Minggu, 28 Juni 2026

Merdeka yang Cacat: Rakyat Masih Terkurung di Negeri Sendiri

Administrator - Minggu, 10 Agustus 2025 22:26 WIB
Merdeka yang Cacat: Rakyat Masih Terkurung di Negeri Sendiri
Reza
Salah satu jalanan yang dipenuhi sampah.

POSMETRO MEDAN, Medan-Delapan puluh tahun negeri ini mengumandangkan kata "merdeka". Namun, di lorong-lorong kota dan sudut kampung, kemerdekaan itu kerap terasa sebatas slogan. Bendera memang berkibar, upacara berlangsung khidmat, tetapi perut rakyat tetap keroncongan, dan dompet kian tipis.

Harga pangan terus melonjak, lapangan kerja semakin menyempit, dan pengangguran mengintai di setiap persimpangan. Di tengah limpahan kekayaan alam, rakyat justru menjadi kuli di tanah sendiri. Ironi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: kemerdekaan ini sejatinya untuk siapa?

Adam W, warga yang puluhan tahun bergelut dengan masyarakat bawah, menegaskan, "Secara fisik kita memang tak lagi dijajah, tapi secara ekonomi dan kebijakan, kita masih dikurung. Kaum penjajah menari-nari, kita yang menangis-nangis."

Baca Juga:

Data Badan Pusat Statistik membuktikan, ketimpangan pendapatan semakin menganga. Segelintir orang mengeruk keuntungan besar dari sumber daya negeri, sementara jutaan rakyat hanya mengandalkan upah harian yang tak mencukupi kebutuhan dasar. Pepatah lama kembali terasa relevan: *Rakyat mati kelaparan di lumbung padi.*

Merdeka sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan bersenjata, tetapi juga bebas dari kelaparan, pengangguran, dan ketidakadilan. Tanpa itu semua, kata "merdeka" tak lebih dari hiasan di baliho dan materi pidato seremonial.(Reza)

Baca Juga:

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
UINSU Medan Dan Universitas PGRI Yogyakarta Sepakati Kerjasama Perkuat TPT
Tim Pengabdian UNIMED Implementasikan Teknologi Mesin Pemipil Jagung untuk Kelompok Tani  Pakpak Bharat
Siswa MAN 2 Tapteng, Raih Medali Perak di Liga Olimpiade Cendikia Nusantara
Rehab SMP Negeri di Kota Medan akan Dilaporkan ke Kejati Sumut, BPMP Sumut Tak Tahu Rincian Anggaran
Jalur Mandiri UNIMED 2026 Dibuka, Tersedia 3.099 Kursi bagi Camaba
Menag Tegaskan tak Menyamakan Siapa Pun Dengan Fir’aun
komentar
beritaTerbaru