Senin, 30 Maret 2026

Bupati Karo Terima Kunjungan Wamendagri, Bahas Penguatan Infrastruktur untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Faliruddin Lubis - Jumat, 06 Februari 2026 11:07 WIB
Bupati Karo Terima Kunjungan Wamendagri, Bahas Penguatan Infrastruktur untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
IST
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P. saat memberi kata sambutan.

POSMETRO MEDAN,Karo- Bupati Karo, Antonius Ginting menegaskan komitmennya mendorong transformasi ekonomi daerah melalui penguatan infrastruktur dasar serta optimalisasi hilirisasi sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan dalam forum diskusi strategis mengenai peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penyediaan layanan infrastruktur daerah, yang digelar, di Aula Rakoetta Brahmana, Kantor Bupati Karo, Kamis (5/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., dimpingi oleh Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan Dr. Drs. Teguh Narutomo, MM, serta pimpinan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), Heri Setiawan.

Baca Juga:

Bupati Karo menyampaikan bahwa Kabupaten Karo memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga Kota Medan sekaligus lumbung pangan Sumatera Utara. Namun demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur daerah.

Satu isu strategis yang dibahas adalah penyediaan air minum layak bagi masyarakat Kabanjahe dan sekitarnya. Program peningkatan infrastruktur air minum tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karo 2025–2029.

"Tingginya biaya investasi penyediaan air minum membutuhkan solusi inovatif. Kami berharap skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dapat menjadi solusi atas keterbatasan anggaran daerah, sehingga masyarakat segera mendapatkan akses air bersih yang berkualitas," ujar Bupati Karo.

BUMD Pertanian Disiapkan Jadi 'Game Changer'

Selain pembangunan infrastruktur fisik, Bupati juga memaparkan progres pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berfokus pada sektor pertanian. Berdasarkan kajian bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), pembentukan BUMD tersebut dinilai layak secara ekonomi.

BUMD pertanian ini direncanakan untuk mendorong hilirisasi produk seperti jeruk, kubis, dan kentang agar memiliki nilai tambah sebelum diekspor ke Singapura dan Malaysia.

Menstabilkan harga komoditas, sehingga petani terlindungi dari anjloknya harga saat panen raya.

Menyediakan sarana produksi pertanian, termasuk bibit dan pupuk berkualitas guna memutus rantai monopoli pasar.

"Kabupaten Karo adalah jantung hortikultura nasional. Kehadiran BUMD yang profesional sangat diperlukan untuk menjawab tantangan pasar secara berkelanjutan serta menjaga kesejahteraan petani," tambah Antonius Ginting.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memohon dukungan Kemendagri untuk mempercepat penerbitan surat menteri terkait hasil evaluasi usulan pembentukan BUMD. Langkah ini dinilai penting agar program strategis dapat segera dieksekusi bersama DPRD Kabupaten Karo, dalam rangka mewujudkan visi, "Karo Beriman, Berbudaya, Modern, Unggul, dan Sejahtera".

Dalam pidatonya Wamendagri, Dr. H. Bima Arya Sugiarto mengatakan Kementerian Dalam Negeri memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong pemerintah daerah agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah adalah tersedianya infrastruktur dasar yang memadai, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kabupaten Karo memiliki potensi yang sangat besar, khususnya sebagai sentra hortikultura nasional dan sebagai wilayah strategis penyangga pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi sangat penting agar berbagai potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal.

"Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Karo dalam mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan infrastruktur dasar, termasuk penyediaan layanan air minum yang layak bagi masyarakat," katanya.

Pemerintah pusat mendorong daerah untuk memanfaatkan berbagai skema pembiayaan kreatif, termasuk Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sebagai solusi inovatif di tengah keterbatasan fiskal daerah.

"Selain itu, inisiatif pembentukan BUMD sektor pertanian merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Kehadiran BUMD yang profesional diharapkan mampu memperkuat hilirisasi produk pertanian, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui tata kelola usaha yang modern dan berdaya saing," katanya.

"Kementerian Dalam Negeri akan terus berperan aktif dalam memberikan pembinaan, pendampingan, serta dukungan kebijakan kepada pemerintah daerah, agar setiap program pembangunan berjalan sesuai regulasi, efektif, transparan, dan berorientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakat,"ujar Wamendagri.(jpg)

Tags
beritaTerkait
Perkuat Digitalisasi Daerah,Pemko Medan Ikuti Inisiasi KATALIS P2DD 2026
Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto Resmi Tutup TMMD ke-125 TA 2025 di Berastagi
komentar
beritaTerbaru