Penangkapan Konten Kreator TikTok Polda Sitanggang di Samosir Diprotes AMPDT
AMPDT mendesak Propam Mabes Polri memeriksa Kapolres Kuansing, Kasat Reskrim dan personel yang menangkap Polda Sitanggang.
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Masih jadi penggangguran silahkan ambil kesempatan magang ke Jepang. Kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumut, Yuliani Siregar, Jumat sudah ada sebanyak 2.800 orang bekerja di sana di perusahaan maupun Rumah Sakit.
Untuk mengikuti program tersebut, pencari kerja mendaftar melalui aplikasi milik Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu maganghub.kemenaker.go.id. Selanjutnya, peserta akan melalui proses seleksi oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Peserta yang lolos akan diumumkan dan ditempatkan di perusahaan yang telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).
"Yang lolos akan bekerja di perusahaan yang sudah ditentukan selama 6 bulan, dan seluruh biaya magang ditanggung oleh negara. Setelah itu kita berharap dia bisa tetap melanjutkan bekerja di perusahaan tersebut," kata Yuliani.
Baca Juga:
Selain magang nasional, Disnaker Sumut juga membuka program magang ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang (IM Jepang). Program ini dibuka dua kali dalam setahun, yakni pada April dan September, dengan kuota masing-masing gelombang sebanyak 200 orang. Pendaftaran untuk gelombang April telah dibuka dan dapat dilakukan langsung di kantor Disnaker Sumut.
Peserta akan diseleksi berdasarkan kemampuan akademik seperti matematika, kemampuan fisik, serta kemampuan berbahasa Jepang. "Untuk magang kerja melalui seleksi Disnaker tidak dipungut biaya apapun, baik saat pengujiannya maupun pelatihannya nanti, karena setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, maka seluruh biaya mereka di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan yang menerima magang," terang Yuliani.
Baca Juga:
Masyarakat juga dapat mengikuti program magang ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Saat ini terdapat 40 LPK terdaftar di Sumut, namun hanya 11 LPK yang memiliki kewenangan mengirim peserta magang ke Jepang. Melalui jalur ini, peserta menanggung biaya sendiri sebesar Rp42 juta yang mencakup biaya keberangkatan, pelatihan, dan kemahiran bahasa Jepang.
"Selama ini masyarakat kita yang berkeinginan magang ke Jepang rata-rata dari kalangan menengah ke bawah. Kita sampaikan ke pak Gubernur bagaimana agar Pemprov Sumut melalui Bank Sumut dapat mengucurkan KUR untuk masyarakat yang akan magang ke Jepang melalui LPK," katanya.(red)
AMPDT mendesak Propam Mabes Polri memeriksa Kapolres Kuansing, Kasat Reskrim dan personel yang menangkap Polda Sitanggang.
Peristiwa 3 jam lalu
Zion Suzuki Bikin Sejarah, Jadi Kiper Pertama Jepang di Premier League.
Sport 5 jam lalu
Mabuk, Pria Ini Tikam Konten Kreator di Kisaran yang Sedang Live.
Peristiwa 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menegaskan jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Deli
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, STM Hulu Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Deli Serdang melakukan monitoring Kategori PKK Bangga Kencana, Kesehatan dan Pe
Sumut 10 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Keluarga besar HMI tidak pernah kekurangan kader untuk menjadi pengurus Kahmi. Banyak kader kita yang pas jadi pen
Sumut 10 jam lalu
Rumah Makan di Paya Roba Bantah Jadi Penampung CPO, Sopir Truk Tangki Sebut Berhenti untuk Makan
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, STM Hulu Staf Ahli I Tim Penggerak PKK Kabupaten Deli Serdang, Asniar Lom Lom Suwondo, mengajak peserta didik PAUD Santa
Sumut 18 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemerintah Kota Medan kembali memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu, khususnya lanjut usia dan
Medan 19 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Kecamatan Medan Selayang turut
Berita 19 jam lalu