Rabu, 11 Februari 2026

28 Sekolah Kedinasan yang Gratis dan Lulus Jadi CPNS

Administrator - Senin, 27 Oktober 2025 10:51 WIB
28 Sekolah Kedinasan yang Gratis dan Lulus Jadi CPNS
Istimewa
Ilustrasi siswa di sekolah kedinasan

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Bagi lulusan SMA/SMK yang ingin kuliah tanpa biaya dan langsung memiliki peluang kerja tetap, sekolah kedinasan bisa jadi pilihan terbaik.

Lembaga pendidikan ini berada di bawah kementerian atau lembaga pemerintah yang menyiapkan lulusannya untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Tak hanya menawarkan pendidikan gratis, sekolah kedinasan juga memberikan jaminan karier yang jelas bagi para lulusannya. Setiap tahunnya, ribuan calon mahasiswa bersaing ketat untuk bisa lolos seleksi dan menempuh pendidikan di sekolah-sekolah elite ini.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan daftar 28 sekolah kedinasan gratis di Indonesia yang lulusannya berkesempatan langsung menjadi ASN atau CPNS.

Apa Itu Sekolah Kedinasan?

Sekolah kedinasan merupakan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, BPS, BMKG, BIN, hingga BSSN.

Lembaga pendidikan ini menerapkan sistem ikatan dinas atau pembibitan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap bekerja di instansi pemerintahan.

Tujuan utama sekolah kedinasan adalah menghasilkan lulusan yang kompeten, disiplin, dan terampil di bidang yang dibutuhkan oleh lembaga negara. Umumnya, lulusan sekolah ini berkesempatan langsung bekerja sebagai ASN atau CPNS di instansi tempat mereka bernaung.

Namun, penting diketahui bahwa tidak semua sekolah kedinasan memiliki ikatan dinas atau kuliah gratis sepenuhnya. Beberapa masih menetapkan biaya UKT, administrasi, atau biaya asrama, meskipun banyak juga yang menanggung seluruh biaya pendidikan beserta fasilitas tempat tinggal bagi para tarunanya.

1. PKN STAN

PKN STAN merupakan sekolah kedinasan milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Berikut persyaratan PKN STAN sebagai informasi bagi siswa kelas 12 yang tahun depan ingin mendaftar di PKN STAN:

- Peserta lulusan tiga tahun terakhir dari semua lulusan pendidikan menengah atas di bawah naungan Kemendikbud Ristek dan Kemenag.

- Peserta harus memiliki ambang batas nilai sesuai ketentuan.

- Peserta berusia minimal 14 tahun dan maksimal 22 tahun pada tanggal 1 Oktober tahun berjalan.

- Peserta dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani sekaligus terbebas dari penggunaan narkoba.

- Peserta pria tidak bertato atau memiliki bekas tato dan tidak bertindik atau memiliki bekas tindik (kecuali aturan agama/adat).

- Peserta wanita tidak bertato atau memiliki bekas tato dan tidak bertindik selain di telinga (maksimal satu tindik per telinga).

- Peserta belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.

- Peserta tidak pernah dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan SPMB PKN STAN di tahun-tahun sebelumnya.

- Peserta jalur afirmasi kewilayahan harus memenuhi ketentuan asal daerah, pendidikan, dan bukti dokumen orang tua sesuai wilayah afirmasi.

- Peserta jalur pembibitan harus berdomisili dan memiliki orang tua kandung yang lahir di wilayah pembibitan tersebut.

Ambang batas nilai:

- Lulusan 2022 dan 2023: Nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 (skala 100).

- Lulusan 2024: Nilai rata-rata SKL minimal 70,00.

- Jika belum memiliki SKL, nilai rapor lima semester minimal 70,00.

- Nilai tidak dibulatkan.

2. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) berada di bawah Badan Intelijen Negara (BIN). Lembaga ini mencetak kader intelijen profesional yang berperan penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan nasional.

Berlokasi di Babakan Madang, Bogor, STIN menyelenggarakan program pendidikan S-1, S-2, dan S-3, di mana lulusan program sarjana akan memperoleh gelar sarjana intelijen.

Syarat nilai dan fisik:

- Nilai rata-rata rapor semester 1-6/SKL/ijazah minimal 80.

- Belum pernah melahirkan (perempuan) dan belum punya anak biologis (laki-laki).

- Tidak bertato/tindik (kecuali ketentuan adat/agama).

- Sehat jasmani dan rohani, tidak pernah patah tulang.

- Jika berkacamata, maksimal +1/-1.

- Tidak buta warna.

- Tinggi badan: Laki-laki minimal 165 cm, perempuan minimal 160 cm.

Syarat umum:

- WNI, beriman kepada Tuhan YME, setia kepada NKRI dan Pancasila.

- Tidak pernah terlibat tindak pidana.

- Berkelakuan baik (dibuktikan SKCK).

- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.

- Usia 16-21 tahun per 31 Desember 2025.

- Mendapat persetujuan orang tua/wali.

- Tidak sedang terikat dinas atau bekerja tetap di instansi lain.

- Bersedia menjalani ikatan dinas pertama (IDP) selama 16 tahun setelah lulus.

3. IPDN

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berada di bawah Kemendagri dan berlokasi di Jatinangor, Jawa Barat, dengan beberapa kampus cabang di provinsi lain.

Lulusan IPDN dipersiapkan untuk menjadi ASN di berbagai jenjang pemerintahan, dan seluruh biaya kuliah ditanggung pemerintah.

Syarat umum:

- WNI, usia 16-21 tahun.

- Tinggi badan: Pria minimal 160 cm, wanita minimal 155 cm.

Persyaratan administrasi:

- Lulusan SMA/MA/Paket C (2020-2023) dengan nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 (Papua 65,00).

- Surat domisili sah minimal 1 tahun di kabupaten/kota tempat pendaftaran.

- Surat keterangan kelas XII bagi lulusan 2023.

- Surat keterangan orang asli Papua (bagi peserta OAP).

- Pakta Integritas, pasfoto resmi, dan alamat email aktif.

4. Politeknik Statistika STIS

Politeknik Statistika STIS berada di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) dan berfokus pada bidang statistika.

Program studi:

- D-3 Statistika - Statistisi terampil (II/c)

- D-4 Statistika- Statistisiahli pertama (III/a)

- D-4 Komputasi Statistik - Pranata ahli pertama (III/a)

Persyaratan:

- Nilai matematika dan bahasa Inggris minimal 80.

- Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba.

- Usia 16-22 tahun per 1 September tahun pendaftaran.

- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.

- Bersedia menandatangani surat perjanjian ikatan dinas (SPID).

- Siap ditempatkan sesuai formasi minimal 7 tahun setelah diangkat sebagai PNS.

5. Poltekip dan Poltekim (Poltekpin)

Kemenkumham menggabungkan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) menjadi Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).

Seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah, dan lulusan akan ditempatkan sesuai bidangnya di lingkungan Kemenkumham.

Syarat umum:

- WNI, usia 17-23 tahun (formasi umum).

- Tinggi badan: Pria minimal 170 cm, wanita 160 cm.

- Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak cacat fisik.

- Tidak bertato/tindik (kecuali ketentuan adat/agama).

- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.

- Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

- Tidak pernah DO dari sekolah kedinasan lain.

- Tidak sedang menjalani ikatan dinas.

Khusus formasi pegawai dan Papua/Papua Barat, ada tambahan ketentuan administratif dan penilaian prestasi kerja.

6. Poltek SSN

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) berada di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Lulusan dapat menjadi CPNS di BSSN atau instansi pemerintah lainnya.

Syarat umum:

- WNI usia 17-21 tahun.

- Jurusan: SMA IPA, MA IPA, atau SMK TI/Elektronika.

- Nilai matematika dan bahasa Inggris minimal 80.

- Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna.

- Tinggi badan: Pria minimal 160 cm, wanita minimal 150 cm.

- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.

- Tidak pernah DO dari sekolah kedinasan lain.

- Bersedia menjalani ikatan dinas selama 10 tahun setelah lulus.

7. Sekolah Kedinasan di Bawah Kemenhub

Syarat umum:

- WNI, usia 16-23 tahun per 1 September 2025.

- Nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 (Papua 65,00).

- Tinggi badan: pria minimal 160 cm, wanita 155 cm (beberapa prodi 165/160 cm).

- Sehat jasmani dan rohani, tidak cacat, bebas narkoba.

- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.

- Tidak bertato/tindik (kecuali ketentuan adat/agama).

- Tidak buta warna.

- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

Daftar Sekolah Kedinasan Kemenhub 2025:

1. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong

2. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya

3. Politeknik Transportasi Darat Indonesia

4. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar

5. Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang (Poltektrans SDP)

6. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh

7. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun

8. Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi

9. Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali

10. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta

11. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan

12. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong

13. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal

14. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang

15. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang

16. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat

17. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten

18. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar

19. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Jayapura

20. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug

21. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara

Dengan banyaknya pilihan sekolah kedinasan di Indonesia, setiap calon mahasiswa bisa menyesuaikan minat dan bakatnya dengan bidang yang tepat. Mulai dari keuangan, pemerintahan, statistik, hingga intelijen, semua menawarkan peluang karier menjanjikan sebagai ASN.

(wan/bbs)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru