Kamis, 12 Februari 2026

Dari Batubara ke Batangtoru, Langkah Yahdi Khoir di Antara Luka dan Harapan

Faliruddin Lubis - Senin, 12 Januari 2026 19:51 WIB
Dari Batubara ke Batangtoru, Langkah Yahdi Khoir di Antara Luka dan Harapan
Ist/ermi
Yahdi Khoir dan tim

POSMETRO MEDAN,Batangtoru - Senja belum sepenuhnya turun iring-iringan kendaraan berhenti di Lingkungan III, Kelurahan Muara Anpolu.

Di wilayah yang beberapa waktu lalu diterjang banjir bandang dan longsor itu, ratusan pasang mata menunggu dengan sabar. Di sanalah, Ir. Yahdi Khoir Harahap, MBA, Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara, menjejakkan kaki- bukan sebagai pejabat yang datang membawa pidato, melainkan sebagai saudara yang datang membawa kepedulian.

Bersama 28 orang relawan, rombongan yang terdiri dari BM PAN dan PUAN Batubara itu menempuh perjalanan panjang, dari Indrapura, Kabupaten Batubara, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Usai bermalam di Padang Sidimpuan, rombongan kembali melanjutkan perjalanan esok harinya menuju Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan-salah satu kawasan yang mengalami dampak paling serius akibat banjir bandang beberapa pekan lalu.

Sepanjang jalan menuju ke lokasi, luka bencana masih terbuka. Jejak lumpur mengering di halaman rumah warga, sisa genangan air di areal pertanian, serta alat berat yang terus bekerja membersihkan puing-puing infrastruktur menjadi saksi bisu bahwa musibah belum benar-benar berlalu. Alam seakan belum selesai bercerita tentang amarahnya.

Baca Juga:

Disambut Rakyat, Diterima dengan Hati

Rombongan tiba sekitar pukul 10. 00 WIB. Sejak pagi hari, 200 kepala keluarga (KK) telah berkumpul sesuai undangan.

Mereka menyambut kedatangan rombongan dengan wajah lelah yang menyimpan harap. Turut menyambut Lurah Muara Anpolu, Sabar, bersama perangkat kelurahan dan para tokoh masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di halaman rumah Darwin Harahap, tokoh masyarakat yang telah menetap di kawasan itu sejak 1986 melalui program transmigrasi lokal. Muara Anpolu memang unik-daerah transmigrasi era Presiden Soeharto yang hingga kini hidup dalam keberagaman. Di sini, suku Batak-Melayu hidup berdampingan dengan warga, membentuk sosial yang rukun di tengah keterbatasan.

Kehadiran Ir Yahdi Khoir bersama jajaran PAN disambut hangat riang sekaligus haru.

Turut mendampingi, Wakil Ketua DPRD Tapanuli Selatan dari PAN, H. Borkat, S.Sos., MM, serta Buyung N. Holil Nasution, Ketua Fraksi PAN DPRD Tapsel, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang juga sebagai Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan). Mulai dari Pengobatan Gratis hingga Bantuan Nyata

Dua kegiatan utama digelar, pengobatan gratis dan penyerahan paket bantuan bagi 298 kepala keluarga terdampak.

Dalam layanan kesehatan, hampir 288 warga memeriksakan kondisi tubuh mereka. Mayoritas mengeluhkan penyakit pascabanjir seperti gatal-gatal, diare, demam, flu, hingga hipertensi. Seluruh warga yang berobat mendapatkan layanan dan obat secara cuma-cuma-sebuah kelegaan kecil di tengah beban hidup yang besar.

Usai pengobatan, bantuan diserahkan satu per satu. Paket tersebut mencakup, sembako, beras, minyak goreng, gula, susu, dan kecap.

Perlengkapan diri, yakni sarung, pakaian dalam pria dan wanita, sabun mandi, pasta gigi, dan sikat gigi. Untuk perlengkapan rumah tangga seperti tikar, selimut, sapu plastik, ember plastik, dan deterjen

Seluruh bantuan diserahkan langsung oleh Ir. Yahdi Khoir Harahap, MBA, bersama Fahmi, SH (Ketua BM PAN Batubara), Seniati (Ketua PUAN Batubara), Satia Marini Margolang (Pembina PUAN Batubara), H. Borkat, Buyung Holil, serta Lurah Sabar.

Solidaritas yang Tidak Berhenti di Kata

Dalam sambutannya, Yahdi Khoir menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa solidaritas dan persaudaraan.

"Musibah tidak memilih siapa pun. Hari ini saudara kita yang tertimpa, besok bisa siapa saja. Karena itu, kehadiran kami adalah bentuk kepedulian-bukan sekadar bantuan, tapi tanda bahwa mereka tidak sendiri," ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari donasi berbagai pihak, termasuk BM PAN dan PUAN Batubara, Keluarga Popparan Baginda Naek Harahap, keluarga almarhum M. Yahya Harahap di Jakarta, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang juga Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan), serta kontribusi pribadi dari Yahdi Khoir Harahap sendiri.

Apresiasi Warga, Doa Mengalir dari

Lurah Muara Anpolu, Sabar, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya. Ia menilai bantuan tersebut sangat menyentuh dan tepat sasaran karena diserahkan langsung kepada warga tanpa perantara.

Hal senada disampaikan Darwin Harahap dan sejumlah penerima bantuan. Mereka mengaku bersyukur karena jenis bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga pascabanjir. Doa pun mengalir, agar seluruh pihak yang telah membantu diberi kesehatan dan kelapangan rezeki oleh Allah SWT.

Dari Batangtoru ke Aceh Tengah.

Di akhir kegiatan, Yahdi Khoir menyampaikan setelah Batangtoru, bantuan serupa juga akan disalurkan ke wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan arahan Ketua Umum PAN agar seluruh kader, khususnya di lembaga legislatif, peka dan proaktif terhadap penderitaan rakyat.

"PAN selalu bersama rakyat. Bantu pangan, bantu rakyat. Itu bukan slogan kosong, tapi panggilan nurani," tutup Yahdi.

Di tanah yang masih basah inilah oleh luka bencana, kehadiran Yahdi Khoir dan rombongan bukan sekadar membawa logistik. Mereka membawa sesuatu yang lebih mahal dari itu, harapan, bahwa di tengah reruntuhan, masih ada tangan yang datang menggenggam-tanpa pamrih, dan jarak.(erni)

Tags
beritaTerkait
Banjir Kembali Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
2 Kajari di Sumut Dicopot Usai Diperiksa Kejagung, Diduga Terkait Pengutipan Uang ke Kades
Pemko Medan Sambut Kehadiran SPPG Sudirejo II - 003 Sebagai Bagian Dari Upaya Peningkatan Kualitas Masyarakat
Satgas Kesdam I/BB Terus Berikan Bantuan Kesehatan bagi Warga Terdampak Bencana
Pemko Binjai Perkuat Pengawasan Pangan Hadapi Ramadan dan Idul Fitri
Penutupan Sementara Ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung
komentar
beritaTerbaru