25 Tahun Posmetro Medan, Kenangan Mahadahsyat yang Tak Terlupakan
25 Tahun Posmetro Medan, Dari &ldquoBayi Ajaib&rdquo hingga Bertahan di Era Digital.
Medan 2 jam lalu
Delapan puluh tahun perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia bukan hanya catatan panjang tentang sejarah sebuah institusi. Ia adalah kisah perjalanan bagaimana Polri terus beradaptasi, berbenah, dan menjawab harapan masyarakat yang semakin berkembang.
Di tengah tuntutan zaman yang berubah cepat, ukuran keberhasilan kepolisian hari ini tidak lagi hanya dilihat dari kemampuan menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Lebih dari itu, publik menilai bagaimana Polri hadir sebagai institusi yang dekat, melayani, dan memberikan rasa nyaman.
Baca Juga:
Semangat itulah yang terasa dalam kepemimpinan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, SIK, MH.
Menjadi Kapolda Sumatera Utara bukanlah tugas ringan. Sumut adalah provinsi dengan dinamika sosial yang kompleks. Wilayahnya luas, masyarakatnya sangat beragam, aktivitas ekonominya tinggi, dan tantangan keamanan yang dihadapi juga tidak sederhana. Dari persoalan kriminalitas, narkotika, konflik sosial, hingga berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Baca Juga:
Dalam kondisi seperti itu, mampu menjalankan tugas pokok kepolisian dengan baik saja sudah merupakan capaian tersendiri. Namun Whisnu memilih melangkah lebih jauh.
Ia tidak hanya menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menghadirkan semangat perubahan melalui berbagai pembenahan yang menyentuh langsung kebutuhan publik.
Sejak awal menjabat Kapolda Sumut, satu kata yang sering dikedepankannya adalah "berbenah". Sebuah kata sederhana, tetapi menjadi gambaran dari cara kerja yang ia bangun: memperbaiki yang kurang, meningkatkan yang sudah baik, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.
Menariknya, Whisnu bukan tipe pemimpin yang banyak mengumbar pernyataan. Ia tidak terlalu sibuk membangun citra melalui kata-kata. Ia lebih memilih bekerja, memastikan program berjalan, dan membiarkan hasil yang berbicara.
Karakter itulah yang kemudian terlihat dari berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan Polda Sumut.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai fasilitas pelayanan publik dibangun dan dibenahi. Puluhan gedung baru hadir, sejumlah fasilitas direnovasi, semuanya diarahkan untuk satu tujuan: memberikan pelayanan yang lebih nyaman, cepat, dan profesional kepada masyarakat.
Bagi Whisnu, pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun gedung. Ada filosofi pelayanan di balik setiap pembangunan. Bahwa masyarakat yang datang ke kantor polisi harus mendapatkan pengalaman yang lebih baik; merasa dihargai, dilayani, dan mendapatkan kepastian.
Karena pada akhirnya, wajah sebuah institusi sering kali terlihat dari bagaimana masyarakat diperlakukan ketika datang meminta bantuan.
Semangat pelayanan itu juga tampak dari hadirnya berbagai fasilitas yang membuka ruang interaksi lebih luas antara kepolisian dan masyarakat. Fasilitas olahraga di lingkungan Polda Sumut, ruang publik, hingga dukungan terhadap aktivitas masyarakat dan UMKM, menunjukkan pendekatan yang lebih humanis.
Polda tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Inilah yang menjadikan Whisnu layak disebut sebagai seorang "Kapolda Pembangun".
Bukan hanya karena membangun gedung atau fasilitas fisik, tetapi karena ia membangun cara pandang baru tentang bagaimana institusi kepolisian harus hadir. Bahwa pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran negara.
Berbagai penghargaan yang diterima Polda Sumut selama kepemimpinannya menjadi catatan atas kerja tersebut. Pengakuan di tingkat nasional, baik dalam bidang pengelolaan aset, pelayanan, kepemimpinan, maupun kontribusi dalam program strategis pemerintah, menunjukkan bahwa proses pembenahan yang dilakukan tidak berjalan tanpa hasil.
Namun lebih dari sekadar penghargaan, yang paling penting adalah perubahan yang dirasakan masyarakat.
Sebab ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya berapa banyak penghargaan yang terpajang di ruang kerja, tetapi seberapa besar manfaat yang hadir dari kebijakan yang dibuat.
Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, sosok seperti Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menjadi contoh bagaimana Polri terus berupaya memperbaiki diri. Bahwa transformasi kepolisian bukan hanya tentang modernisasi peralatan dan sistem, tetapi juga tentang membangun budaya kerja yang melayani.
Seorang Kapolda yang bekerja dalam senyap, tidak banyak berbicara tentang dirinya sendiri, tetapi serius menjalankan tanggung jawabnya.
Seorang pemimpin yang memahami bahwa kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui pencitraan, melainkan melalui konsistensi kerja dan ketulusan pengabdian.
Dan pada akhirnya, sejarah kepemimpinan akan selalu meninggalkan jejak. Di Sumatera Utara, salah satu jejak itu adalah bagaimana seorang Kapolda berusaha menghadirkan kepolisian yang semakin tak berjarak dengan masyarakat. Jejak seorang Kapolda yang tak pernah berhenti melakukan pembenahan. (Toga Nainggolan, Pemimpin Redaksi Posmetro Medan)
25 Tahun Posmetro Medan, Dari &ldquoBayi Ajaib&rdquo hingga Bertahan di Era Digital.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Kelas IA Khusus, Mardison, SH, melantik dua Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kabupaten Deli Serdang meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional Tahun 2026 katego
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDANLebih sepekan, 3 jurnalis yang sudah samasama di ambang sore, bersama seorang anak muda tangguh, melakukan perjalanan kelilin
Editorial 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Asahan Gelombang aksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan mengguncang sejumlah kantor pemerin
Peristiwa 12 jam lalu
Transportasi danau menjadi bagian penting bagi masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Samosir.
Sumut 14 jam lalu
Bupati Humbahas Menyerahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu
Sumut 15 jam lalu
Sidang KSOP Belawan, Saksi sebut Penerimaan Jasa Pelabuhan Sudah Disetor ke Negara
Medan 15 jam lalu
Tanggapi Dumas Presisi, Polsek Torgamba Amankan ZAS, 1,7 Gram Barang Bukti Disita
Sumut 16 jam lalu
Awalnya Ditangkap Warga Kasus Penggelapan Motor, Pria di Perbaungan Malah Kedapatan Kantongi Sabu
Sumut 17 jam lalu