Dinas SDABMBK Kota Medan Buka Pembekalan dan Uji Sertifikasi Fasilitator Teknis
kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi Fasilitator Teknis Rabu (17/6) resmi dibuka Sekdin SDABMBK.
Medan 2 menit lalu
Dengan meluaskan kebun sawit, pengusaha kelapa sawit menebang lebih banyak pohon, membuat lahan tandus yang menyebabkan air tidak dapat lagi tertopang tanah, dan akhirnya menimbulkan banjir. Ini ditunjukkan dengan banyaknya gelondongan kayu yang tersapu banjir dan sempat direkam oleh warga, disebar luas di media sosial. Kayu inilah hasil pembabatan hutan.
Bahkan, saat ini Prabowo Subianto selaku Presiden kita saat menengok korban banjir di Kasai Permai, Padang Pariaman, dia harus menebar ujaran manis kepada warga. Dia tanya kepada mereka.
"Kalian suka enggak kalau saya sikat itu maling semua?" Ujar Prabowo
Tetapi ini seperti maling teriak maling, karena maling-maling yang dimaksud Prabowo adalah teman-temannya sendiri, kelas kapitalis yang telah menjarah kekayaan tanah air, menghisap habis sumber daya Sumatera, memeras kelas pekerja dan kaum miskin di sana, menyebabkan banjir bandang, penderitaan dan keresahan di mana-mana.
Tetapi kata-kata Prabowo tidak mengubah realita. Dia adalah bagian dari kelas kapitalis yang sama, yang bertanggungjawab terhadap kerusakan dan bencana ini.
Sampai sekarang, Pemerintah Pusat belum menetapkan banjir di Sumatera sebagai Bencana Nasional. Ini berarti penanganan banjir diserahkan ke pemerintahan daerah, dengan bantuan kecil-kecilan dari Pemerintah Pusat.
Hal ini mereka lakukan karena mereka sedang menghitung-hitung anggaran karena uangnya tidak cukup untuk menyelamatkan rakyatnya sendiri. APBN mereka simpan untuk membayar utang yang menggunung kepada kapitalis, dan oleh karenanya, mereka siap mengorbankan jutaan jiwa rakyat jelata.
Kelas pekerja dan kaum muda melihat ini dengan mata terbuka. Reaksi di media sosial terhadap banjir ini menunjukkan adanya kemuakan massa dengan tingkah laku penguasa. Di Instagram muncul beragam posting tentang asal-muasal banjir di Sumatera, yang disebarkan oleh puluhan bahkan ribuan akun media sosial. Mereka dengan tepat menunjukkan bahwa banjir ini akibat eksploitasi alam berlebihan, oleh para pengusaha dan didukung oleh para pejabat-yang seringkali merupakan orang yang sama.
Mereka bahkan menyebarkan meme bahwa sementara pejabat dan pengusaha meminta rakyat berserah diri kepada Tuhan atas banjir ini, padahal mereka sendiri penyebab banjirnya.
Sementara media liberal Tempo berupaya mengalihkan perhatian kita dari biang kerok yang sesungguhnya, dengan mengatakan bahwa banjir ini adalah "ulah manusia". Tetapi ulah manusia yang mana? Apakah mayoritas manusia yang menderita akibat banjir atau kapitalis pembalak hutan beserta parasit di pemerintahan mereka? Kenyataannya hampir mayoritas masyarakat sama sekali tidak menikmati keuntungan atas pembalakan hutan, tapi justru menderita darinya.
kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi Fasilitator Teknis Rabu (17/6) resmi dibuka Sekdin SDABMBK.
Medan 2 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mengeklaim mulai menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih
Inter-Nasional 21 menit lalu
Nilai Tukar Rupiah dibuka melemah terhadap Dolar AS pada Rabu, 17 Juni 2026.
Bisnis 35 menit lalu
Polres Pematangsiantar membekuk seorang pria yang diduga sebagai pemilik ganja seberat 12,36 gram.
Kriminal 53 menit lalu
Prediksi Timnas Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026 Duel Klasik Eropa yang Siap Sajikan Drama Besar.
Sport 55 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Badan Gizi Nasional (BGN) merombak total target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027. Demi e
Medan 59 menit lalu
Integrasi Kawasan Hutan dan Tata Ruang Dinilai Penting untuk Atasi Konflik Lahan dan Perkuat Kepastian Hukum.
Medan satu jam lalu
Prediksi Skor Timnas Portugal vs Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 Last Dance Cristiano Ronaldo.
Sport 3 jam lalu
Bobby meminta OPD terkait mengimbau organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha pariwisata seperti perhotelan dan restoran, serikat pekerja, pe
Sumut 3 jam lalu
Berikut klasemen sementara Piala Dunia 2026 yang sudah melakukan pertandingan.
Sport 3 jam lalu