Wakapolrestabes Medan Pimpin Patroli Skala Besar, Targetkan Pelaku 3C dan Geng Motor
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Gagasan menghadirkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah kian menguat sebagai simbol kehadiran Indonesia di Tanah Suci.
Baca Juga:
Kawasan yang dirancang menjadi pusat layanan jamaah ini lahir dari capaian diplomatik setelah Indonesia memenangkan tender pengelolaan area strategis di Mekkah.
Pemerintah menyebut kawasan tersebut akan menjadi lokasi terintegrasi bagi pelayanan jamaah haji dan umroh Indonesia, termasuk penginapan, pusat layanan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang memudahkan jamaah selama beribadah.
Baca Juga:
Langkah awal kehadiran Indonesia ditandai dengan akuisisi Hotel Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Ke depan, pemerintah melalui skema investasi nasional menyiapkan pengembangan kawasan tersebut dengan pembangunan sejumlah menara hotel tambahan dan fasilitas pendukung lainnya.
HIPSI: Kampung Haji Momentum Ekonomi Umat
Dukungan terhadap proyek ini datang dari berbagai kalangan, termasuk Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia (HIPSI).
Ketua Umum HIPSI, Efriadi Gusman Effendi atau yang akrab disapa Bang Redy, menyebut Kampung Haji sebagai langkah strategis yang bukan hanya meningkatkan pelayanan jamaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi umat.
"Kami sangat mengapresiasi hadirnya Kampung Haji. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang menghadirkan Indonesia lebih dekat dengan jamaahnya di Tanah Suci," ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan jajaran pengurus HIPSI, antara lain Edi Waryono (Sekretaris Umum), Silvia Fitriani (Bendahara Umum), Sri Wahyuni (Ketua Bidang Organisasi), dan Nurjannah Dongoran (Ketua Bidang Ekspor).
Dalam salah satu kesempatan, jajaran HIPSI juga bertemu dengan Prof. Jaenal Effendi, Dirjen Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, membahas penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Belajar dari Asrama Haji
Menurut Bang Redy, denyut ekonomi haji sebenarnya sudah lama tumbuh di Indonesia, terutama di asrama haji embarkasi.
Setiap musim haji, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hadir membuka stan untuk memenuhi kebutuhan jamaah.
Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari perlengkapan ibadah hingga makanan khas daerah. HIPSI mendorong agar UKM yang terlibat merupakan pelaku usaha yang telah memiliki NIB, sertifikasi halal, izin BPOM, serta bermitra dengan travel haji dan umrah.
"Selama ini mereka selalu hadir tiap musim, tapi belum terorganisasi secara berkelanjutan. Kampung Haji bisa menjadi momentum penataan agar UKM haji dan umrah punya wadah yang lebih resmi dan kuat," jelasnya.
Dari Daerah ke Tanah Suci
Konsep yang tumbuh di asrama haji itu dinilai bisa diperluas di Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.
Kawasan ini diharapkan tak hanya berisi hotel, tetapi juga menghadirkan:
fasilitas kesehatan
Menghadirkan Kuliner Nusantara
Food Court,
Minimarket, dan produk
khas daerah yang juga menjadi bentuk bagian prioritas dalam pelanyanan jama'ah.
Kuliner Nusantara
Minimarket, dan produk khas daerah
Ruang usaha bagi diaspora Indonesia di Arab Saudi
Dengan begitu, jamaah dari berbagai provinsi dapat menemukan produk khas daerahnya di Tanah Suci, sekaligus membuka peluang usaha bagi warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi.
Peran Diaspora dan Standar Global
HIPSI juga menggandeng ICSA (Indonesian Chef Saudi Arabia) yang diketuai Agus Guntur untuk mendukung pengembangan kuliner Indonesia di kawasan tersebut. Komunitas ini siap membantu pelaku usaha yang ingin membuka restoran Indonesia di Arab Saudi.
Selain itu, HIPSI mendorong pelaku usaha yang sudah menembus pasar ekspor ke Saudi agar membantu UKM lain naik kelas. Jika di dalam negeri cukup dengan NIB, halal, dan BPOM, maka untuk pasar Saudi diperlukan standar SFDA (Saudi Food and Drug Authority).
Simbol Kehadiran Indonesia
Bagi HIPSI, Kampung Haji adalah simbol kehadiran Indonesia yang lebih mandiri dalam melayani jamaahnya.
Bukan sekadar kawasan properti, tetapi pusat layanan sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi syariah Indonesia.
"Ini rumah Indonesia di Tanah Suci. Tempat jamaah merasa lebih dekat dengan negerinya, sekaligus ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk berkembang," tutup Bang Redy.(erni)
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 7 jam lalu
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 9 jam lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 11 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 11 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 12 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 14 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 17 jam lalu