Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang — Amarah warga Pasar 3, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, akhirnya meledak. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pasar 3 turun ke lapangan pada Minggu (28/12/2025), menolak keras rencana pemindahan pedagang ke dalam lapangan sepak bola Pasar 3, yang selama ini menjadi satu-satunya sarana olahraga dan ruang publik bagi warga setempat.
Aksi tersebut dipimpin tokoh pemuda FR Nasution, bersama Drs Agus Salim, Ketua Pemuda Pasar 3 Wahyu, serta Ketua Kelompok Tani Aan Golap. Dalam orasi bergantian, massa mengecam kebijakan Pemerintah Kabupaten Deliserdang yang dinilai sepihak, tertutup, dan sarat kepentingan.
Menurut warga, keputusan pemindahan pedagang dilakukan tanpa musyawarah, tanpa sosialisasi, dan tanpa koordinasi dengan masyarakat Pasar 3. Bahkan, pematokan di area lapangan telah dilakukan lebih dulu, memicu kemarahan warga karena dianggap sebagai bentuk arogansi kekuasaan.
Baca Juga:
"Lapangan ini bukan tanah kosong. Ini tempat anak-anak kami bermain bola, tempat pemuda berolahraga, dan ruang sosial masyarakat. Kalau ini diambil, kami mau ke mana lagi?" teriak FR Nasution di hadapan massa.
Ia menegaskan, warga bukan menolak penataan pedagang, namun menolak jika lapangan sepak bola dijadikan korban atas kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat.
Baca Juga:
Forum Masyarakat Pasar 3 juga secara tegas menyatakan bahwa tindakan pematokan tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan aparat pemerintahan setempat. Karena itu, mereka mendesak Camat Percut Sei Tuan, Kepala Desa, Kepala Dusun, serta Kasi Trantib untuk bertanggung jawab dan dicopot dari jabatannya.
"Pematokan ini tidak mungkin berdiri sendiri. Ada peran Camat, Kades, Kadus, dan Kasi Trantib. Kami menduga kuat ada pembiaran, bahkan keterlibatan. Untuk itu kami minta mereka dicopot.
Nada lebih keras disampaikan Ketua Pemuda Pasar 3, Wahyu. Ia menilai pemerintah telah gagal memahami kebutuhan dasar masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kalau lapangan ini hilang, berarti pemerintah sedang membunuh ruang sehat anak-anak dan pemuda. Jangan salahkan kami kalau nanti muncul masalah sosial baru," ujarnya.
Tak hanya itu, dugaan adanya kepentingan ekonomi di balik rencana pemindahan pedagang juga mencuat dalam aksi tersebut. Massa menduga kuat ada oknum yang bermain dan menjual-jual nama Bupati Deliserdang demi keuntungan pribadi.
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 3 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 3 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 3 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 4 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 4 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 5 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 7 jam lalu