Babinsa Koramil 10 Tanah Jawa Ajak Warga Gotong Royong di Mariah Hombang
Jaga Kebersihan dan Kenyamanan Lingkungan, Babinsa Ajak Warga Gotong Royong di Mariah Hombang.
Sumut 48 detik lalu
POSMETRO MEDAN, Labura – Sebuah tabir gelap menyelimuti tata kelola administrasi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
Dusun Bangun Indah, Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-X, yang terletak tepat di bawah kaki Bukit Barisan, kini resmi menjadi "Dusun Hantu".
Ironisnya, meski kosong melompong tanpa penghuni selama tiga tahun terakhir, dusun ini diduga masih terus "menyedot" anggaran daerah.
Baca Juga:
Hasil penelusuran mengungkapkan bahwa seluruh warga Dusun Bangun Indah telah angkat kaki meninggalkan tanah kelahiran mereka. Penyebabnya klasik namun tragis, ketiadaan listrik PLN dan fasilitas pendidikan.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan memilukan. Rumah-rumah penduduk dan mushola yang dulu hidup kini berubah menjadi puing yang ditutupi semak belukar. Hanya beberapa petani karet yang sesekali singgah untuk berteduh saat menyadap, itu pun tidak menetap.
Baca Juga:
"Warga pindah ke Desa Rombisan, Marantiomas, hingga ke Kota Batu. Bahkan, Kepala Dusunnya sendiri sudah pindah ke Desa Rombisan tapi diduga masih menerima gaji aktif dari APBD," ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Kondisi ini memicu kemarahan publik. Pasalnya, secara administratif, Dusun Bangun Indah masih tercatat aktif di bawah naungan Desa Hatapang.
Hal ini menimbulkan kecurigaan besar mengenai ke mana larinya kucuran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diperuntukkan bagi dusun tersebut selama tiga tahun terakhir.
Kepala Desa Hatapang, Hutana Sihombing, kini menjadi sorotan tajam. Ia dituding lalai atau sengaja tidak melaporkan perpindahan massal penduduknya kepada pemerintah kecamatan maupun kabupaten.
"Kami menduga ada penyimpangan penggunaan Dana Desa. Bagaimana mungkin dusun tanpa manusia tetap tercatat aktif? Kami minta Bupati Labura segera turun tangan memanggil dan memeriksa Kades Hatapang," tegas warga tersebut.
Merespons gejolak yang memanas, Camat NA IX-X, Sukur Pasaribu, akhirnya memberikan pernyataan. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (8/5/2026), Sukur mengaku baru akan bergerak setelah informasi ini mencuat.
"Terima kasih informasinya, kami akan menindaklanjutinya," tulis Sukur singkat saat dihubungi media.
Ketika dicecar lebih dalam mengenai pertanggungjawaban penggunaan anggaran DD dan ADD di dusun tak berpenghuni tersebut selama 36 bulan terakhir, Sukur tidak memberikan rincian teknis. Ia hanya menegaskan langkah pemanggilan terhadap pimpinan desa terkait.
"Kami akan memanggil Kepala Desa Hatapang," tegasnya. (HBB)
Jaga Kebersihan dan Kenyamanan Lingkungan, Babinsa Ajak Warga Gotong Royong di Mariah Hombang.
Sumut 48 detik lalu
Erick Thohir Buka Suara! PSSI Evaluasi Timnas Indonesia Usai Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026.
Sport 25 menit lalu
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 06/Perdagangan Terjun Langsung Bantu Petani Tanam Padi.
Sumut 31 menit lalu
Pengendara Honda CBR Tewas Tabrak Truk di Pulo Bandring Asahan.
Peristiwa 36 menit lalu
Kunjungi Moderamen GBKP, Bupati Karo Serahkan Surat Pernyataan Resmi Penyerahan Aset RSUD Kabanjahe.
Sumut satu jam lalu
Polres Batu Bara kembali mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkotika.
Sumut satu jam lalu
Kecamatan Medan Tembung Gelar Gotong Royong Massal di Jalan Taduan.
Medan satu jam lalu
Polsek Medan Area Evakuasi Mayat Pria Pinggir Sungai Denai Tak Ada Tanda Kekerasan, Diduga Kesetrum Alat yang Digunakan
Medan 2 jam lalu
Di Bawah Kepemimpinan Wali Kota Wesly, Pematangsiantar Lokasi Ceremonial Start Sumut Rally 2026 FIA APRC Round 3 dan IMI National Round 4
Sport 2 jam lalu
Polsek Air Batu berhasil mengungkap dugaan tindak pidana narkotika.
Peristiwa 2 jam lalu