POSMETRO MEDAN, Karo - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Karo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo memperoleh alokasi sebanyak 500 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang layak, sehat, dan aman.
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program tersebut, Ketua Komite II DPD RI, DR. Badikenita Br Sitepu, SE., SH., M.Si., bersama Bupati Karo, Antonius Ginting, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah penerima bantuan BSPS di Desa Gurusinga, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karo, Hendrik Tarigan, serta sejumlah pihak terkait.
Baca Juga:
Dalam sambutannya, Badikenita Br Sitepu menjelaskan bahwa program BSPS merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mendukung target pembangunan dan peningkatan kualitas tiga juta rumah di seluruh Indonesia.
Ia menyebutkan, Provinsi Sumatera Utara memperoleh alokasi sekitar 15.000 unit bantuan BSPS. Sementara itu, Kabupaten Karo sebelumnya telah mengusulkan sebanyak 1.200 unit. Namun, setelah melalui tahapan verifikasi, jumlah bantuan yang disetujui untuk Kabupaten Karo sebanyak 500 unit.
Baca Juga:
"Memang sebelumnya Kabupaten Karo mengajukan 1.200 unit, tetapi ada beberapa yang belum terverifikasi sehingga yang terealisasi sebanyak 500 unit. Ke depannya, persiapan harus dilakukan lebih matang agar program ini dapat berjalan maksimal," ungkap Badikenita.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program BSPS bukan semata-mata program aspirasi individu, melainkan program pemerintah yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Sebagai anggota DPD RI, khususnya melalui Komite II, Badikenita menyampaikan bahwa pihaknya memiliki fungsi pengawasan terhadap berbagai program pemerintah agar pelaksanaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Program bedah rumah ini merupakan bentuk perhatian negara terhadap masyarakat. Setiap warga negara berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak. Karena itu, selain memperjuangkan program ini, kami dari DPD RI juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Karo, Antonius Ginting, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui alokasi 500 unit bantuan BSPS bagi masyarakat Kabupaten Karo.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini masih menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni.
Pemerintah Kabupaten Karo berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
"Bantuan ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni. Dengan adanya bantuan 500 unit BSPS ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Kabupaten Karo yang dapat menikmati hunian layak, sehat, dan aman," ujar Antonius Ginting.
Salah seorang penerima manfaat, Bangun, warga Desa Gurusinga, mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena rumah yang telah ditempatinya selama bertahun-tahun dalam kondisi tidak layak huni akhirnya mendapatkan bantuan untuk diperbaiki melalui program BSPS.
"Saya sangat senang karena rumah yang saya huni selama bertahun-tahun dan kondisinya tidak layak huni akhirnya masuk dalam program BSPS. Ini merupakan rezeki bagi saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini," ungkap Bangun dengan penuh rasa syukur.
Program BSPS ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, DPD RI, dan Pemerintah Kabupaten Karo, diharapkan pembangunan dan peningkatan kualitas rumah masyarakat dapat terus diperluas sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah di Kabupaten Karo. (JpG)
Tags
beritaTerkait
komentar