Kamis, 12 Februari 2026

Gula, Cermin Bangsa: Dari Kejayaan Tebu ke Runtuhnya Industri Manis Nusantara

Administrator - Jumat, 19 September 2025 01:31 WIB
Gula, Cermin Bangsa: Dari Kejayaan Tebu ke Runtuhnya Industri Manis Nusantara
IST
Dok lahan tebu

POSMETRO MEDAN,Awal abad ke-20, deru lokomotif pengangkut tebu memecah kesunyian pedesaan Jawa. Buruh-buruh berpeluh mendorong gerobak penuh batang tebu menuju pabrik, sementara asap putih mengepul dari cerobong raksasa.

Hindia Belanda kala itu berada di puncak kejayaan manisnya: salah satu eksportir gula terbesar dunia. Namun, sejarah mencatat, kejayaan itu tidak abadi.

Pada 1930, lebih dari 179 pabrik gula beroperasi di Jawa dengan produksi menembus 3 juta ton per tahun. Sebagian besar diekspor ke pasar internasional, menjadikan Nusantara pilar utama industri gula global.

Baca Juga:

Tetapi hanya dalam hitungan dekade, kejayaan itu runtuh—tersapu depresi ekonomi 1929, perang dunia, dan perubahan kebijakan pascakemerdekaan.

Aktor di Balik Sejarah Gula

Baca Juga:

1. Pemerintah Kolonial Belanda – melalui Agrarische Wet (1870) dan Suiker Wet, membuka jalan bagi investor swasta untuk menguasai lahan.

2. Planters asing – pengusaha perkebunan yang mengendalikan modal, teknologi, hingga jaringan ekspor.

3. Buruh tani Jawa – tulang punggung industri, bekerja dalam sistem padat karya dengan upah minim.

4. Pemerintah RI pasca-1957 – menasionalisasi seluruh pabrik, tetapi kehilangan tenaga ahli setelah planters asing hengkang.

Catatan kronologisnya jelas:

Halaman:
Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Diduga Gelapkan Mobil Rental, Kabag Ekonomi Pemko Binjai Jaminkan Mobil Dinas Usai Gagal Tebus Gadai?
Pemain Keturunan Jawa–Jepang Riki Matsuda Ingin Bela Timnas Indonesia
Rico Waas: Gedung Bertingkat Siapkan Sistem Evakuasi ,Gang Kebakaran Tak Boleh Disalahgunakan
Rico Waas Perintahkan Penguatan Total Kesiapsiagaan Bencana
Camat Medan Selayang Ingatkan Pentingnya Kinerja , Regulasi, dan Pengembangan Talenta
Peduli Korban Bencana, Polsek Tanah Jawa Salurkan Bantuan Lewat Tuan Guru Batak
komentar
beritaTerbaru