap aspirasi, lalu kembali ke gedung parlemen. Baginya, bertemu masyarakat adalah kesempatan untuk benar-benar mendengar, berdiskusi sekaligus menyampaikan hal-hal yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumatera Utara itu memanfaatkan Reses I Masa Sidang III Tahun 2026–2027 dengan menemui masyarakat di sejumlah titik di daerah pemilihannya, Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
Baca Juga:

Baca Juga:
Sepanjang rangkaian reses, 21–31 September 2026, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar tersebut antara lain menyambangi Nagori Perdagangan III, Nagori Marihat Bukit, Nagori Karangsari, mengikuti Fun Walk di Nagori Bosar, serta bertemu masyarakat di Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Sitalasari, Kota Pematangsiantar.
Darma Putra juga hadir dalam Jalan Santai bersama Karang Taruna dalam rangka HUT ke-66 Karang Taruna di Kelurahan Proklamasi, Kota Pematangsiantar.
Di setiap tempat, suasana pertemuan berlangsung cair. Warga tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga dapat berbincang langsung dengan wakil mereka di DPRD Sumut tersebut.
"Bertemu langsung dengan masyarakat selalu punya cerita tersendiri. Suasana yang hangat dan penuh keterbukaan membuat kami bisa duduk bersama, berdiskusi, dan mendengar langsung berbagai aspirasi serta persoalan yang dirasakan masyarakat," ujar Darma.

Jaminan Sosial untuk Mereka yang Paling Rentan
Salah satu isu yang secara konsisten disampaikan Darma dalam rangkaian reses tersebut adalah pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan.
Bersama BPJS Ketenagakerjaan, ia mengajak masyarakat memahami pentingnya perlindungan ketika seseorang menghadapi risiko akibat pekerjaan maupun risiko kehidupan yang dapat berdampak langsung terhadap ekonomi keluarga.
Isu ini menjadi penting karena tidak semua pekerja memiliki pekerjaan formal dengan penghasilan tetap dan perlindungan dari pemberi kerja. Pekerja mandiri, pedagang kecil, petani, nelayan, pengemudi, pekerja lepas, pekerja harian, hingga berbagai kelompok pekerja informal dapat berada dalam posisi rentan ketika mengalami kecelakaan, sakit akibat pekerjaan, atau meninggal dunia.
BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyediakan skema bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), termasuk pekerja mandiri. Untuk kelompok ini tersedia antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). JKK memberikan manfaat berupa pelayanan kesehatan dan manfaat uang tunai ketika peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat lingkungan kerja.
Sementara JKM memberikan manfaat kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Dengan demikian, perlindungan tersebut bukan hanya menyangkut pekerja, tetapi juga keberlangsungan kehidupan keluarganya.
Secara lebih luas, jaminan sosial memang merupakan hak warga negara. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional menegaskan hak setiap orang atas jaminan sosial dan mengatur penyelenggaraan jaminan sosial secara menyeluruh bagi rakyat Indonesia.
Karena itu, bagi pekerja yang hidup dari penghasilan harian atau usaha kecil, perlindungan tersebut memiliki arti yang sangat besar. Satu kecelakaan kerja tidak hanya dapat menghentikan aktivitas mencari nafkah, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi seluruh keluarga.
"Harapannya, masyarakat semakin memahami manfaat perlindungan sosial dan mengetahui hak yang bisa mereka dapatkan ketika menghadapi risiko dalam bekerja," kata Darma.
Hadir, Mendengar, dan Menjaga Kedekatan
Menariknya, sosialisasi jaminan sosial itu tidak disampaikan dalam suasana yang kaku. Darma memilih hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pertemuan warga hingga kegiatan olahraga dan kepemudaan.
Di sela-sela kegiatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat mengenai bahaya narkotika.
"Ada satu hal lain yang juga tidak kalah penting untuk menjadi perhatian kita bersama yaitu bahaya narkotika. Mari mulai dari keluarga, dengan saling memperhatikan, membangun komunikasi, dan menjaga lingkungan agar tetap sehat dan jauh dari narkotika," ujarnya.
Kehadiran Darma di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat. Sejumlah tokoh masyarakat menilai dirinya sebagai wakil rakyat yang tidak menjaga jarak dengan konstituen.
Bagi mereka, kehadiran seorang anggota legislatif bukan semata-mata soal datang ketika membutuhkan suara, melainkan kesediaan untuk terus kembali menemui masyarakat setelah pemilihan selesai.
Kesan itulah yang tampak dalam rangkaian reses Darma Putra kali ini. Ia tidak hanya hadir dalam forum resmi, tetapi juga menyatu dalam aktivitas warga, berjalan bersama, berbincang, mendengar keluhan, dan menyampaikan informasi yang dianggap penting bagi kehidupan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari cara Darma memaknai tugasnya sebagai wakil rakyat.
Sebab, bagi masyarakat kecil, perhatian terhadap persoalan yang tampak sederhana sering kali justru memiliki arti besar. Termasuk memastikan bahwa seorang pekerja yang setiap hari bekerja keras untuk keluarganya tidak kehilangan seluruh sumber penghidupan hanya karena sebuah risiko yang sebenarnya dapat diproteksi.
Dan dari tengah masyarakat itulah, Darma kembali membawa aspirasi, cerita, sekaligus persoalan nyata warga ke meja legislatif.
Dengan begitu, reses tidak berhenti sebagai agenda administratif lima tahunan, tetapi menjadi ruang untuk menjaga hubungan antara wakil rakyat dan mereka yang diwakilinya.
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 29 menit lalu
Anggota DPR RI Musa Rajekshah meninjau pembangunan dinding penahan banjir di Tebing Tinggi.
Sumut satu jam lalu
Pengusaha Konstruksi Lokal Bersama PERMADA Turun ke Jalan, Desak Klarifikasi Polemik Paket Proyek Disdik Langkat
Sumut satu jam lalu
Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati Diduga Diracun di Perkebunan Serbelawan
Sumut satu jam lalu
Dua Pelaku Curat Toko Rp 157 Juta Dibekuk Satreskrim Binjai.
Sumut 2 jam lalu
Diulosi di Istana Maimun, Sultan Deli Doakan Mubes I dan Pelantikan DPP HBB
Sumut 2 jam lalu
Di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah, Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba.
Medan 3 jam lalu
Pimpinan Sinode GKPS Bergerak Cepat Mengamankan Aset Legal Gereja.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDANSIMALUNGUNPEMATANGSIANTAR Bagi Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., reses bukan sebatas pertemuan, menyerap aspirasi, lal
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Di hari Jumat Berkah DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menerima bantuan sosial berupa se
Medan 4 jam lalu