Jumat, 14 Agustus 2026

Papua Geger! Kapal Super Mewah Haji Isam Ditempel Logo Kemenhan, Ada Beking Khusus?

P. Silalahi - Jumat, 14 Agustus 2026 17:45 WIB
Papua Geger! Kapal Super Mewah Haji Isam Ditempel Logo Kemenhan, Ada Beking Khusus?
facebook @Melihat Indonesia
Kapal super mewah milik Haji Isam yang ditempel Logo Kemenhan (Kemhan RI).

POSMETRO MEDAN- Kapal super mewah J7 Explorer yang disebut milik pengusaha asal Kalimantan, Haji Isam, menjadi sorotan setelah terlihat menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) di bagian lambungnya saat berada di Dermaga Merauke, Papua Selatan.

Kemunculan logo itu memicu pertanyaan publik karena J7 Explorer disebut sebagai kapal milik swasta. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi mengenai alasan penggunaan logo Kemenhan maupun pihak yang memberikan izin.

Baca Juga:

Kapal itu diduga digunakan sebagai fasilitas pendukung operasional proyek besar di Merauke, termasuk mobilisasi logistik, kendaraan, helikopter, dan personel.

Merauke sendiri sedang menjadi lokasi proyek strategis pemerintah, termasuk pengembangan lahan untuk cetak sawah dan perkebunan tebu.

Baca Juga:

Jika kapal itu memang dikerahkan untuk mendukung proyek, penggunaan aset swasta tentu dapat dipahami. Namun, penggunaan identitas resmi Kemenhan tetap membutuhkan penjelasan.

Mantan Jurnalis Soroti Aspek Keamanan

Mantan jurnalis Elias Kaluli Making dalam tulisannya --sebagaimana dikabarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Melihat Indonesia yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Jumat 14 Agustus 2026-- turut menyoroti kemungkinan penggunaan logo Kemenhan sebagai bentuk jaminan keamanan.

Elias menilai jika alasan penggunaan logo tersebut adalah keamanan, maka hal itu justru berpotensi menimbulkan persoalan keadilan. Ia membandingkannya dengan sejumlah maskapai swasta yang selama ini melayani masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

"Coba tengok ke pedalaman Papua. Di sana, ada puluhan armada pesawat milik maskapai swasta seperti Susi Air, Dimonim Air, dan lainnya yang setiap hari mempertaruhkan nyawa melayani rakyat di daerah terisolir," tulis Elias.

Menurutnya, operator penerbangan tersebut juga menghadapi ancaman keamanan, termasuk pesawat yang dibakar serta pilot yang ditembak atau disandera.

"Pernahkah negara memberikan mereka privilege untuk memasang logo Kemenhan atau TNI di badan pesawat mereka sebagai jaminan keamanan? Tidak," lanjutnya.

Sorotan itu menambah pertanyaan mengenai status penggunaan logo Kemenhan pada J7 Explorer. Apakah merupakan bagian dari kerja sama resmi, penanda fungsi tertentu, atau bentuk perlindungan keamanan?

Publik pun kini sedang menunggu penjelasan pemerintah mengenai siapa yang memberikan izin, apa dasar hukumnya, dan untuk kepentingan apa logo Kemenhan dipasang di kapal itu.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
KM Merpati Indah 7 Terbakar Hebat di Perairan Belawan, Diduga Akibat Kebocoran Knalpot
ABK Kapal Motor Emirates Tewas Mendadak Saat Melaut, TNI AL Bantu Lakukan Evakuasi
4 Kapal Ikan Sedang Sandar Terbakar di Belawan
Mesin Rusak, 6 Penumpang Kapal Nelayan Asal Langkat Hanyut Sampai Thailand
Korban Ada Dari Medan, Ini Identitas 14 Taruna Poltekpel-1 dan KKM
Kamar Mesin Kapal Motor Aceh Hebat II Meledak, 12 Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan 2 ABK Luka Bakar
komentar
beritaTerbaru