Ssst...Kepala Regional SPPG Tengku Agung Kurniawan Diperiksa Kejatisu
Kepala Regional SPPG Tengku Agung Kurniawan Diperiksa Kejatisu, Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur MBG.
Sumut 8 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menolak PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang telah merusak hutan di Tapanuli, Sumatera Utara.
"Kalau boleh jujur, saya sudah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (yang sebelumnya dikenal sebagai PT Indorayon) sejak lebih dari 20 tahun lalu," tegas Luhut dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Luhut menceritakan alasan menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari. Sebab, banyak keluhan dari masyarakat. "Penolakan ini bukan tanpa alasan, karena saat mengemban amanah sebagai Menperindag pada era Presiden Gus Dur tahun 2001, saya menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau," kata Luhut
Baca Juga:
"Belum lagi kawasan hutan yang kian rusak. Dari situ saya belajar satu hal penting: pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat," sambung Luhut.
Luhut menceritakan pernah melihat demo masyarakat mengenai Indorayon, perusahaan yang kini menjadi Toba Pulp Lestari saat dirinya menjadi Menperindag. Demo ini mengenai Indorayon, lantas Luhut bertanya mengenai apa itu Indorayon dan perusaahan apa.
Luhut pun bertanya kepada masyarakat apa yang jadi keluhan demo. Hasilnya, banyak masyarakat menolak operasi Indorayon.
"Saya minta berhenti. Saya turun, saya tanya sama rakyat itu apa yang terjadi? 'Ini merusak lingkungan, Pak. Airnya ke danau Toba juga. Terus kemudian bau juga. Kemudian potongan kayu juga.' Jadi Anda bayangin, tahun 2001 saja, rakyat itu sudah paham mengenai lingkungan," cerita Luhut.
Usai pulang dari wilayah tersebut, Luhut pun secara langsung meminta Gus Dur untuk menutup operasi Indorayon. "Waktu itu zamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ. Jadi kita suspend aja. Kita tutup aja," kata Luhut.
Perusahaan itu pun pada akhirnya sempat ditutup. Namun karena lobi politik, perusahaan itu berjalan dan beroperasi kembali. "Perusahaan dibuka lagi karena lobinya luar biasa. Dan di situlah menurut saya pemotongan kayu kalau diurut nanti foto satelit bisa dilihat," katanya.
Menurut Luhut, TPL menjadi penyebab kurangnya hutan di Tapanuli. Hal ini dapat dilihat dari bukti foto-foto satelit. "Kalau diurut nanti, foto satelit kan bisa dilihat. Betapa zaman itu sebenarnya, kerusakan yang paling besar hutan di Tapanuli, adalah karena TPL ini (Indorayon ini)," ujar Luhut.
Kepala Regional SPPG Tengku Agung Kurniawan Diperiksa Kejatisu, Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur MBG.
Sumut 8 menit lalu
Wali Kota Tanjungbalai Tegaskan Tidak Ada Larangan Berjualan, Jaga Kebersihan dan Estetika Kawasan Sekitar
Sumut 14 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., secara resmi mengukuhkan 10.046 mahasi
Medan 18 menit lalu
Pembalap Nasional Fitra Eri Respons Kapolda Sulut Pembalap di Ajang Resmi Tak Bisa Disalahkan atas Kelalaian Mengemudi.
Peristiwa 22 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan negara Rp 622 miliar atas kasus korupsi pengelolaan kuo
Inter-Nasional 44 menit lalu
Sat Narkoba Polres Binjai Tangkap Cewek Pelaku Pod Getar.
Peristiwa 49 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Dua siswa MTsN Toba Samosir, Anggun Octaviani Prabowo dan Hafizur Rahman, turut menjadi bagian dari kontingen Kabupa
Sumut satu jam lalu
Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Tanjungbalai menangkap seorang pria berinisial MA alias As (35) yang diduga sebagai pengedar narkotika.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Siswa MTsN 1 Medan Fatimah Azzahra Harahap kelas 7B menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada
Medan satu jam lalu
Raih Gelar BIG EAST Preseason Offensive Player of the Year 2026, Mitchell Baker Dikabarkan Masuk Radar Tim MLS.
Sport 4 jam lalu