Lagi, Giliran Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis Ditertibkan
Pemprov Sumut Lanjutkan Penertiban Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis.
Sumut 5 menit lalu
KPOSMETRO MEDAN - Gelap yang turun lebih cepat dari biasanya di Besitang bukan hanya karena awan hitam yang menutupi langit. Sejak tiga hari hujan mengguyur tanpa ampun, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, berubah menjadi "danau darurat". Sungai yang selama ini tenang, mendadak murka. Air meluap, menyeret lumpur dan segala yang dilewatinya, hingga ratusan warga terpaksa mengungsi meninggalkan rumah yang tak lagi aman.
Di tengah situasi itu, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti, angkat suara keras.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk tidak menunggu waktu lebih lama dan segera menurunkan bantuan bagi masyarakat yang kini terjebak dalam kepungan banjir.
"Warga Besitang sedang berjuang dengan kondisi yang tidak mudah,"ujar Rudi di Medan, Rabu (26/11/2025), dengan nada yang tampak menahan amarah sekaligus keprihatinan.
Menurutnya, banjir kali ini bukan banjir biasa. Hujan berturut-turut selama tiga hari membuat air naik hampir satu meter, arus deras menghantam desa-desa yang berada di dataran rendah.
Desa Bukitmas, Desa Sekoci, Kelurahan Bukit Kubu, Kampung Lama, hingga sebagian Pekan Besitang menjadi wilayah yang paling menderita.
Lingkungan IX di Kelurahan Bukit Kubu bahkan harus dievakuasi terburu-buru karena air terus naik dalam hitungan jam.
Di lapangan, cerita warga terdengar seperti potongan film dokumenter bencana Titanic
orang tua menggendong anak kecil melawan arus, perempuan membawa pakaian dalam kantong plastik seadanya, sementara sebagian lainnya berjalan meraba-raba tanah yang tak lagi terlihat.
"Ada warga yang harus menembus arus deras agar bisa sampai ke tempat pengungsian. Air sudah hampir sepinggang," kata Rudi, yang menerima laporan langsung dari lokasi.
Bantuan Mendesak, 'Ini Bukan Menunggu Rapat, Ini Darurat'
Rudi mendesak Pemprovsu dan BPBD agar segera mengirim bantuan tanpa birokrasi berbelit, terutama, yakni, Pampers dan kebutuhan bayi, Tenda darurat, Perahu karet, Beras dan mie instan
Perahu karet, tegas Rudi, bukan hanya penting tapi krusial, karena akses warga perbukitan menuju titik aman harus melewati arus yang tak ramah manusia.
Rudi sendiri berkomitmen mendatangi lokasi untuk menyalurkan bantuan secara langsung.
Ia menyebut, keterlibatannya bukan untuk pencitraan, melainkan memastikan kebutuhan warga benar-benar sampai.
Rudi meminta Pemprovsu mengaktifkan skema tanggap darurat, Pengerahan logistik cepat, Koordinasi BPBD kabupaten provinsi, Penempatan relawan di titik kritis, dan Pengawasan distribusi agar tidak ada penumpukan bantuan di posko.
Besitang butuh kehadiran negara sekarang, bukan nanti.
Dengan cuaca yang belum bersahabat, warga berharap suara lantang seperti milik Rudi tidak sekadar menjadi peringatan, melainkan pemicu gerak cepat pemerintah untuk menyelamatkan mereka sebelum bencana ini berubah menjadi tragedi berkepanjangan.(erni)
Pemprov Sumut Lanjutkan Penertiban Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis.
Sumut 5 menit lalu
Kornas ReLUN Tetapkan Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN Seumur Hidup!
Inter-Nasional 12 menit lalu
Ruang kerja Bupati Langkat, Syah Afandin disegel KPK, Jumat (3/7/2026).
Medan 20 menit lalu
AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI Di Medan, Sinergi PusatDaerah Diperkuat Untuk Wujudkan Kota Tangguh.
Medan 43 menit lalu
Drama VAR! Portugal Singkirkan Kroasia, 3 Gol Dianulir dan Penalti Ronaldo Tuai Polemik.
Sport 52 menit lalu
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 11 jam lalu
Kejutan Forkopimcam mewarnai Perayaan HUT Bhayangkara ke80 di Polsek Simpang Empat
Sumut 11 jam lalu
Kadis SDABMBK Hadiri Rangkaian Kegiatan Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026.
Medan 12 jam lalu
Modus &lsquoKawin Pesanan&rsquo ke Tiongkok Terbongkar, Mafirion Buru Sindikat Internasional.
Politik 12 jam lalu
Business Summit IndonesiaKorea Selatan Disiapkan, Danau Toba Jadi Pintu Masuk Kerja Sama.
Sumut 12 jam lalu