Alamak! Oknum Polisi Diduga Berbuat Anu di Dalam Mobil Diamankan Warga
Viral! Oknum Polisi Diduga Berbuat Asusila di Parkiran Rusunawa Kisaran Diamankan Warga.
Peristiwa 3 jam lalu
Dengan meluaskan kebun sawit, pengusaha kelapa sawit menebang lebih banyak pohon, membuat lahan tandus yang menyebabkan air tidak dapat lagi tertopang tanah, dan akhirnya menimbulkan banjir. Ini ditunjukkan dengan banyaknya gelondongan kayu yang tersapu banjir dan sempat direkam oleh warga, disebar luas di media sosial. Kayu inilah hasil pembabatan hutan.
Bahkan, saat ini Prabowo Subianto selaku Presiden kita saat menengok korban banjir di Kasai Permai, Padang Pariaman, dia harus menebar ujaran manis kepada warga. Dia tanya kepada mereka.
"Kalian suka enggak kalau saya sikat itu maling semua?" Ujar Prabowo
Tetapi ini seperti maling teriak maling, karena maling-maling yang dimaksud Prabowo adalah teman-temannya sendiri, kelas kapitalis yang telah menjarah kekayaan tanah air, menghisap habis sumber daya Sumatera, memeras kelas pekerja dan kaum miskin di sana, menyebabkan banjir bandang, penderitaan dan keresahan di mana-mana.
Tetapi kata-kata Prabowo tidak mengubah realita. Dia adalah bagian dari kelas kapitalis yang sama, yang bertanggungjawab terhadap kerusakan dan bencana ini.
Sampai sekarang, Pemerintah Pusat belum menetapkan banjir di Sumatera sebagai Bencana Nasional. Ini berarti penanganan banjir diserahkan ke pemerintahan daerah, dengan bantuan kecil-kecilan dari Pemerintah Pusat.
Hal ini mereka lakukan karena mereka sedang menghitung-hitung anggaran karena uangnya tidak cukup untuk menyelamatkan rakyatnya sendiri. APBN mereka simpan untuk membayar utang yang menggunung kepada kapitalis, dan oleh karenanya, mereka siap mengorbankan jutaan jiwa rakyat jelata.
Kelas pekerja dan kaum muda melihat ini dengan mata terbuka. Reaksi di media sosial terhadap banjir ini menunjukkan adanya kemuakan massa dengan tingkah laku penguasa. Di Instagram muncul beragam posting tentang asal-muasal banjir di Sumatera, yang disebarkan oleh puluhan bahkan ribuan akun media sosial. Mereka dengan tepat menunjukkan bahwa banjir ini akibat eksploitasi alam berlebihan, oleh para pengusaha dan didukung oleh para pejabat-yang seringkali merupakan orang yang sama.
Mereka bahkan menyebarkan meme bahwa sementara pejabat dan pengusaha meminta rakyat berserah diri kepada Tuhan atas banjir ini, padahal mereka sendiri penyebab banjirnya.
Sementara media liberal Tempo berupaya mengalihkan perhatian kita dari biang kerok yang sesungguhnya, dengan mengatakan bahwa banjir ini adalah "ulah manusia". Tetapi ulah manusia yang mana? Apakah mayoritas manusia yang menderita akibat banjir atau kapitalis pembalak hutan beserta parasit di pemerintahan mereka? Kenyataannya hampir mayoritas masyarakat sama sekali tidak menikmati keuntungan atas pembalakan hutan, tapi justru menderita darinya.
Viral! Oknum Polisi Diduga Berbuat Asusila di Parkiran Rusunawa Kisaran Diamankan Warga.
Peristiwa 3 jam lalu
Pos AL Medan Labuhan Evakuasi Jenazah di Perairan Bagan Deli.
Peristiwa 3 jam lalu
Data Penerima Bansos di Helvetia Jadi Sorotan, Verifikasi dan Validasi Dinilai Penting.
Medan 3 jam lalu
Panen Melon P2L, Polrestabes Medan Dukung Ketahanan Pangan.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, STM Hulu Proyek Revitalisasi SD Negeri 107436 Rumah Lengo senilai Rp 885.768.705, menuai sorotan dan dipertanyakan, dinilai
Sumut 4 jam lalu
Wali Kota Wesly dan Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri Tradisi Farewell Parade dan Pedang Pora Penyambutan serta Pelepasan Kapolres
Sumut 7 jam lalu
Pasukan Penyelam dan Kopaska melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Inter-Nasional 8 jam lalu
POLSEK PANCUR BATU AMANKAN TERDUGA PELAKU PENCURIAN.
Peristiwa 9 jam lalu
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi Hibah Pemerintah Italia Disambut di Indonesia.
Inter-Nasional 10 jam lalu
Sapa Warga di Medan Deli, Khairul Azmi Serap Aspirasi Infrastruktur Dan Dorong Penanganan Prioritas.
Medan 10 jam lalu