Lagi, Giliran Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis Ditertibkan
Pemprov Sumut Lanjutkan Penertiban Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis.
Sumut 10 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang — Amarah warga Pasar 3, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, akhirnya meledak. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pasar 3 turun ke lapangan pada Minggu (28/12/2025), menolak keras rencana pemindahan pedagang ke dalam lapangan sepak bola Pasar 3, yang selama ini menjadi satu-satunya sarana olahraga dan ruang publik bagi warga setempat.
Aksi tersebut dipimpin tokoh pemuda FR Nasution, bersama Drs Agus Salim, Ketua Pemuda Pasar 3 Wahyu, serta Ketua Kelompok Tani Aan Golap. Dalam orasi bergantian, massa mengecam kebijakan Pemerintah Kabupaten Deliserdang yang dinilai sepihak, tertutup, dan sarat kepentingan.
Menurut warga, keputusan pemindahan pedagang dilakukan tanpa musyawarah, tanpa sosialisasi, dan tanpa koordinasi dengan masyarakat Pasar 3. Bahkan, pematokan di area lapangan telah dilakukan lebih dulu, memicu kemarahan warga karena dianggap sebagai bentuk arogansi kekuasaan.
Baca Juga:
"Lapangan ini bukan tanah kosong. Ini tempat anak-anak kami bermain bola, tempat pemuda berolahraga, dan ruang sosial masyarakat. Kalau ini diambil, kami mau ke mana lagi?" teriak FR Nasution di hadapan massa.
Ia menegaskan, warga bukan menolak penataan pedagang, namun menolak jika lapangan sepak bola dijadikan korban atas kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat.
Baca Juga:
Forum Masyarakat Pasar 3 juga secara tegas menyatakan bahwa tindakan pematokan tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan aparat pemerintahan setempat. Karena itu, mereka mendesak Camat Percut Sei Tuan, Kepala Desa, Kepala Dusun, serta Kasi Trantib untuk bertanggung jawab dan dicopot dari jabatannya.
"Pematokan ini tidak mungkin berdiri sendiri. Ada peran Camat, Kades, Kadus, dan Kasi Trantib. Kami menduga kuat ada pembiaran, bahkan keterlibatan. Untuk itu kami minta mereka dicopot.
Nada lebih keras disampaikan Ketua Pemuda Pasar 3, Wahyu. Ia menilai pemerintah telah gagal memahami kebutuhan dasar masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kalau lapangan ini hilang, berarti pemerintah sedang membunuh ruang sehat anak-anak dan pemuda. Jangan salahkan kami kalau nanti muncul masalah sosial baru," ujarnya.
Tak hanya itu, dugaan adanya kepentingan ekonomi di balik rencana pemindahan pedagang juga mencuat dalam aksi tersebut. Massa menduga kuat ada oknum yang bermain dan menjual-jual nama Bupati Deliserdang demi keuntungan pribadi.
Pemprov Sumut Lanjutkan Penertiban Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis.
Sumut 10 menit lalu
Kornas ReLUN Tetapkan Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN Seumur Hidup!
Inter-Nasional 17 menit lalu
Ruang kerja Bupati Langkat, Syah Afandin disegel KPK, Jumat (3/7/2026).
Medan 25 menit lalu
AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI Di Medan, Sinergi PusatDaerah Diperkuat Untuk Wujudkan Kota Tangguh.
Medan 48 menit lalu
Drama VAR! Portugal Singkirkan Kroasia, 3 Gol Dianulir dan Penalti Ronaldo Tuai Polemik.
Sport 57 menit lalu
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 11 jam lalu
Kejutan Forkopimcam mewarnai Perayaan HUT Bhayangkara ke80 di Polsek Simpang Empat
Sumut 11 jam lalu
Kadis SDABMBK Hadiri Rangkaian Kegiatan Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026.
Medan 12 jam lalu
Modus &lsquoKawin Pesanan&rsquo ke Tiongkok Terbongkar, Mafirion Buru Sindikat Internasional.
Politik 12 jam lalu
Business Summit IndonesiaKorea Selatan Disiapkan, Danau Toba Jadi Pintu Masuk Kerja Sama.
Sumut 12 jam lalu