3. Washington DC, AS (Indeks 78,7)
Sebagai pusat pemerintahan Amerika Serikat, Washington DC dipenuhi profesional dengan gaji tinggi seperti konsultan, pelobi, dan pegawai federal. Hal ini membuat harga restoran, bahan pokok, hingga layanan pribadi meningkat.
Baca Juga:
Kawasan elit seperti Georgetown dan Dupont Circle menyumbang tingginya biaya konsumsi, sementara monumen dan museum nasional tetap menjadi daya tarik utama.
4. Seattle, Washington, AS (Indeks 78,9)
Baca Juga:
Rumah bagi perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon dan Microsoft, Seattle menarik para profesional berpenghasilan tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang kuat mendorong kenaikan harga barang dan jasa.
Keterbatasan akses ke pusat pertanian utama juga membuat bahan makanan lebih mahal. Meski begitu, lanskap kota mulai dari Space Needle hingga Pike Place Market memberi daya tarik tersendiri.
5. Singapura (Indeks 79,1)
Negara-kota ini terkenal bersih, aman, dan efisien, tetapi kebijakan impor ketat menjadikan banyak barang konsumsi berharga tinggi. Upah besar di sektor keuangan dan teknologi turut menopang biayahidup yang mahal.
Minimnya produksi lokal membuat bahan makanan pun terasa lebih berat di dompet. Meski begitu, Singapura tetap diminati karena infrastruktur modern dan kualitas hidupnya.
6. Boston, Massachusetts, AS (Indeks 83,7)
Tags
beritaTerkait
komentar