Lapas Muara Bungo dan Imigrasi Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi 39 Masyarakat
Lapas Muara Bungo dan Imigrasi Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi 39 Masyarakat di Kelurahan Pasir Putih.
Inter-Nasional 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus pembunuhan sadis terhadap Faizah Soraya yang dilakukan oleh anak kandungnya, Al. Usai rekonstruksi perkara, KPAI menegaskan bahwa peristiwa ini masuk dalam kategori parisida, yakni pembunuhan orangtua oleh anak.
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menyebut bahwa kasus ini bukan sekadar tindakan spontan membela anggota keluarga, melainkan dipicu akumulasi emosi dan luka batin yang lama terpendam.
"Kejadian ini adalah parisida, di mana korban adalah orangtua dan pelakunya anak. Ini fenomena serius yang tidak berdiri sendiri," ujar Diyah dalam tayangan YouTube tvOne News, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga:
Bukan Sekadar Bela Kakak
Di awal penyelidikan, motif pembunuhan diduga karena Al kesal melihat kakaknya dimarahi korban pada Selasa malam sebelum kejadian. Namun, hasil pendalaman KPAI mengungkap fakta lebih dalam.
Baca Juga:
Menurut Diyah, Al mengaku tidak hanya membela kakaknya, tetapi juga membela ayahnya yang kerap menjadi sasaran kemarahan korban.
"Anak ini merasa tidak nyaman dengan perilaku ibunya yang sering marah-marah, terutama kepada kakaknya dan ayahnya. Itu yang membentuk sakit hati," jelas Diyah.
Pengakuan tersebut disampaikan Al kepada KPAD Medan dan KPAI sebelum pelaksanaan rekonstruksi.
Dendam dan Sakit Hati Jadi Motif Utama
KPAI menilai bahwa motif utama pembunuhan adalah dendam dan sakit hati yang terakumulasi. Al mengaku menyimpan kemarahan terhadap sikap sang ibu yang disebut temperamental dan kerap meluapkan emosi di rumah.
"Motif utamanya mengarah pada dendam atau sakit hati. Informasi yang kami peroleh, korban memang sering temperamen," ungkap Diyah.
Kondisi tersebut, menurut KPAI, menciptakan tekanan psikologis yang tidak mampu dikelola oleh pelaku.
Ledakan Emosi Anak yang Tak Terkelola
KPAI menganalisis bahwa pemicu utama tindakan parisida ini adalah kegagalan pelaku dalam meregulasi emosi. Al berada dalam konflik batin antara keinginan membela dan ketidakmampuan menerima situasi keluarga yang ia anggap tidak adil.
"Emosional ini muncul karena anak belum mampu mengelola perasaannya. Ada kebingungan batin, protes yang tidak tersalurkan, hingga akhirnya meledak," terang Diyah.
Fenomena Berulang, Bukan Kasus Tunggal
KPAI menegaskan bahwa kasus ini bukan yang pertama. Beberapa bulan sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di Jakarta Selatan, di mana seorang anak membunuh ayah dan neneknya.
"Kami pernah menangani kasus serupa di Jaksel. Pelakunya juga tampak ceria, normal seperti anak lain. Jadi ini peringatan keras bahwa parisida bisa terjadi di keluarga mana pun," kata Diyah.
Faktor Pemicu Parisida
KPAI mencatat sedikitnya empat faktor utama yang kerap melatarbelakangi kasus anak membunuh orangtua:
1. Ketidakstabilan emosi anak
2. Tekanan ekonomi
3. Minimnya dukungan sosial
4. Pola pengasuhan yang bermasalah
Kasus Faizah Soraya menjadi potret kelam kegagalan sistem perlindungan keluarga dan pengasuhan, yang berujung pada tragedi tak terbayangkan: seorang anak menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.( Rel)
Lapas Muara Bungo dan Imigrasi Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi 39 Masyarakat di Kelurahan Pasir Putih.
Inter-Nasional 3 jam lalu
Apel Gabungan Kecamatan Medan Selayang, Camat Medan Selayang Tekankan Peningkatan Kinerja Dan Pelayanan Terhadap Masyarakat.
Medan 3 jam lalu
Pererat Silaturahmi, Satukan Tokoh Medan, Rico Waas Dan Zakiyuddin Harahap Hadiri Halal Bihalal Di Rumah Afif Abdillah.
Medan 3 jam lalu
Pelarian Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara Berakhir, Polda Sumut Amankan Tersangka Dugaan Penggelapan Dana Jemaat Rp 28 Miliar.
Peristiwa 3 jam lalu
Mistar Dua Kali Selamatkan Gawang Bulgaria, Timnas Indonesia Harus Puas jadi Runner Up FIFA Series 2026 Usai Takluk 01.
Sport 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjung Morawa Tindak lanjut atas kunjungan ke SD Negeri 104240 Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa pada Februari lalu kini d
Sumut 4 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemerintah daerah di Sumatera Utara menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dan menerima arahan dari Badan Pemeriksa
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN Aksi brutal sekelompok preman di Pasar Sukaramai Medan membuat koordinator lapangan perparkiran di pasar tersebut, Dandy Aul
Peristiwa 6 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Medan di Jalan
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, memimpin apel pagi di lingkungan Dinas Sumber Daya Air, Bina Ma
Sumut 6 jam lalu