Hari Ini, 25 Tahun Lalu ...
POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat
Global 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang — Amarah warga Pasar 3, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, akhirnya meledak. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pasar 3 turun ke lapangan pada Minggu (28/12/2025), menolak keras rencana pemindahan pedagang ke dalam lapangan sepak bola Pasar 3, yang selama ini menjadi satu-satunya sarana olahraga dan ruang publik bagi warga setempat.
Aksi tersebut dipimpin tokoh pemuda FR Nasution, bersama Drs Agus Salim, Ketua Pemuda Pasar 3 Wahyu, serta Ketua Kelompok Tani Aan Golap. Dalam orasi bergantian, massa mengecam kebijakan Pemerintah Kabupaten Deliserdang yang dinilai sepihak, tertutup, dan sarat kepentingan.
Menurut warga, keputusan pemindahan pedagang dilakukan tanpa musyawarah, tanpa sosialisasi, dan tanpa koordinasi dengan masyarakat Pasar 3. Bahkan, pematokan di area lapangan telah dilakukan lebih dulu, memicu kemarahan warga karena dianggap sebagai bentuk arogansi kekuasaan.
Baca Juga:
"Lapangan ini bukan tanah kosong. Ini tempat anak-anak kami bermain bola, tempat pemuda berolahraga, dan ruang sosial masyarakat. Kalau ini diambil, kami mau ke mana lagi?" teriak FR Nasution di hadapan massa.
Ia menegaskan, warga bukan menolak penataan pedagang, namun menolak jika lapangan sepak bola dijadikan korban atas kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat.
Baca Juga:
Forum Masyarakat Pasar 3 juga secara tegas menyatakan bahwa tindakan pematokan tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan aparat pemerintahan setempat. Karena itu, mereka mendesak Camat Percut Sei Tuan, Kepala Desa, Kepala Dusun, serta Kasi Trantib untuk bertanggung jawab dan dicopot dari jabatannya.
"Pematokan ini tidak mungkin berdiri sendiri. Ada peran Camat, Kades, Kadus, dan Kasi Trantib. Kami menduga kuat ada pembiaran, bahkan keterlibatan. Untuk itu kami minta mereka dicopot.
Nada lebih keras disampaikan Ketua Pemuda Pasar 3, Wahyu. Ia menilai pemerintah telah gagal memahami kebutuhan dasar masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kalau lapangan ini hilang, berarti pemerintah sedang membunuh ruang sehat anak-anak dan pemuda. Jangan salahkan kami kalau nanti muncul masalah sosial baru," ujarnya.
Tak hanya itu, dugaan adanya kepentingan ekonomi di balik rencana pemindahan pedagang juga mencuat dalam aksi tersebut. Massa menduga kuat ada oknum yang bermain dan menjual-jual nama Bupati Deliserdang demi keuntungan pribadi.
POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat
Global 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagal
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus meningkatkan kualitas fasilitas publik dengan menjawab kebutuhan penerangan jalan di se
Medan 13 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus mendorong penataan ruang publik yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat nyata bag
Medan 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN,JAKARTA Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengemban
Sumut 13 jam lalu
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 15 jam lalu
Anggota DPR RI Musa Rajekshah meninjau pembangunan dinding penahan banjir di Tebing Tinggi.
Sumut 15 jam lalu
Pengusaha Konstruksi Lokal Bersama PERMADA Turun ke Jalan, Desak Klarifikasi Polemik Paket Proyek Disdik Langkat
Sumut 15 jam lalu
Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati Diduga Diracun di Perkebunan Serbelawan
Sumut 16 jam lalu
Dua Pelaku Curat Toko Rp 157 Juta Dibekuk Satreskrim Binjai.
Sumut 16 jam lalu