Rabu, 11 Februari 2026
Ketika Tanah Suci Menyapa Nusantara

Kampung Haji Indonesia dan Dukungan Penuh HIPSI

Evi Tanjung - Senin, 26 Januari 2026 19:39 WIB
Kampung Haji Indonesia dan Dukungan Penuh HIPSI
ist
Prof. Jaenal Effendi (tengah) Dirjen Pengembangan Ekosistem Haji Umroh, Kementerian Haji Umroh RI Efriadi Gusman Effendi (kiri) Ketua Umum HIPSI,Edi Waryono (kanan) Sekretaris Umum HIPSI

POSMETRO MEDAN, Medan - Gagasan menghadirkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah kian menguat sebagai simbol kehadiran Indonesia di Tanah Suci.

Baca Juga:

Kawasan yang dirancang menjadi pusat layanan jamaah ini lahir dari capaian diplomatik setelah Indonesia memenangkan tender pengelolaan area strategis di Mekkah.

Pemerintah menyebut kawasan tersebut akan menjadi lokasi terintegrasi bagi pelayanan jamaah haji dan umroh Indonesia, termasuk penginapan, pusat layanan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang memudahkan jamaah selama beribadah.

Baca Juga:

Langkah awal kehadiran Indonesia ditandai dengan akuisisi Hotel Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Ke depan, pemerintah melalui skema investasi nasional menyiapkan pengembangan kawasan tersebut dengan pembangunan sejumlah menara hotel tambahan dan fasilitas pendukung lainnya.

HIPSI: Kampung Haji Momentum Ekonomi Umat

Dukungan terhadap proyek ini datang dari berbagai kalangan, termasuk Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia (HIPSI).

Ketua Umum HIPSI, Efriadi Gusman Effendi atau yang akrab disapa Bang Redy, menyebut Kampung Haji sebagai langkah strategis yang bukan hanya meningkatkan pelayanan jamaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi umat.

"Kami sangat mengapresiasi hadirnya Kampung Haji. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang menghadirkan Indonesia lebih dekat dengan jamaahnya di Tanah Suci," ujarnya.

Dukungan serupa juga disampaikan jajaran pengurus HIPSI, antara lain Edi Waryono (Sekretaris Umum), Silvia Fitriani (Bendahara Umum), Sri Wahyuni (Ketua Bidang Organisasi), dan Nurjannah Dongoran (Ketua Bidang Ekspor).

Dalam salah satu kesempatan, jajaran HIPSI juga bertemu dengan Prof. Jaenal Effendi, Dirjen Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, membahas penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Belajar dari Asrama Haji

Menurut Bang Redy, denyut ekonomi haji sebenarnya sudah lama tumbuh di Indonesia, terutama di asrama haji embarkasi.

Setiap musim haji, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hadir membuka stan untuk memenuhi kebutuhan jamaah.

Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari perlengkapan ibadah hingga makanan khas daerah. HIPSI mendorong agar UKM yang terlibat merupakan pelaku usaha yang telah memiliki NIB, sertifikasi halal, izin BPOM, serta bermitra dengan travel haji dan umrah.

"Selama ini mereka selalu hadir tiap musim, tapi belum terorganisasi secara berkelanjutan. Kampung Haji bisa menjadi momentum penataan agar UKM haji dan umrah punya wadah yang lebih resmi dan kuat," jelasnya.

Dari Daerah ke Tanah Suci

Konsep yang tumbuh di asrama haji itu dinilai bisa diperluas di Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.

Kawasan ini diharapkan tak hanya berisi hotel, tetapi juga menghadirkan:

fasilitas kesehatan

Menghadirkan Kuliner Nusantara

Food Court,

Minimarket, dan produk

khas daerah yang juga menjadi bentuk bagian prioritas dalam pelanyanan jama'ah.

Kuliner Nusantara

Minimarket, dan produk khas daerah

Ruang usaha bagi diaspora Indonesia di Arab Saudi

Dengan begitu, jamaah dari berbagai provinsi dapat menemukan produk khas daerahnya di Tanah Suci, sekaligus membuka peluang usaha bagi warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi.

Peran Diaspora dan Standar Global

HIPSI juga menggandeng ICSA (Indonesian Chef Saudi Arabia) yang diketuai Agus Guntur untuk mendukung pengembangan kuliner Indonesia di kawasan tersebut. Komunitas ini siap membantu pelaku usaha yang ingin membuka restoran Indonesia di Arab Saudi.

Selain itu, HIPSI mendorong pelaku usaha yang sudah menembus pasar ekspor ke Saudi agar membantu UKM lain naik kelas. Jika di dalam negeri cukup dengan NIB, halal, dan BPOM, maka untuk pasar Saudi diperlukan standar SFDA (Saudi Food and Drug Authority).

Simbol Kehadiran Indonesia

Bagi HIPSI, Kampung Haji adalah simbol kehadiran Indonesia yang lebih mandiri dalam melayani jamaahnya.

Bukan sekadar kawasan properti, tetapi pusat layanan sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi syariah Indonesia.

"Ini rumah Indonesia di Tanah Suci. Tempat jamaah merasa lebih dekat dengan negerinya, sekaligus ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk berkembang," tutup Bang Redy.(erni)

Tags
beritaTerkait
Pengajian MTMD Perdana di Serba Jadi Disambut Antusias Jamaah
MTQ ke-22 Kabupaten Sergai Tahun 2026 Resmi Dibuka
Brimob Batalyon C Menyatu dengan Warga, Bangun Huntara dan Salurkan Ratusan Sak Beras
Di Tengah Mendung, Brimob Gotong Royong Bangun Rumah Korban Banjir Tolang Julu
Sinergi Brimob Percepat Pemulihan Masjid dan Sekolah Terdampak Banjir
Brimob Polda Sumut Konsisten Jaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan
komentar
beritaTerbaru