Boston dikenal dengan universitas top seperti Harvard dan MIT yang mendongkrak ekonomi dan harga setempat. Sektor bioteknologi dan pendidikan menandai kota ini sebagai pusat inovasi, tetapi gaji tinggi juga mendorong pengeluaran harian meningkat. Kuliner dekat kampus atau pusat kota termasuk yang paling mahal di AS.
7. Reykjavik, Islandia (Indeks 83,7)
Baca Juga:
Keindahan alam Islandia yang menakjubkan berbanding lurus dengan tingginya biayahidup. Lokasi Reykjavik yang terpencil membuat hampir semua barang impor lebih mahal.
Sektor pertanian lokal yang terbatas membuat konsumen membayar lebih untuk kebutuhan pokok. Namun, kota ini menawarkan pemandangan unik, seni yang hidup, serta akses mudah ke Blue Lagoon dan wisata geotermal lainnya.
Baca Juga:
8. Honolulu, Hawaii, AS (Indeks 86,9)
Sebagai gerbang ke Hawaii, Honolulu menikmati popularitas wisatawan global. Namun, hampir semua komoditas harus diimpor melewati perjalanan panjang, sehingga harga menjadi sangat tinggi. Permintaan besar dari sektor pariwisata pun menambah beban biayahidup bagi warga setempat.
9. San Francisco, California, AS (Indeks 90,5)
San Francisco tetap menjadi simbol kekayaan dan inovasi teknologi. Kedekatannya dengan Silicon Valley dan pasar perumahan yang sangat ketat membuat harga barang dan jasa umum meroket. Dari secangkir kopi hingga servis kendaraan, hampir semua terasa lebih mahal di kota penuh startup ini.
10. Bern, Swiss (Indeks 95,0)
Ibu kota Swiss ini mengombinasikan pesona kota tua bersejarah dengan kehidupan modern. Kekuatan franc Swiss dan ekonomi stabil membuat harga kebutuhan pokok tinggi. Gaji besar pekerja pemerintahan dan sektor keuangan turut mendorong meningkatnya biayahidup.
Tags
beritaTerkait
komentar