Alamak! Sepasang Penumpang Ngeseks di Bangku Belakang Ditegur Sopir Taksi Online
Viral, Driver Taksi Online Tegur Tegas Penumpang Diduga Lakukan Tindakan Asusila
Viral 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Myanmar -- Keinginan Vera Kravtsova untuk meniti karier sebagai model internasional berakhir tragis. Perempuan cantik asal Belarusia itu diduga menjadi korban jaringan kriminal lintas negara yang memperdagangkan organ tubuh manusia. Alih-alih mendapat pekerjaan di Bangkok, Thailand, ia justru diculik dan dibunuh di wilayah perbatasan Myanmar.
Vera, 26 tahun, awalnya menerima tawaran kerja dari agen yang mengaku bisa membantunya menembus industri modeling di Thailand. Namun, setibanya di Bangkok, ia justru kehilangan paspor dan ponsel setelah berinteraksi dengan sindikat kejahatan yang ternyata bukan agensi resmi. Dari sanalah tragedi bermula.
Menurut laporan media Thailand Thaiger, Vera kemudian dibawa secara paksa ke wilayah utara Myanmar, ke sebuah tempat yang dikenal dengan sebutan Camp. Lokasi ini diduga menjadi markas operasi penipuan daring (online scam) milik kelompok kriminal asal China yang berkolaborasi dengan milisi lokal.
Di sana, Vera diperintahkan untuk melakukan penipuan asmara atau romance scam-modus di mana korban diharuskan berpura-pura menjalin hubungan emosional dengan orang kaya untuk kemudian memeras uang mereka. Namun, karena dianggap gagal mencapai target, nasibnya berakhir tragis.
Mengutip laporan media Ukraina UNN, keluarga Vera menerima pesan dari kelompok penculik yang menuntut tebusan hingga US$500.000 (sekitar Rp8,2 miliar) untuk mengembalikan jenazahnya. Namun, ketika uang tak kunjung dikirim, sindikat itu memberi tahu bahwa Vera telah dikremasi.
Lebih mengerikan lagi, sebelum dikremasi, organ tubuh Vera diduga telah diambil dan dijual di pasar gelap. "Kravtsova dijual ke organisasi perdagangan organ, organnya diambil, lalu jasadnya dikremasi," demikian isi pesan yang diterima keluarganya.
Sumber dari kepolisian Myanmar mengungkap bahwa sejak awal Vera telah dijebak oleh kontak palsu yang berpura-pura menjadi agen model profesional. "Ia dibawa dari Thailand ke Myanmar utara dan dijual sebagai budak," kata sumber tersebut, dikutip dari Chosun Daily.
Vera diketahui sempat menetap di Saint Petersburg, Rusia, setelah menyelesaikan studinya di universitas. Ia bekerja sebagai model lepas dan pernah mengikuti ajang pencarian bakat "The Voice Belarus."
Pemerintah Belarusia Angkat Bicara
Kasus ini akhirnya menarik perhatian pemerintah Belarusia. Duta Besar Belarus untuk Vietnam sekaligus Myanmar, Vladimir Borovikov, membenarkan bahwa pihaknya menerima permohonan bantuan dari seorang warga yang melaporkan anaknya hilang di Thailand atau Myanmar sejak 9 Oktober.
Namun, dalam pernyataan resminya, Borovikov tidak menyebut nama Vera secara langsung. Ia menyatakan bahwa pihak kedutaan telah menghubungi lembaga penegak hukum dan kementerian luar negeri di kedua negara untuk menelusuri keberadaan warga tersebut.
"Kami telah mengirimkan permintaan resmi dan menjalin kontak langsung dengan pihak berwenang terkait," ujar Borovikov, dikutip dari media Belarusia Belta.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan data penerbangan, perempuan yang dilaporkan hilang itu meninggalkan Bangkok menuju Yangon pada 20 September, dan sejak saat itu tidak pernah lagi terdengar kabarnya.
"Belum ada informasi tambahan yang kredibel mengenai keberadaan maupun status hukumnya. Upaya pencarian di Myanmar masih terus dilakukan," katanya.
Borovikov menegaskan bahwa pihak diplomatik hanya akan bertindak berdasarkan data resmi, sembari menyesalkan beredarnya berbagai rumor dan kabar tak terverifikasi yang justru menambah penderitaan keluarga korban.
"Kami menyesalkan perilaku tidak bermoral dari pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu demi sensasi," tegasnya.
(wan/dtc)
Viral, Driver Taksi Online Tegur Tegas Penumpang Diduga Lakukan Tindakan Asusila
Viral 5 menit lalu
Cuaca Kota Medan Banyak Diguyur Hujan Ringan, Cek Ramalan Kamis 12 Februari 2026.
Medan 15 menit lalu
Wali Kota Medan Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri di Medan Labuhan
Medan 29 menit lalu
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 12 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 13 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 13 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 13 jam lalu