Selasa, 18 Agustus 2026

Di Antara Dentum dan Doa: Jalan Sunyi Seorang Jurnalis

Oleh Abdul Hakim, Kepala ANTARA Biro NTB
Faliruddin Lubis - Minggu, 08 Februari 2026 13:49 WIB
Di Antara Dentum dan Doa: Jalan Sunyi Seorang Jurnalis
IST
Buku "Langkah Sunyi Menuju Puncak" karya wartawan ANTARA Abdul Hakim.

POSMETRO MEDAN,Serang- Di sebuah rumah sederhana di pelosok Sumenep, Madura, seorang anak tumbuh dengan irama yang tak biasa. Bukan hanya lantunan doa ibunya yang mengisi ruang sempit berdinding rapuh, tetapi juga dentuman musik Rock n' Roll yang kelak menjadi simbol pencarian jati diri.

Dari ruang sunyi itulah Akhmad Munir memulai perjalanan panjangnya, yang kini direkam dalam buku "Langkah Sunyi Menuju Puncak" karya wartawan ANTARA Abdul Hakim.

Buku setebal 266 halaman itu diperkenalkan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten.

Baca Juga:

Ia tidak berhenti pada daftar jabatan, melainkan berupaya menyelami fondasi nilai yang membentuk integritas seorang jurnalis. Munir dicatat pernah memimpin Perum LKBN ANTARA periode 2023–2025 dan kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030.

Namun yang membuat biografi ini menarik justru bukan puncaknya, melainkan jalan sunyi yang dilalui. Buku ini hadir di tengah tantangan besar dunia pers Indonesia.

Baca Juga:

Dewan Pers mencatat indeks kemerdekaan pers Indonesia masih menghadapi tekanan serius, mulai dari disinformasi digital hingga polarisasi politik. Dalam situasi seperti itu, kisah tentang integritas bukan sekadar nostalgia, tetapi relevan sebagai cermin dan pengingat.


Panggung musik

Salah satu bagian paling segar dalam buku ini adalah fase masa muda Munir yang lekat dengan semangat Rock n' Roll. Musik keras, pengeras suara seadanya, dan panggung sederhana di sudut-sudut kota menjadi ruang ekspresi yang membentuk keberanian bersuara.

Rock n' Roll tidak digambarkan sekadar sebagai genre, melainkan sebagai energi atau daya dobrak terhadap batas, ketakutan, dan keraguan diri. Di tengah keterbatasan, dentuman musik menjadi bahasa perlawanan sekaligus penegasan identitas.

Di situlah letak daya tarik biografi ini. Banyak tokoh pers lahir dari tradisi akademik yang mapan atau aktivisme kampus yang ideologis. Munir justru ditempa oleh atmosfer panggung yang cair dan bebas.

Tags
beritaTerkait
DPN LKLH Meminta KPK Pantau Kinerja PT Agrinas Palma Nusantara dan Selesaikan Konflik Agraria serta Audit KSO
PWPM: Wartawan Senior tak Boleh Dilupakan...
Sambut HUT Ke-81 RI, Ketua GRIB Jaya Labuhanbatu Gelar Turnamen Catur Antarwartawan
Siswa MAN IC Tapsel Raih Beasiswa di Yangzhou Polytechnic College Cina
Aksi Damai Wartawan Sibolga-Tapteng Tak Direspons Pemko Sibolga, Gubernur dan Ombudsman Didesak Tindak Tegas Pelanggaran Hukum
Disdik Sumut Dukung Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna 2026
komentar
beritaTerbaru