Rabu, 30 September 2026

Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam

Faliruddin Lubis - Kamis, 14 Mei 2026 11:36 WIB
Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam
IST
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal.

POSMETRO MEDAN,Medan-- Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.

Hingga akhir April 2026, Dinas Kesehatan Sumut mencatat lonjakan signifikan kasus suspek campak di sejumlah daerah, bersamaan dengan kosongnya stok vaksin MR selama hampir dua bulan di tingkat provinsi.

"Awal tahun 2026, terjadi kekosongan vaksin MR kurang lebih selama dua bulan pada kami," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal, Rabu (13/5).

Baca Juga:

Data Dinkes Sumut menunjukkan, hingga 30 April 2026 terdapat 748 kasus suspek campak.

Dari jumlah itu, 51 kasus telah dinyatakan positif melalui pemeriksaan laboratorium. Angka tersebut meningkat tajam dibanding data awal Maret 2026 yang masih berada di angka 387 kasus.

Baca Juga:

Lonjakan kasus paling banyak ditemukan di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Simalungun.

Bahkan Medan, Deli Serdang, serta Batubara kini telah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Ironisnya, daerah dengan temuan kasus tertinggi justru memiliki capaian imunisasi dasar yang masih rendah.

Di Medan, cakupan imunisasi bayi lengkap hingga April 2026 baru mencapai 7,6 persen.

Sementara, Simalungun berada di angka 22,77 persen dan Deli Serdang 31,48 persen.

Meski sejumlah daerah telah berstatus KLB, Pemerintah Provinsi Sumut hingga kini belum menetapkan status KLB di tingkat provinsi.

Dinas Kesehatan menilai penanganan campak tidak hanya terkendala distribusi vaksin, tetapi juga dipersulit maraknya informasi bohong terkait imunisasi yang beredar di masyarakat.

"Penolakan masih banyak terjadi karena informasi hoaks terkait imunisasi," ujar Hamid.

Selain itu, keterbatasan dukungan anggaran daerah juga disebut menjadi tantangan tersendiri dalam mengejar target imunisasi, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi.

Untuk menekan penyebaran kasus, Dinkes Sumut saat ini terus melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) dan menjalankan program PENARI atau Sepekan Mengejar Imunisasi sebagai upaya percepatan cakupan vaksinasi di daerah rawan.(erni)

Tags
beritaTerkait
Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin
Darma Putra Rangkuti Membaur di Tengah Warga, Jalan Santai HUT ke-66 Karang Taruna Simalungun
Gubernur Sumut Apresiasi Kontribusi Bupati Deli Serdang di Bidang Kesehatan Hewan
FJPI Sumut "Melalak" ke Toba Dukung UMKM
Kompolnas Apresiasi Keterbukaan Audit Investigasi Kasus Winda Lorenza, Libatkan Pihak Eksternal
Kemenag Sumut Lantik Sejumlah Pejabat, Integritas dan Pelayanan Prima Jadi Fokus
komentar
beritaTerbaru