Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -- Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan menemukan 212 merek beras premium yang tidak sesuai ketentuan baik kualitas beras, volume, maupun harga eceran tertinggi (HET). Temuan tersebut dari berbagai merek. Praktik oplosan beras itu berpotensi merugikan negara hingga Rp 100 triliun. Selain masyarakat juga menderita dampaknya.
Masyarakat harus jeli saat membeli beras agar tidak sampai mendapatkan beras palsu atau oplosan. Lalu, bagaimana caranya membedakan beras oplosan dan asli?
Pakar teknologi industri pertanian dari IPB University Prof Tajuddin Bantacut mengatakan ciri-ciri beras oplosan bisa dikenali secara kasat mata. Menurutnya, beras oplosan dapat terlihat dari warna yang tidak seragam, butiran yang berbeda ukuran, dan tekstur nasi yang lembek setelah dimasak.
Baca Juga:
"Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur dan butiran maka dapat dicurigai sebagai beras yang telah dioplos dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing," katanya dikutip dari laman resmi IPB University, Sabtu (12/7/2025).
Dalam beberapa kasus, lanjut dia, beras oplosan juga dicampur dengan bahan tambahan benda asing termasuk zat pewarna atau pengawet berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Tajuddin mengimbau masyarakat mewaspadai beras yang terlihat tidak biasa, berwarna aneh, atau berbau. "Hindari membeli beras tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas. Cuci beras sebelum dimasak dan waspadai bila ada benda asing yang mengambang," ujarnya.
Tajuddin mengungkapkan ada tiga jenis beras oplosan. Pertama, beras yang dicampur dengan bahan lain seperti jagung.
Kedua, beras campuran beberapa jenis beras untuk memperbaiki rasa dan tekstur.
Ketiga, beras yang dicampur dengan bahan tidak lazim atau sudah rusak, kemudian dikilapkan atau dipoles ulang agar tampak bagus kembali, padahal mutunya sudah menurun.
Ciri-ciri Beras Asli dan Oplosan
Mengonsumsi beras palsu atau oplosan tentu berisiko terhadap gangguan keseatan, seperti kerusakan organ dalam tubuh, pencernaan, hingga bisa terpapar zat karsinogenik penyebab kanker. Untuk itu, sebaiknya kenali ciri-ciri beras oplosan sebelum membeli atau mengonsumsinya.
Berikut ciri-ciri beras asli dan palsu atau oplosan:
1. Tekstur beras terlalu halus dan licin
Beras asli memiliki permukaan yang cenderung kasar dan tidak terlalu mengilap. Jika butir beras terlalu halus, licin, dan tampak mengkilap seperti plastik, maka ini patut dicurigai bisa saja sudah dioplos. Warna beras berkilap berlebihan bisa jadi berasal dari bahan sintetis.
2. Tercium aroma yang aneh
Beras asli umumnya memiliki aroma khas, seperti wangi pandan, pulen, atau harum. Sementara beras palsu tidak berbau sama sekali atau mengeluarkan aroma sangit, seperti plastik terbakar.
3. Mengapung saat direndam air
Ciri-ciri beras asli umumnya akan tenggelam saat direndam dalam air karena berat jenisnya lebih tinggi. Namun, apabila sebagian besar butir beras justru mengapung, maka besar kemungkinan itu bukan beras asli.
Hasil air dari rendaman beras pun juga berbeda. Air pada beras asli akan berubah menjadi keruh keputihan, sementara beras palsu tidak ada perubahan warna atau tetap jernih.
4. Hasil masakan nasi tidak wajar
Saat dimasak, beras palsu bisa memberikan hasil yang aneh, seperti nasi matang terlalu lembek atau sulit matang. Setelah didinginkan, nasi dari beras palsu akan cepat mengeras dan sulit dicerna. Sementara, beras asli akan menjadi nasi yang lembut, manis, dan mudah dikunyah.
5. Bentuk beras yang berbeda
Dari segi bentuk fisik, beras asli memiliki butiran yang berbentuk gemuk dan terlihat ada guratan alami di permukaannya, sementara beras palsu tampak lebih ramping dan permukaannya licin tanpa guratan.
6. Tidak meleleh saat dibakar
Cara mudah lainnya adalah membakar beberapa butir beras dengan api kecil. Jika meleleh dan mengeluarkan aroma plastik, berarti itu bukan beras alami. Beras asli akan gosong atau menghitam seperti bahan organik lainnya.
Selain beras palsu, masyarakat juga perlu mewaspadai praktik oplosan, yaitu mencampur beras kualitas premium dengan yang rendah.
Beras oplosan biasanya warna tampak kusam atau tidak merata, dijual dengan harga yang tidak wajar (lebih murah), dan kemasan yang tidak rapi atau sobek
(wan/bbs)
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 6 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 6 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 6 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 6 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 7 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 8 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 9 jam lalu