Minggu, 17 Mei 2026

Akses Darat Terputus, Polda Sumut Kirim Bantuan Melalui Helikopter ke Daerah Terisolir Tapteng

Salamuddin Tandang - Senin, 08 Desember 2025 10:08 WIB
Akses Darat Terputus, Polda Sumut Kirim Bantuan Melalui Helikopter ke Daerah Terisolir Tapteng
Ist
Polda Sumut telah menyiapkan titik-titik prioritas untuk penurunan logistik melalui udara. Apabila pendaratan tidak memungkinkan, petugas akan menjatuhkan bantuan dari ketinggian aman agar tidak merusak isi logistik

POSMETRO MEDAN,TAPANULI TENGAH – Polda Sumut menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah melalui jalur udara, Minggu (7/12/2025). Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan helikopter menyusul tertutupnya akses darat akibat longsor di sejumlah titik.

Distribusi logistik difokuskan ke Desa Nauli Sitahui, salah satu wilayah yang hingga kini terisolir usai terjadinya bencana. Bantuan yang dikirimkan sebanyak 300 kilogram, berupa beras, mie instan, minyak goreng, dan gula. Seluruh logistik merupakan bantuan resmi dari Polri melalui Polda Sumut.

Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem, S.I.K., M.H., yang memimpin distribusi bantuan tersebut menyampaikan bahwa pengiriman melalui udara menjadi opsi yang paling memungkinkan mengingat kondisi lapangan saat ini masih belum dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga:

"Longsoran yang menutup badan jalan itu tidak mungkin dilalui untuk sementara waktu. Karena kondisi tersebut belum memungkinkan, pengiriman bantuan hanya dapat dilakukan melalui airdrop," ujar Yudhi.

Ia menambahkan, hasil pemantauan melalui udara menunjukkan lebih dari sepuluh titik longsor yang belum tertangani, sehingga akses darat menuju lokasi terdampak belum dapat dibuka.

Baca Juga:

"Saat ini satu-satunya opsi pengiriman logistik adalah melalui udara. Bantuan tersebut diarahkan langsung ke Desa Nauli Sitahui maupun wilayah sekitar yang juga terisolir," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., yang turut melakukan pemantauan udara, mengonfirmasi bahwa sejumlah kawasan masih belum dapat ditembus kendaraan, termasuk kendaraan roda dua.

"Ada sekitar 3 sampai 5 wilayah yang benar-benar terisolasi. Tidak hanya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, roda dua pun tidak bisa melintas. Satu-satunya jalur yang mungkin hanya dengan berjalan kaki melewati hutan," jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya bersama Polda Sumut telah menyiapkan titik-titik prioritas untuk penurunan logistik melalui udara. Apabila pendaratan tidak memungkinkan, petugas akan menjatuhkan bantuan dari ketinggian aman agar tidak merusak isi logistik.

Akses darat yang terputus di antaranya berada pada kawasan Jalan Sigiring-giring Kecamatan Tukka, Jalan Kapusin Kecamatan Badiri, serta wilayah Aek Bontar. Seluruh titik tersebut saat ini dalam proses penanganan lebih lanjut.

Polda Sumut memastikan distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap hingga akses darat dapat kembali dibuka. Selain pemetaan lanjutan, polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga terkait untuk mempercepat jangkauan penanganan.

Langkah distribusi logistik melalui helikopter ini menjadi bagian dari upaya darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan akses. Polda Sumut menegaskan, dukungan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga situasi kembali kondusif dan mobilisasi darat dapat dilakukan secara normal.(lam)

Tags
beritaTerkait
Kadispora dan Ketua KONI Medan Tutup Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan
Irjen Whisnu, Sang Kapolda Pembangun
Meniti Indonesia Emas, Polres Labusel Luncurkan SPPG 5 Penuhi Gizi Ratusan Siswa di Kotapinang
Polres Labusel Sikat Jaringan Judi Online Kim Hongkong di Silangkitang, ‘Kiwil’ Diciduk Bersama HP Penuh Angka Maut
Rumah Zakat Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Mualaf di Pandan, Tapanuli Tengah
Sudah Lapor Mendagri Berobat Ke Luar Negeri, Rico Waas Tegaskan tak Gunakan Dana APBD
komentar
beritaTerbaru