Bantuan sumur bor
Rehab Masjid Kampung Lalang Bawah (Masjid Nurul Yakin)
Baca Juga:
Ini bukan sekadar daftar. Jalan menentukan akses, drainase menahan banjir, longsor mengancam keselamatan, sumur bor menyelamatkan musim kering, masjid menjaga denyut spiritual.
Satu per satu, masalah itu menunggu pintu kebijakan terbuka.
Baca Juga:
Di ujung pertemuan, Munir kembali menegaskan, aspirasi ini akan dibawa ke paripurna DPRD Sumut, selama berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.
Ia menutup dengan terima kasih dan permohonan maaf lahir-batin penanda bahwa Ramadan kian dekat, dan waktu untuk membuktikan komitmen kian singkat.
Di Simarpinggan, reses tidak berakhir ketika kursi dilipat. Ia berlanjut sebagai catatan, janji yang diuji, dan doa yang dititipkan. Wakil rakyat, pada akhirnya, bukan dinilai dari panjang pidato, melainkan dari jarak yang ia tempuh dari desa ke ruang paripurna, dari keluhan ke kebijakan.
Jika politik hendak dicintai, ia harus berani kembali ke desa, mendengar tanpa menyela, mencatat tanpa menggurui, dan pulang membawa beban tanggung jawab.
Dari Simarpinggan, pelajaran itu terdengar pelan namun justru karena pelan, ia paling jujur.(erni)
Tags
beritaTerkait
komentar