Lalu, untuk memastikan kondisi fisiologis dan fungsi organ vital, tim melalukan pemeriksaan laboratorium kepada Ratna. Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal pada tubuh Ratna.
Selain itu, kata Novita, selama masa perawatan, Ratna juga mengalami penurunan nafsu makan dan minum. Tim dokter pun melakukan pemeriksaan darah lanjutan dan menunjukkan adanya gangguan fungsi hati pada Ratna.
Baca Juga:
Gangguan fungsi ginjal pada Ratna diduga bersifat multifaktorial dan dipengaruhi oleh kondisi fisik awal yang kurang baik serta faktor usia lanjut. Kondisi tubuh yang tidak optimal juga diduga membatasi kemampuan organ, khususnya ginjal dan hati, dalam mengolah asupan nutrisi.
"Akumulasi dari berbagai faktor tersebut menyebabkan penurunan fungsi organ secara bertahap yang berdampak pada memburuknya kondisi umum hingga akhirnya Ratna tidak dapat bertahan," jelas Novita.
Baca Juga:
Novita menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim dokter dan manajemen R Zoo & Park telah melakukan upaya maksimal dalam penanganan kepada gajah Ratna.
"BBKSDA Sumut juga sudah dan akan terus memperkuat fungsi pembinaan, pengawasan, dan pendampingan teknis terhadap lembaga konservasi guna memastikan standar kesejahteraan satwa tetap terjaga," pungkasnya.(detiksumut)
Tags
beritaTerkait
komentar