Kamis, 14 Mei 2026

Tinggal di Kota Mahal? Ini 15 Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi Dunia

Faliruddin Lubis - Sabtu, 17 Januari 2026 12:44 WIB
Tinggal di Kota Mahal? Ini 15 Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi Dunia
Twitter @thealepalombo
Zurich, Swiss.

POSMETRO MEDAN,Zurich – Indeks Biaya Hidup kembali merilis daftar kota-kotatermahal di dunia. Indeks ini membandingkan pengeluaran konsumen sehari-hari, mulai dari harga bahan makanan, restoran, transportasi, hingga utilitas di berbagai kota besar dunia. Sebagai catatan, indeks ini tidak memasukkan biaya perumahan seperti sewa atau cicilan rumah.

Dalam indeks tersebut, angka 100 dijadikan patokan biaya hidup New York City. Artinya, kota dengan indeks 120 diperkirakan 20 persen lebih mahal dari New York, sementara indeks 80 berarti sekitar 20 persen lebih murah.

Berdasarkan pemeringkatan tahun 2025, sejumlah kota di Amerika Serikat dan Swiss mendominasi daftar teratas sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi. Tingginya gaji, kuatnya sektor keuangan dan teknologi, hingga ketergantungan pada barang impor menjadi faktor utama mahalnya harga kebutuhan harian.

Baca Juga:

Berikut 15 kota dengan biaya hiduptermahal di dunia berdasarkan Indeks Biaya Hidup:

1. San Diego, Amerika Serikat (Indeks 77,9)

Baca Juga:

Dikenal dengan iklim yang nyaman dan sektor bioteknologi yang berkembang, San Diego memiliki harga bahan makanan dan transportasi yang relatif tinggi. Keberadaan pusat penelitian dan militer ikut mendorong tingginya upah dan biaya hidup.

2. London, Inggris (Indeks 77,9)

Sebagai pusat keuangan dan budaya global, London menghadapi tingginya permintaan sumber daya. Harga transportasi, makanan, hingga kebutuhan pokok sehari-hari tergolong mahal, seiring derasnya arus wisatawan dan pekerja internasional.

3. Washington DC, Amerika Serikat (Indeks 78,7)

Konsentrasi pekerja bergaji tinggi di sektor pemerintahan dan lembaga internasional membuat biaya hidup di ibu kota AS ini meningkat, terutama untuk kuliner, ritel, dan layanan jasa.

4. Seattle, Amerika Serikat (Indeks 78,9)

Didukung industri teknologi besar seperti Amazon dan Microsoft, Seattle mencatat biaya hidup tinggi. Kenaikan gaji di sektor teknologi berimbas pada harga barang dan jasa sehari-hari.

5. Singapura (Indeks 79,1)

Sebagai pusat keuangan Asia, Singapura dikenal dengan efisiensi dan standar hidup tinggi. Kebijakan impor ketat serta keterbatasan lahan membuat harga kebutuhan pokok relatif mahal.

6. Boston, Amerika Serikat (Indeks 83,7)

Keberadaan universitas ternama seperti Harvard dan MIT serta industri bioteknologi mendorong tingginya biaya hidup, khususnya di sektor makanan dan layanan publik.

7. Reykjavik, Islandia (Indeks 83,7)

Letaknya yang terpencil membuat Islandia sangat bergantung pada impor. Akibatnya, harga makanan dan kebutuhan harian di Reykjavik menjadi sangat tinggi.

8. Honolulu, Amerika Serikat (Indeks 86,9)

Sebagai kota wisata utama di Hawaii, hampir seluruh barang di Honolulu harus didatangkan dari luar pulau. Biaya pengiriman dan tingginya permintaan wisatawan membuat harga melonjak.

9. San Francisco, Amerika Serikat (Indeks 90,5)

Kedekatannya dengan Silicon Valley menjadikan San Francisco salah satu kotatermahal, dengan harga makanan, transportasi, hingga jasa yang jauh di atas rata-rata.

10. Bern, Swiss (Indeks 95,0)

Ibu kota Swiss ini memiliki ekonomi stabil dan mata uang kuat. Gaji tinggi di sektor pemerintahan dan keuangan turut memengaruhi mahalnya biaya hidup.

11. Basel, Swiss (Indeks 98,0)

Didukung industri farmasi besar, Basel menikmati aliran pendapatan tinggi yang berimbas pada mahalnya harga restoran, layanan, dan barang konsumsi.

12. New York City, Amerika Serikat (Indeks 100,0)

Sebagai kota acuan indeks, New York dikenal dengan biaya hidup tinggi, terutama di Manhattan. Permintaan tinggi dari penduduk dan wisatawan membuat harga kebutuhan dasar tetap premium.

13. Jenewa, Swiss (Indeks 100,7)

Markas berbagai organisasi internasional ini memiliki biaya hidup tinggi akibat tingginya standar regulasi, gaji profesional global, dan harga layanan publik.

14. Lausanne, Swiss (Indeks 100,9)

Kota universitas di tepi Danau Jenewa ini mencatat biaya hidup tinggi seiring tingginya pendapatan sektor publik dan swasta, serta gaya hidup kelas atas.

15. Zurich, Swiss (Indeks 103,8)

Zurich menempati posisi puncak sebagai kotatermahal di dunia pada 2025. Gaji tinggi di sektor perbankan dan asuransi, ditambah harga barang impor dan layanan premium, menjadikan biaya hidup di kota ini melampaui New York City.

Meski tergolong mahal, kota-kota tersebut tetap menjadi tujuan favorit untuk bekerja dan berkarier. Faktor kualitas hidup, peluang ekonomi, sistem kesehatan, serta kekayaan budaya sering kali dianggap sepadan dengan tingginya biaya.

Memahami indeks biaya hidup dapat membantu individu merencanakan anggaran dan menyesuaikan gaya hidup sebelum memutuskan untuk tinggal atau berkunjung ke kota-kota tersebut.(sindo)

Tags
beritaTerkait
Rico Waas Buka Peluang Kolaborasi Global, UNDP Siap Dukung Pengelolaan Sampah Dan Digitalisasi
Rico Waas Ajak Australia Investasi dan Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Tunggakan Uang Sekolah Siswa SMP Panca Budi Selesai, Wali Kota Rico Waas Gercep Dan Bukan Omon-omon
JB Bastian Siringoringo Mandataris Garda Pemuda NasDem Kota Medan Periode 2026 - 2031
Puskesmas Medan Labuhan Pastikan Kondisi Bayi Salwa Membaik dan Berat Badan Meningkat Pasca Operasi
Rico Waas: Era Baru Tata Kelola Lingkungan Medan Dimulai
komentar
beritaTerbaru