Dekranasda Deli Serdang Tampilkan Produk Kriya Lokal di Kriyanusa 2026
POSMETRO MEDAN, Jakarta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kabupaten Deli Serdang menampilkan beragam produk kerajinan dan karya perajin
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menolak PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang telah merusak hutan di Tapanuli, Sumatera Utara.
"Kalau boleh jujur, saya sudah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (yang sebelumnya dikenal sebagai PT Indorayon) sejak lebih dari 20 tahun lalu," tegas Luhut dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Luhut menceritakan alasan menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari. Sebab, banyak keluhan dari masyarakat. "Penolakan ini bukan tanpa alasan, karena saat mengemban amanah sebagai Menperindag pada era Presiden Gus Dur tahun 2001, saya menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau," kata Luhut
Baca Juga:
"Belum lagi kawasan hutan yang kian rusak. Dari situ saya belajar satu hal penting: pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat," sambung Luhut.
Luhut menceritakan pernah melihat demo masyarakat mengenai Indorayon, perusahaan yang kini menjadi Toba Pulp Lestari saat dirinya menjadi Menperindag. Demo ini mengenai Indorayon, lantas Luhut bertanya mengenai apa itu Indorayon dan perusaahan apa.
Luhut pun bertanya kepada masyarakat apa yang jadi keluhan demo. Hasilnya, banyak masyarakat menolak operasi Indorayon.
"Saya minta berhenti. Saya turun, saya tanya sama rakyat itu apa yang terjadi? 'Ini merusak lingkungan, Pak. Airnya ke danau Toba juga. Terus kemudian bau juga. Kemudian potongan kayu juga.' Jadi Anda bayangin, tahun 2001 saja, rakyat itu sudah paham mengenai lingkungan," cerita Luhut.
Usai pulang dari wilayah tersebut, Luhut pun secara langsung meminta Gus Dur untuk menutup operasi Indorayon. "Waktu itu zamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ. Jadi kita suspend aja. Kita tutup aja," kata Luhut.
Perusahaan itu pun pada akhirnya sempat ditutup. Namun karena lobi politik, perusahaan itu berjalan dan beroperasi kembali. "Perusahaan dibuka lagi karena lobinya luar biasa. Dan di situlah menurut saya pemotongan kayu kalau diurut nanti foto satelit bisa dilihat," katanya.
Menurut Luhut, TPL menjadi penyebab kurangnya hutan di Tapanuli. Hal ini dapat dilihat dari bukti foto-foto satelit. "Kalau diurut nanti, foto satelit kan bisa dilihat. Betapa zaman itu sebenarnya, kerusakan yang paling besar hutan di Tapanuli, adalah karena TPL ini (Indorayon ini)," ujar Luhut.
POSMETRO MEDAN, Jakarta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kabupaten Deli Serdang menampilkan beragam produk kerajinan dan karya perajin
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengingatkan para lulusan ag
Medan satu jam lalu
Personel Sat Lantas Polres Dairi Gugur Saat Jalankan Tugas di Lokasi Kebakaran Sidikalang
Sumut 3 jam lalu
Kompol Jan Piter Napitupulu, S.H., M.H. salah satu perwira menengah Polri yang memiliki perjalanan karir yang cukup menarik.
Profil 4 jam lalu
Polres Tanjungbalai resmi menyerahkan penggunaan Jembatan Merah Putih Presisi kepada masyarakat di Jalan Lingkar Selatan.
Sumut 5 jam lalu
Polda Sumut dan Polres Humbahas Tetapkan 24 Tersangka Kasus Penyerangan di Matiti Humbahas
Peristiwa 6 jam lalu
TNI AL (Posal) Polewali Mandar, Lanal Mamuju mengamankan warga Desa Bajoe, Kecamatan Binuang, beserta barang bukti narkoba.
Inter-Nasional 7 jam lalu
pria di pesisir Pantai Binasi II, Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai terkuak.
Sumut 8 jam lalu
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Putra Sang Proklamator yang Keluar Dari Politik dan Menepi di Dunia Seni.
Peristiwa 9 jam lalu
Kapolres Sibolga AKBP Budi Prasetyo bersama pejabat utama melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga.
Sumut 10 jam lalu