Ginka Ginting Jadi Komisaris PT Pertamina Retail Disorot Publik
Ginka Febriyanti Ginting jadi Komisaris PT Pertamina Retail menjadi perhatian publik.
Profil 16 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Perum Bulog mendapat penugasan untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada lebih dari 18 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Penugasan itu diberikan melalui surat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tertanggal 4 Juli 2025.
"Alhamdulillah, per 4 Juli penugasan bantuan program beras telah Badan Pangan Nasional keluarkan kepada Bulog. Ini merupakan bukti komitmen Bapak Presiden Prabowo yang menaruh perhatian besar terhadap rakyat," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam pernyataan resminya, dikutip dari CNBCIndonesia, Sabtu (5/7/2025).
Arief menjelaskan, bantuan beras ini diberikan kepada 18.277.083 penerima, masing-masing sebanyak 10 kilogram per bulan untuk dua bulan alokasi, yakni Juni dan Juli 2025. Penyaluran dilakukan sekaligus dalam satu kali pengiriman (one shoot).
Adapun data penerima bantuan berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dihimpun Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah juga menyiapkan 4 juta cadangan penerima sebagai antisipasi perubahan data di lapangan.
"Proses ini memang butuh waktu karena penugasan baru bisa kami keluarkan setelah Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan masuk. Ini juga jadi catatan perbaikan dari BPK," jelas Arief.
Penyaluran bantuan akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat. Arief menekankan pendekatan kolaboratif karena karakteristik wilayah di Indonesia sangat beragam.
"Dengan pendekatan gotong royong, kami yakin distribusi ini bisa berjalan lancar di semua provinsi," ujar dia.
Program bantuan beras ini merupakan bagian dari agenda pro rakyat yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah berharap intervensi ini bisa menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah serta menekan laju inflasi, khususnya inflasi pangan.
Tercatat pada September 2023, inflasi beras sempat melonjak ke 5,61%, sebelum melandai ke 0,48% di Desember 2023 usai program bantuan digulirkan. Tren serupa juga terjadi pada 2024, di mana inflasi beras pada Februari sempat menyentuh 5,32%, namun mampu ditekan ke 0,1% di akhir tahun berkat keberlanjutan program ini.
Sementara itu, pada Juni 2025, inflasi beras tercatat naik ke 1%, dari 0,36% di Januari 2025. Dengan situasi ini, pemerintah menilai penyaluran kembali bantuan pangan pada Juli adalah langkah strategis untuk meredam gejolak harga dan menjaga kestabilan pasar.
Ginka Febriyanti Ginting jadi Komisaris PT Pertamina Retail menjadi perhatian publik.
Profil 16 menit lalu
Pengedar sabu di Sorkam Barat diamankan Sat Resnarkoba Polres Tapteng.
Kriminal 32 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegi
Medan 42 menit lalu
Polres Toba lewat Unit Reskrim Polsek Balige menangkap 2 pelaku pencurian sepeda motor.
Sumut 45 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Pakpak Bharat Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (
Sumut 57 menit lalu
Nilai tukar Rupiah diprediksi melemah seiring antisipasi rilis data ekonomi AS.
Bisnis satu jam lalu
Kadis SDABMBK menekankan pentingnya sinergi untuk menyukseskan APEKSI dan persiapan Triwulan III yang berintegritas
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan
Inter-Nasional 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dinamika internal Partai Buruh kembali bergejolak di Sumatera Utara. Bendahara Partai Buruh, Sri Astuti, bersama beberapa
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. R
Inter-Nasional 2 jam lalu