Patroli Malam Satuan Brimob Polda Sumut Sasar Gangguan Kamtibmas di Sejumlah Ruas Jalan Kota Medan
Patroli Malam Satuan Brimob Polda Sumut Sasar Gangguan Kamtibmas di Sejumlah Ruas Jalan Kota Medan.
Medan 33 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Samosir - Delegasi Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia, menyebut jejak letusan Gunung Toba yang masih tersimpan di wilayah Lenggong menjadi bukti ilmiah keterkaitan kedua kawasan.
Hubungan geologi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama pengembangan geopark antara Indonesia dan Malaysia.
Hal itu disampaikan perwakilan dari Lenggong UNESCO Global Geopark, Ahmad Fazril bin Ramli, saat mengikuti rangkaian The 7th Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2026, dalam kegiatan kunjungan langsung ke Huta Raja, Kampung Ulos, Kabupaten Samosir, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga:

Baca Juga:
Menurut Ahmad Fazril, kehadiran delegasi Lenggong dalam Geofest 2026 bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga untuk mempererat hubungan yang telah terjalin dengan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.
Ia mengatakan, keterkaitan kedua kawasan tidak hanya terbangun melalui jejaring UNESCO Global Geopark, melainkan juga dibuktikan secara ilmiah melalui jejak letusan Gunung Toba yang ditemukan di Lenggong.
"Kami hadir di Toba dalam rangka GeoFest 2026 untuk mempererat hubungan dengan sahabat-sahabat kami di Toba. Perlu diketahui, jejak letusan Toba juga terdapat di Lenggong, yakni berupa endapan Toba Ash (endapan abu vulkanik Toba) yang memiliki salah satu ketebalan terbesar di kawasan kami," ujar Ahmad Fazril.
Ia menambahkan, abu vulkanik hasil letusan supervulkan Toba telah mencapai Lenggong dan hingga kini masih dapat dijumpai di sejumlah lokasi.
Endapan ini bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu geosite karena memiliki nilai ilmiah yang tinggi.
"Abu letusan Gunung Toba mencapai Lenggong. Hal itu terbukti dari sejumlah geosite yang memiliki ketebalan endapan hampir 10 kaki," katanya.

Keberadaan Toba Ash, lanjutnya, menjadi salah satu daya tarik yang selalu diperkenalkan kepada wisatawan maupun peneliti yang datang ke Lenggong. Selain menjadi bukti sejarah letusan supervulkan Toba, kawasan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai proses geologi yang menghubungkan kedua wilayah.
"Toba Ash menjadi salah satu geosite kami. Kepada para pengunjung, kami selalu memperlihatkan endapan abu Toba tersebut. Sebagiannya berada di lokasi yang telah dibangun, sementara sebagian lainnya tetap dipertahankan sebagai kawasan geosite," ucapnya.
Ahmad Fazril menilai, keterkaitan geologi itu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Toba Caldera UNESCO Global Geopark dan Lenggong UNESCO Global Geopark. Menurutnya, kedua kawasan dapat saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan geopark, pelestarian budaya hingga pengembangan pendidikan kebumian.
"Kami dapat saling berbagi pengalaman dalam pengembangan budaya, program geoschool, serta berbagi hasil penelitian mengenai endapan abu Toba. Menurut kami, itulah potensi kerja sama terbesar yang dapat dikembangkan bersama," katanya.
Ia menambahkan, kunjungan ke Toba bukanlah yang pertama bagi delegasi Lenggong. Pada 2025, pihaknya mengirim sekitar 40 delegasi ke Toba. Sementara pada GeoFest 2026, Lenggong kembali berpartisipasi dengan mengirimkan 13 delegasi.
Setelah mengikuti rangkaian GeoFest 2026 mulai dari pre-event di Raja Ampat hingga main event di Toba Caldera, Ahmad Fazril mengaku memperoleh banyak pelajaran mengenai pengelolaan geopark yang melibatkan masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi bekal untuk menyukseskan post-event GeoFest 2026 di Lenggong sekaligus diterapkan dalam pengelolaan geopark di wilayahnya.
"Yang kami pelajari dari Raja Ampat dan Toba Caldera adalah bagaimana masyarakat hidup menyatu dengan alam. Alam tidak perlu dirusak untuk memberikan manfaat. Justru selama kelestariannya dijaga, alam akan terus memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat. Pelajaran itulah yang ingin kami terapkan di Lenggong," pungkasnya. (win)
Patroli Malam Satuan Brimob Polda Sumut Sasar Gangguan Kamtibmas di Sejumlah Ruas Jalan Kota Medan.
Medan 33 menit lalu
Remaja Pemilik Akun Instagram Geng Motor di Medan Diamankan Polisi.
Peristiwa satu jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi Sambut Audiensi Panitia Sudirman Cup 7 dan Panitia Pesta Olob Olob 123 Resort Siantar GKPS Jalan Sudirman.
Sumut 14 jam lalu
Moment Wakapolres Dairi Pulihkan Mental 2 Bocah Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang.
Peristiwa 15 jam lalu
Operasi Gabungan Bongkar 2,6 Ton Cairan Mengandung Metamfetamin di Kepri.
Sumut 16 jam lalu
Ratusan warga Desa Semangat Gunung menggelar aksi damai ke Kantor Bupati Karo,
Sumut 17 jam lalu
Wali Kota Bersama Rektor UHKBPN Pematangsiantar Tanda Tangani Kesepakatan Bersama tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Sumut 18 jam lalu
Terseret OTT KPK, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diduga Terlibat Pengondisian Mahasiswa Baru.
Inter-Nasional 21 jam lalu
Anggota Geng Motor di Medan Sering Pamer Celurit di Jalanan hingga Bikin Resah, Kicep Ditangkap Polisi.
Medan 22 jam lalu
Gerebek Rumah di Pattimura, Satres Narkoba Polres Asahan Amankan Sabu dan Pil Ekstasi.
Sumut 22 jam lalu