Harkitnas Ke-118, Wali Kota Medan Rico Waas: Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai momentum mengenang semangat perjuangan bangsa Indonesia.
Medan 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN-ADA yang beda dengan Medan yang umurnya kini di ambang 435 tahun. Tercipta seiring keamanan ibukota Sumatera Utara itu berada di pundak Kombes Pol Gidion Arif Setyawan yang terhitung hari (10/6/2025) ini resmi menapaki usia emas. Keukeuh melindungi generasi, inilah cukilan rekam jejaknya.
Menjabat Kapolrestabes Medan sejak Oktober 2024, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dikenal sebagai sosok fenomenal. Setidaknya bagi banyak anak yang tumbuh kembang di sela kerasnya Kota Medan.
Seusai energi filosofi namanya, Gidion Arif Setyawan memang dirasa pahlawan di kalangan yatim piatu, anak korban kejahatan, serta mereka yang tengah merajut masa depan dari sekolah-sekolah luar biasa (SLB).
Baca Juga:
Seperti T Kiyosaki sang pengarang 'Reach Dad, Poor Dad', Kombes Gidion pun sepakat: anaklah pemilik masa depan negeri ini.
Pemahaman itulah yang membuatnya miris semiris-mirisnya saat baru dua bulan menjabat Kapolrestabes Medan. Kombes Gidion menemukan 3 anak di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, dibantai.
Baca Juga:

Tragedi itu tak pelak mengiringi sejarah akademik terbaru Kombes Gidion. Ya, Kapolresta Medan ke-42 ini baru saja menyandang gelar Doktor.
Menjadi bagian sejarah karena maut-maut anak itu terjadi di sela Kombes Gidion menyusun disertasi Doktor Ilmu Administrasi dari Universitas Brawijaya, Malang.
Dicampur hasil observasi terhadap anak di Jakarta, dari tangan lulusan AKPOL 1996 ini selanjutnya lahirlah disertasi berjudul
"Collaborative Governance Dalam Perlindungan Anak Berhadapan Hukum".
Gidion, yang sebelumnya berantai menjabat kapolres, dari Jakarta Utara, Bekasi, hingga Dairi, sepakat kemiskinan kini bukan lagi penghambat utama anak mengakses pendidikan.
Kemiskinan tak semata biang anak terjerumus menjadi pelaku kriminalitas. Modernisasi mengubah adagium itu.
Ancaman terbesar anak kini datang dari narkoba yang beredar secara masif.
Menjadi ancaman terbesar hidup anak karena serangan dari narkoba datang seiring hilangnya ketauladanan dari banyak orangtua dan pemimpin. Di situlah generasi apatis dan jahat tercipta.
Seiring usia menapaki "kepala lima", Kombes Dr. Gidion kini tampak makin getol menyambangi panti-panti anak di Medan.
Segetol sikap humanis serta humble sang perwira yang tampak terus memberi rasa aman dan nyaman bagi anak di semua ruang publik Kota Medan.
Happy birthday, Kombes Dr. Gidion..!! (*)
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai momentum mengenang semangat perjuangan bangsa Indonesia.
Medan 18 menit lalu
Calon Mahasiswa Asal Nias Disambut di DPRD Sibolga.
Sumut 10 jam lalu
Warga Geruduk Rumah Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pantai Lab Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi y
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN Tindakan tegas tanpa kompromi terus digelorakan Polrestabes Medan terhadap para pelaku kriminal yang nekat mengusik ketenang
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Surya, mengajak seluruh kader Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMA
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Penataan kabel udara di Kota Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, terus menunjukkan progres signifikan. Dari to
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pantai Labu Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengunjungi Rumah Tahfidz Quran ArRahmah di Dusun II, Desa Ran
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Batu Bara Jajaran Satres Narkoba Polres Batu Bara kembali berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu.
Kriminal 12 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang bersih, transparan, dan berintegritas, Kejaksaan Negeri Karo menggela
Sumut 13 jam lalu