Selasa, 03 November 2026

Bupati Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir di Bandar Kuala, Penuhi Kebutuhan Pengungsi hingga Siapkan Huntara

Evi Tanjung - Selasa, 03 November 2026 04:59 WIB
Bupati Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir di Bandar Kuala, Penuhi Kebutuhan Pengungsi hingga Siapkan Huntara
Ist/Diskominfostan
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, saat meninjau warga di pengungsian berupa tenda di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang.

POSMETRO MEDAN, Galang – Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengambil langkah cepat menangani dampak banjir yang menyebabkan erosi parah di bantaran Sungai Ular, Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang. Langkah penanganan dilakukan melalui relokasi warga dari kawasan rawan serta penataan bantaran sungai menjadi jalur hijau guna mencegah jatuhnya korban di kemudian hari.

Langkah tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi terdampak, Senin (2/11/2026). Banjir yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) dini hari menyebabkan 11 rumah warga mengalami kerusakan, dengan bagian belakang bangunan runtuh akibat tanah di sekitar bantaran sungai terus tergerus arus air. Badan jalan juga mengalami keretakan karena tanah di sekitarnya terus terkikis.

Saat melihat kondisi bibir sungai, Bupati menyebut pengikisan telah terjadi di sepanjang kawasan tersebut. Bahkan, lebar sungai yang sebelumnya diperkirakan sekitar 20 meter kini telah mencapai 40 hingga 50 meter.

Baca Juga:

"Hari ini saya langsung meninjau saudara-saudara kita yang terdampak longsor di pinggir sungai. Kita lihat memang sudah sepanjang daerah sungai itu mulai tergerus. Sungai ini juga sudah semakin lebar," ujarnya.

Peninjauan yang dilakukan bersama Danramil 18 Galang, Kapten Infanteri Aris, Kapolsek Galang AKP Doli Suryanto Silaban, perwakilan Danbrigif 77/RR, Bupati memutuskan bahwa warga yang terdampak tidak diizinkan kembali tinggal di kawasan tersebut. Imbauan juga diberikan kepada warga lainnya.

Baca Juga:

Sebagai gantinya, Bupati mengungkapkan warga terdampak akan direlokasi ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak agar tidak lagi menempati tenda darurat.

"Beberapa ada yang tinggal di rumah saudara. Meskipun di tenda, kita lengkapi semuanya, mulai dari makanan, air bersih, administrasi kependudukan, sampai kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak. Kita berharap masyarakat tetap semangat melanjutkan kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Terkait relokasi, Bupati mengatakan Pemkab Deli Serdang akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk pihak PTPN melalui Adolina, untuk sinergi penyediaan lahan bagi warga terdampak.

Relokasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menyiapkan hunian sementara sebelum dilanjutkan ke hunian tetap. Kajian menyeluruh juga dilakukan untuk menentukan langkah penanganan dan masa depan permukiman di kawasan tersebut. Kawasan bantaran sungai yang ditinggalkan nantinya diharapkan dapat ditata menjadi jalur hijau agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai permukiman.

Bupati mengingatkan, ancaman erosi masih berpotensi meluas apabila hujan deras dan peningkatan debit sungai kembali terjadi. Karena itu, relokasi menjadi bagian penting dari upaya melindungi masyarakat, mengingat permukiman yang masih tersisa juga berisiko terdampak jika sungai kembali meluap.

Tags
beritaTerkait
Dampak Banjir Deli Serdang Turun 94 Persen, Normalisasi Sungai Capai 95.985 Meter
Korban Dapat Pendampingan Psikologis, Bupati Deli Serdang Pecat Guru Tersangka Pencabulan, Sertifikasi Diusulkan Dicabut
Pemkab Deli Serdang, Polrestabes Medan, dan TNI Bersama Warga Deklarasikan Jermal Tolak Narkoba
Dorong Pengolahan Biomassa, Bupati Deli Serdang Siapkan Dukungan Modal Usaha bagi Masyarakat
Biomassa Jadi Peluang Baru Penguatan Ekonomi Desa Deli Serdang
43 Armada Operasional Disalurkan, Bupati Deli Serdang Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
komentar
beritaTerbaru