BNN dan Komisi III DPR RI Himpun Masukan Awasi Peredaran Vape
DORONG REGULASI ROKOK ELEKTRIK, BNN BERSAMA KOMISI III DPR RI HIMPUN MASUKAN UNTUK PENGAWASAN PEREDARAN.
Inter-Nasional 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Bukittinggi - Di tengah maraknya minuman kekinian yang bermunculan setiap Ramadan, Kota Pariaman, Sumatera Barat, masih menyimpan satu warisan kuliner khas yang tetap bertahan dari masa ke masa, yakni Anyang Batumbuak.
Minuman tradisional ini telah dikenal sejak tahun 1984 dan hingga kini masih setia hadir sebagai pelepas dahaga saat berbuka puasa.
Anyang Batumbuak merupakan minuman khas yang dibuat berdasarkan resep turun-temurun. Sayangnya, keberadaannya kini tergolong langka karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui atau mampu membuatnya.
Baca Juga:
Minuman ini umumnya hanya diracik oleh orang-orang tertentu yang masih menjaga tradisi dan pengetahuan kuliner lama.
Keunikan Anyang Batumbuak terletak pada komposisi bahannya yang tidak biasa. Minuman ini terbuat dari campuran berbagai buah dan rempah, seperti ambacang (mangga muda), pisang, buah timbaba (buah nangka kecil yang tidak berkembang), nenas, jeruk besar, serta tambahan cabai merah, cabai rawit, cabai giling, asam jawa, gula merah, garam, dan air secukupnya.
Baca Juga:
Seluruh bahan buah dipotong kecil-kecil lalu dicampur menjadi satu.
Kuah Anyang Batumbuak dibuat dengan cara memasak air bersama gula merah dan cabai giling hingga mendidih. Setelah kuah tersebut dingin, barulah dituangkan ke dalam campuran buah-buahan.
Perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan segar inilah yang menjadi ciri khas Anyang Batumbuak, sekaligus pembeda dari minumantradisional lainnya.
Selain menyegarkan, Anyang Batumbuak dipercaya mampu memberikan energi setelah seharian berpuasa. Kandungan buah-buahan segar serta gula alami dari gula merah menjadikan minuman ini cocok sebagai menu berbuka puasa, terutama untuk mengembalikan stamina dan menghilangkan dahaga.
Menariknya, minumantradisional ini masih dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan hanya sekitar Rp5.000 per bungkus, masyarakat sudah dapat menikmati cita rasa khas Anyang Batumbuak yang sarat nilai budaya dan sejarah.
Keberadaan Anyang Batumbuak menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Minangkabau, khususnya di Kota Pariaman, masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama pada momen Ramadan.
Di tengah arus modernisasi, Anyang Batumbuak bukan sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan juga simbol warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman. (RRI)
DORONG REGULASI ROKOK ELEKTRIK, BNN BERSAMA KOMISI III DPR RI HIMPUN MASUKAN UNTUK PENGAWASAN PEREDARAN.
Inter-Nasional 10 jam lalu
Cegah Rabies, Babinsa Koramil Siantar Selatan Dampingi Vaksinasi 60 Hewan Peliharaan Warga.
Sumut 10 jam lalu
Polres Karo menggandeng PNM membuka akses peluang kerja bagi warga masyarakat.
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Medan baru saja melangsungkan seminar internasional dengan nama
Peristiwa 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy, mengambil sumpah/janji dan melantik tiga pej
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengapresiasi keberhasilan Polresta Deli Serdang mengamankan 12 bandar narko
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menunjukkan kepedulian sosial
Medan 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA) Kota Medan kembali menggelar program &039Goes to School ke 4. Kali ini lemba
Medan 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan kembali menunjukkan eksistensinya, dalam memberantas peredaran narkoba. Kali ini, petugas be
Medan 18 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital sebagai langkah stra
Medan 22 jam lalu