Senin, 30 Maret 2026
Gelar Upacara HAB 80

Kakanwil Kemenag Sumut: Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju

Evi Tanjung - Sabtu, 03 Januari 2026 15:48 WIB
Kakanwil Kemenag Sumut: Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju
Ist
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut peringati Hari Amal Bakti ke 80 dengan berbagai kegiatan

Ia juga mengatakan Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini.

"Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera," tambahnya.

Selanjutnya, selama delapan puluh tahun Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.

"Sepanjang tahun 2025, kita telah bekerja keras membangun fondasi "Kemenag Berdampak." Kita membuktikan bahwa semangat ini bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat. Transformasi digital yang kita lakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat. Kita juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana Paramita, dan dana kebajikan. Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum." ucap Ahmad Qosbi.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang "agile", lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman.

"Sesuai tema HAB ke-80, "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju," marilah kita satukan tekad. Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat," pungkasnya.

Pemberian Satya Lencana dan Penyerahan Hadiah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi memberikan medali Satyalancana Karya Satya, sebagai tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai apresiasi atas pengabdian, kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan yang terus menerus selama 10, 20, atau 30 tahun. Medali diberikan ke pada 4 Pegawai Negeri Sipil Kanwil Kemenag Sumut yang berkarir 20 tahun atas nama Zulfan Efendi, Ainuddin Ujung, Erap Manik serta Atika Rahma mendapat Satya lencana karir selama 10 tahun.

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru