Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 5 jam lalu
Geger se Indonesia, seorang anak gegara dugaan tak mampu membeli peralatan belajar di NTT akhirnya memilih mengakhiri hidupnya. Ironis, di negeri kaya emas, tambang dan perkebunan. Warganya mengakhiri hidup gegara tak mampu memenuhi kebutuhan dasar yang padahal itu kewajiban negara sebagaimana termaktub di UU.
Saya tidak ingin bicara jauh. Di daerah saya, Sumatera Utara sesuai data yang ada pada pemerintah sendiri ada puluhan ribu anak tidak sekolah, itu angka di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang saja .
Kita bisa bayangkan, bagaimana "ledakan sosial" dari puluhan ribu anak tidak sekolah ini. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mungkin bisa berkelit sudah berupaya maksimal. Tapi pertanyaan mendasar, puluhan tahun Indonesia merdeka. Kenapa tidak ada terobosan untuk mengkapitalisasi anak tidak sekolah ini menjadi teredukasi ?
Baca Juga:
Persoalan anak di negeri ini memang aneh penanganannya. Ketika ada kasus , orang orang pada ribut dan terperangah membicarakannya. Lalu kemudian beriring waktu melupakannya. Tidak ada mitigasi dan langkah yang jelas untuk penanganan agar masalah yang sama tak terjadi lagi dikemudian hari.
Baru - baru ini saja di Medan, seorang anak diduga membunuh ibu kandungnya. Pelakunya anak bawah umur, perempuan pula, di sekolah baik terlihat dan tak ada menyangka di rumahnya ternyata kondisi seperti "dunia zombie".
Di Deli Serdang, seorang anak dijemput kepolisian dari sekolahnya karena terlibat begal. Jika yang bersekolah saja pun masih terdapat kasus demikian, apalagi yang berada di luar sekolah.
Lalu mari kita bicara sejauh mana aksi negara terhadap anak ini. Baru-baru ini seorang anggota DPR RI menyemprot wakil menteri PPA gegara minim terobosan program.
Di tingkat daerah malah lebih parah. Anggaran persoalan anak diluar bantuan pendidikan yang memang dari dulu sudah ada amat minim. Lihat saja hal tersebut dalam kuota anggaran yang disediakan untuk persoalan sosial anak.
Padahal anak adalah wajah negeri ini di masa depan. Saya tidak ingin berpolemik tentang MBG disini. Tapi saya ingin menyampaikan, persoalan anak bukan hanya gizi yang urgen sekarang ini, tetapi juga "political will" itu sendiri.
Program yang copy paste dari tahun ke tahun menyebabkan pemborosan anggaran, sehingga jangankan daerah menjadi layak anak. Uang pajak rakyat malah terkesan sia-sia karena persoalan anak di negeri ini bukan menurun malah meningkat ekskalasinya.
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 6 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 6 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 6 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 6 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 7 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 8 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 9 jam lalu