Kamis, 14 Mei 2026

Ketika Game Online Berujung Tragedi: Di Mana Negara dan Orang Tua?

Evi Tanjung - Selasa, 06 Januari 2026 21:54 WIB
Ketika Game Online Berujung Tragedi: Di Mana Negara dan Orang Tua?
ist
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga SH, I, M Ag

Muniruddin menilai, persoalan ini tidak bisa dibebankan semata kepada keluarga korban. Ia mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengambil langkahin strategis dan konkret guna mencegah kejadian serupa.

"Kita tidak boleh menormalisasi game yang mengandung unsur kekerasan seolah-olah itu hal biasa. Ini harus disikapi serius," tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat, terutama dalam pengawasan aktivitas digital anak- sebuah wilayah yang selama ini kerap luput dari perhatian kebijakan publik.

Peringatan yang Datang Terlambat?

Sebagai Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKB sekaligus anggota Komisi B, Muniruddin mengaku tragedi ini bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan baginya. Ia menyebut, sejak 2016, dirinya bersama almarhum Aris Merdeka Sirait, mantan Ketua Komnas Perlindungan Anak, telah memperingatkan bahaya besar di balik laju teknologi digital.

"Kami sudah bicara tentang tsunami teknologi sejak lama. Kalau orang tua tidak dibekali pemahaman digital yang cukup, mereka akan kalah cepat dari perkembangan teknologi. Dan hari ini, kekhawatiran itu menjadi kenyataan," katanya.

Kala itu, mereka mendorong gerakan perlindungan anak berbasis kampung dan desa, sebagai benteng pertama menghadapi dampak teknologi terhadap tumbuh kembang anak.(erni)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru