Sabtu, 04 Juli 2026

Lenggong Siap Jadi Tuan Rumah Penutupan Geofest 2026 di Ipoh

Wiwin Vamela - Sabtu, 04 Juli 2026 16:25 WIB
Lenggong Siap Jadi Tuan Rumah Penutupan Geofest 2026 di Ipoh
win
Delegasi Lenggong UNESCO Global Geopark mengikuti The 7th Geotourism Festival and International Conference (GeoFest) 2026 di Kaldera Toba UNESCO Global Geopark dengan menelusuri 3 kabupaten yaitu Simalungun, Samosir dan Karo.

POSMETRO MEDAN, Samosir - Rangkaian Geofest 2026 akan berlanjut ke Malaysia. Sebelumnya, pre-event digelar di Raja AmpatUNESCOGlobal Geopark dan main event di Kaldera TobaUNESCOGlobal Geopark.

Penutupan ajang internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21-24 Juli 2026.

Perwakilan Lenggong UNESCOGlobal Geopark, Ahmad Fazril bin Ramli mengatakan Lenggong mendapat kehormatan menjadi tuan rumah post-event GeoFest 2026. Kehadiran delegasi Lenggong di Toba Caldera juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang menghubungkan seluruh tuan rumah GeoFest tahun ini.

Baca Juga:

"GeoFest 2026 diawali di Raja Ampat, kemudian berlanjut ke Toba sebagai main event, dan akan ditutup di Lenggong. Keterkaitan itulah yang membuat kami hadir di setiap lokasi penyelenggaraan sebagai bentuk dukungan dan mempererat hubungan antargeopark," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan The 7th Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2026, dalam kegiatan kunjungan langsung ke Huta Raja, Kampung Ulos, Kabupaten Samosir, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga:

Ahmad Fazril menjelaskan, meski post-event tetap mengusung nama Lenggong, pelaksanaannya dipusatkan di Ipoh, Malaysia. Keputusan itu diambil karena kapasitas hotel dan fasilitas akomodasi di Lenggong masih terbatas, sehingga belum mampu menampung seluruh delegasi yang akan hadir.

Ia mengatakan, Ipoh dipilih karena memiliki akses logistik yang lebih mudah. Dengan demikian, seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan lebih nyaman tanpa mengurangi substansi kegiatan di Lenggong.

"Post-event tetap menggunakan nama Lenggong, tetapi pelaksanaannya dipusatkan di Ipoh karena kapasitas akomodasi di Lenggong masih terbatas. Ipoh memiliki fasilitas dan akses logistik yang lebih baik untuk melayani seluruh peserta," katanya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan menginap di Ipoh. Sementara itu, kunjungan lapangan tetap dilakukan ke sejumlah geosite di Lenggong. Kegiatan field trip tersebut dirancang hanya berlangsung sehari sehingga peserta dapat kembali ke Ipoh untuk melanjutkan agenda berikutnya.

"Peserta akan menginap di Ipoh, kemudian mengikuti field trip ke sejumlah geosite di Lenggong sebelum kembali lagi ke Ipoh. Dengan begitu seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih efektif," ujarnya.

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Jejak Toba Ash di Lenggong Jadi Penghubung Geopark Indonesia-Malaysia
Presiden APGN: Toba Caldera Bisa Manfaatkan Jejaring Geopark Asia Pasifik
Pemprov Sumut Targetkan Geosite Toba Bertambah dari 16 Menjadi 40 Tahun Ini
Indonesia Miliki 12 UNESCO Global Geopark, Terbanyak Ketiga di Dunia
Hari Kedua Geofest 2026 Diwarnai Aksi Konservasi, Dorong Toba Caldera Menuju Green Zone
Kejam! Wanita Aceh Dibunuh di Malaysia Sedang Hamil, Perut Diinjak hingga Melahirkan
komentar
beritaTerbaru