Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur
Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur.
Medan 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Banda Aceh - Tujuh warga Indonesia diduga disekap dan dipekerjakan paksa di Myanmar oleh sindikat perekrut yang belum diketahui identitasnya. Empat dari korban merupakan warga Aceh dan dua lainnya asal Sumatera Utara serta satu orang dari Jawa Barat.
"Kita telah berkoordinasi dan menyurati Kemenlu dan KBRI di Myanmar, meminta upaya proteksi terhadap 7 WNI korbanTPPO, 4 orang di antaranya warga Aceh. Mereka saat ini belum ditemukan keberadaannya dan butuh upaya perlindungan," kata Anggota DPD Asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Baca Juga:
Berdasarkan informasi diperolehnya, kata Haji Uma, mereka diduga disekap di daerah Shwe Kokko, Myanmar. Haji Uma mengaku mengetahui tujuh WNI menjadi korbanTPPO usai menerima surat dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh.
Surat itu memuat identitas lengkap para korban terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan. Ketujuh korban adalah M. Taisar, Maulana Annur, dan Malik Rizky asal Lhokseumawe serta satu warga Aceh Besar Prabu Agung Pranata.
Baca Juga:
Dua korban lainnya asal Deli Serdang, Sumatera Utara yaitu Bayu Prayogi dan Timur Agum Shalfalih. Sementara korban perempuan Nur Hasanah asal Cianjur, Jawa Barat.
"Keselamatan WNI di luar negeri adalah tanggung jawab negara. Oleh karena itu, kita meminta agar pemerintah melalui perangkatnya yakni Kemenlu dan KBRI untuk memberikan upaya perlindungan dan penyelamatan kepada mereka yang menjadi korban kejahatan lintas negara," jelas Haji Uma.
Menurut Haji Uma, pihak KBRI Yangoon berkomitmen menelusuri keberadaan para korban. Mereka disebut mengalami kesulitan dalam menangani kasus itu salah satunya disebabkan situasi keamanan di negara tersebut tidak kondusif serta lemahnya penegakan hukum di Myanmar.
"Kondisi itu membuat penanganan kasus perdagangan orang maupun perlindungan WNI menjadi sangat kompleks. Meski demikian, KBRI tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan hukum, administrasi, hingga dukungan imigrasi, meskipun jumlah staf terbatas dan situasi konflik di Myanmar memperumit tugas mereka," ujarnya.
Haji Uma berharap para korban dapat segera ditemukan dan bisa dipulangkan ke tanah air secepatnya. Ia juga menegaskan pentingnya upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Masyarakat harus berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri, terutama melalui jalur tidak resmi yang kerap berujung pada praktik perdagangan orang. Pastikan keberangkatan hanya melalui mekanisme resmi dan dalam pengawasan pemerintah agar terhindar dari jeratan sindikat ilegal," kata Haji Uma.(dts)
Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur.
Medan 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan. Dua siswa MAN 1 Medan, Rafa Ruzain Ahmad dan Nazla Shakira Siregar, mendapat kesempatan untuk mengikuti Program Pertu
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan di tingkat nasional melalui inovasi di b
Inter-Nasional 3 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Kasus pencurian disertai kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Aspri
Peristiwa 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jaya Kota Medan menerima bantuan logistik berupa beras dar
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 30 perusahaan, sebagai up
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra D
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Warga Dusun XVIII Persil, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menyambut penuh s
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Kabupaten Langkat bersama Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi N
Peristiwa 16 jam lalu
Polisi Bekuk Maling Kabel anti petir milik Stasiun Radio Pantai Sibolga.
Sumut 17 jam lalu