Sementara itu, Pembina Yayasan Kuali Merah Putih Pusat, Karolus Rogger Evantino menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan ide besar Presiden Prabowo Subianto yang telah dirancang jauh sebelum menjabat sebagai Presiden.
"Baru satu Presiden yang memikirkan generasi bangsa sejak masih dalam kandungan ibunya, yaitu Presiden H Prabowo Subianto," katanya.
Baca Juga:
Karolus juga menekankan, Yayasan Kuali Merah Putih siap menjalankan program SPPG sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberdayakan petani, nelayan dan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, program MBG memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) karena bahan makanan seperti ayam dan sayur dapat dipenuhi dari pelaku usaha dan masyarakat lokal.
Baca Juga:
"Ini bukan hanya soal asupan gizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar," jelasnya.
Karolus menyampaikan SPPG Hamparan Perak menjadi dapur pertama yang menggunakan standar alat Rapid Tes makanan. Alat tersebut dibawa dari Jakarta untuk memastikan keamanan makanan sebelum disalurkan.
Alat tersebut digunakan untuk memastikan makanan bebas dari empat unsur berbahaya, yakni sianida, nitrat, borax, dan formalin.
"Ini untuk memastikan penerima manfaat, terutama anak-anak, tidak mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi makanan yang diproduksi," ungkapnya.
Turut hadir di launching tersebut, Kepala Dinas Pertanian Elinasari Nasution SP; Kepala Dinas Ketahanan Pangan; Rahman Saleh Dongoran, SP MSi; Sekretaris Dinas Pendidikan, Samsuar Sinaga SPd MSi; Camat Hamparan Perak, Guntur Endar Bumi SSTP; perwakilan Yayasan Kuali Merah Putih, Hady Pranoto; Koordinator SPPG Wilayah Deli Serdang, Yoga Azrianto MHan dan lainnya. (Dms)
Tags
beritaTerkait
komentar