Senin, 26 Oktober 2026
Polisi Thailand Tahan Wat Phutthaisawan atas Dugaan Penggelapan Dana Kuil Lebih dari 92 Juta Baht dan Perbuatan Asusila

Viral! Mantan Kepala Biara Thailand Anu Dengan Gaya Misionaris di Atas Meja Sama Wanita

Faliruddin Lubis - Jumat, 11 September 2026 20:03 WIB
Viral! Mantan Kepala Biara Thailand Anu Dengan Gaya Misionaris di Atas Meja Sama Wanita
IST
Rekaman video asusila Mantan Kepala Biara Wat Phutthaisawan dan wanita sempat beredar luas di media sosial Thailand dan memicu reaksi keras masyarakat.

POSMETRO MEDAN, Thailand – Polisi Thailand menahan seorang mantan kepala biara berusia 66 tahun dari Wat Phutthaisawan, kuil kerajaan bersejarah di Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya, pada Kamis (10/9/2026).

Ia dituduh menggelapkan dana kuil lebih dari 92 juta baht (sekitar Rp42 miliar) serta terekam CCTV melakukan perbuatan asusila bersama seorang wanita di dalam kamar biaranya.

Tersangka, yang sebelumnya dikenal sebagai Phra Wachirayan Wi. atau Luang Pho Atichot (Atichot Dhammavaro/Thammavaro), ditangkap oleh petugas dari Crime Suppression Division (CSD) di bawah Central Investigation Bureau (CIB) di kediamannya di kompleks kuil sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Baca Juga:

Penangkapan dilakukan berdasarkan surat perintah pengadilan anti-korupsi yang diterbitkan 8 September 2026. Bersamanya, polisi juga menangkap wanita berusia 47 tahun bernama Punyavee (atau Punyawee) Rungrueang, yang dikenal dekat dengannya dan dijuluki "Ae" atau "Si Ka Ae".

Menurut penyidik, dana sumbangan kuil dialihkan untuk kepentingan pribadi. Selama lebih dari dua tahun, lebih dari 20 sertifikat atau kuitansi donasi diduga diterbitkan secara tidak sah atas nama kuil, menimbulkan kerugian melebihi 92 juta baht (beberapa laporan menyebutkan sekitar 100 juta baht).

Baca Juga:

Sebagian dana tersebut ditransfer ke rekening wanita tersebut untuk disembunyikan atau dikonversi. Dalam penggeledahan di sejumlah lokasi, polisi menyita sejumlah besar aset, termasuk uang tunai (laporan terbaru menyebut lebih dari 138 juta baht), emas dan perhiasan (lebih dari 1.000 baht-weight atau sekitar 1.066 baht-weight, bernilai puluhan juta baht), amulet emas, serta dokumen terkait tanah dan investasi.

Rekaman kamera pengawas di dalam kamar biara menjadi bukti kuat. Footage tersebut menunjukkan interaksi intim dan perbuatan seksual antara mantan kepala biara dan wanita tersebut dengan gaya misionaris (termasuk di atas meja bundar oranye yang kemudian disita sebagai barang bukti).

Rekaman itu sempat beredar luas di media sosial Thailand dan memicu reaksi keras masyarakat. Sejumlah umat menyatakan kekecewaan mendalam karena peristiwa tersebut terjadi di area kuil yang seharusnya dijaga kesuciannya. Sebagian mengaku kehilangan kepercayaan dan menunda kunjungan ke kuil.

Setelah ditangkap, biksu tersebut segera dicopot dari jubah kebiksuannya (disrobe) karena pelanggaran parajika dalam disiplin monastik Buddha terkait hubungan seksual. Proses pencopotan dilakukan di bawah pengawasan pejabat dari Kantor Buddhisme nasional dan senior sangha.

Ia kini dikenal kembali dengan nama awamnya, Atichot Thanprasert (atau variasi serupa). Baik mantan kepala biara maupun wanita tersebut diduga menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk penggelapan oleh pejabat publik, pelanggaran atau kelalaian tugas, konspirasi pencucian uang, dan pencucian uang.

Tags
beritaTerkait
HSN 2026 di Deli Serdang, Santri Didorong Kuasai Ilmu dan Teknologi
Sawadee Kha, Rektor Sambut Hangat 8 Mahasiswa Thailand Studi di UINSU Medan
Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2
Pelatihan TOAFL Jadi Langkah UINSU Medan Tingkatkan Kualitas Kompetensi Mahasiswa
Forkom IJK Goes to Deli Serdang, Mahasiswa Didorong Cakap Kelola Keuangan
Bupati Deli Serdang Tekankan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Objektif dan Berkeadilan
komentar
beritaTerbaru