Pemkab Dairi Bersama Unsur Forkopimda Tindak Pelaku PETI Di Pegagan Hilir, Barang Bukti Diamankan
Pemkab Dairi Bersama Unsur Forkopimda Tindak Pelaku PETI Di Pegagan Hilir, Barang Bukti Diamankan, Sayangnya Pelaku tak Ditemukan
Sumut 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Rasa takut dan keresahan yang selama ini menghantui para nasabah bank di Kota Medan akhirnya mulai menemukan titik terang.
Setelah berbulan-bulan menerima laporan masyarakat terkait maraknya pencurian dengan modus ganjal ATM, Tim Jatanras Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan berhasil membongkar komplotan yang diduga menjadi dalang di balik serangkaian aksi kejahatan tersebut.
Dua pria yang diduga merupakan anggota komplotan spesialis ganjal ATM berhasil ditangkap dalam operasi yang dilakukan secara bertahap. Mereka adalah Muammar alias Komeng, warga Deli Serdang, dan Ilham Sahputra alias Ipan, warga Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Baca Juga:
Fakta yang terungkap dalam penyelidikan semakin mengejutkan. Kedua tersangka diketahui bukan pemain baru dalam dunia kriminal. Berdasarkan data kepolisian, Muammar alias Komeng merupakan residivis kasus ganjal ATM yang sebelumnya pernah menjalani proses hukum atas kejahatan serupa.
Sementara Ilham Sahputra alias Ipan tercatat sebagai residivis kasus narkotika. Riwayat kriminal tersebut memperkuat dugaan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bagian dari aktivitas kejahatan yang telah berulang kali dilakukan.
Baca Juga:
Penangkapan tersebut menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama ini mempertanyakan mengapa kasus ganjal ATM terus berulang di lokasi yang sama tanpa pernah terungkap secara jelas.
Dari hasil penyelidikan awal, kedua tersangka diduga bukan pelaku dadakan, melainkan bagian dari kelompok yang telah berulang kali menjalankan aksi serupa dengan pola yang terorganisir.
Muammar lebih dulu diamankan setelah Tim Jatanras mendapatkan informasi mengenai keberadaannya di Kota Tebing Tinggi. Dari penangkapan itu, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil meringkus Ilham Sahputra alias Ipan di sebuah rumah kos di kawasan Medan Petisah.
Pengungkapan ini membuka fakta mengejutkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka diduga telah beraksi secara berulang di sedikitnya 23 titik ATM yang tersebar di Kota Medan, Binjai hingga Tebing Tinggi.
Lokasi yang menjadi sasaran mereka bukanlah tempat yang sepi. Sebaliknya, para pelaku diduga memilih ATM yang ramai dikunjungi masyarakat seperti ATM BNI Gaperta, ATM Center Marelan, kawasan Padang Bulan, Selayang, Simalingkar, Kampus Haji Anif, hingga sejumlah SPBU dan gerai ritel modern.
Pemilihan lokasi tersebut diduga dilakukan karena tingginya aktivitas transaksi sehingga memudahkan pelaku mencari korban tanpa menimbulkan kecurigaan.
Yang menarik, ATM BNI Gaperta diduga menjadi salah satu lokasi favorit para pelaku. Berdasarkan data penyelidikan, lokasi ini tercatat menjadi sasaran hingga tiga kali. Fakta tersebut memunculkan dugaan bahwa para pelaku sengaja kembali ke lokasi yang dianggap aman dan memiliki potensi korban yang tinggi.
Modus yang digunakan terbilang sederhana namun sangat efektif. Pelaku diduga memasang alat pengganjal pada slot kartu ATM sehingga kartu korban tidak dapat keluar setelah transaksi.
Saat korban panik dan kebingungan, pelaku yang berada di sekitar lokasi kemudian berpura-pura membantu atau mengamati dari kejauhan untuk mendapatkan PIN korban. Setelah korban meninggalkan lokasi, kartu ATM berhasil dikuasai dan rekening korban dikuras.
Modus ini selama beberapa waktu terakhir menjadi momok bagi masyarakat Medan. Tidak sedikit korban yang merupakan orang tua, pensiunan, hingga masyarakat yang kurang memahami teknologi perbankan.
Dalam sejumlah kasus yang sebelumnya terungkap ke publik, kerugian korban bahkan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah hanya dalam hitungan jam setelah kartu ATM mereka berhasil dikuasai pelaku.
Pengungkapan kasus ini juga menguatkan dugaan bahwa aksi ganjal ATM yang selama ini terjadi bukanlah peristiwa sporadis. Frekuensi kejadian yang tinggi, pemilihan lokasi yang terencana, luasnya wilayah operasi, serta keterlibatan pelaku yang merupakan residivis menunjukkan adanya pola kerja yang sistematis dan kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar.
Karena itu, penyidik Polrestabes Medan kini tidak hanya fokus pada kedua tersangka yang telah diamankan. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang berperan sebagai pengintai, eksekutor lapangan, hingga penampung hasil kejahatan.
Selain itu, petugas melakukan pendalaman terhadap jumlah korban sebenarnya yang diperkirakan jauh lebih banyak dari laporan yang masuk.
Keberhasilan Tim Jatanras membongkar kasus ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini merasa tidak aman saat melakukan transaksi di mesin ATM.
Namun di sisi lain, kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan perbankan terus berkembang dan memanfaatkan kelengahan masyarakat.
Polrestabes Medan mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi mesin ATM sebelum bertransaksi, menutupi keypad saat memasukkan PIN, serta segera menghubungi pihak bank atau kepolisian apabila menemukan kartu tersangkut atau kejanggalan pada mesin ATM.
Sebab, di balik sebuah mesin ATM yang tampak normal, bisa saja tersembunyi perangkap yang telah disiapkan pelaku untuk menguras tabungan korbannya. (OBN)
Pemkab Dairi Bersama Unsur Forkopimda Tindak Pelaku PETI Di Pegagan Hilir, Barang Bukti Diamankan, Sayangnya Pelaku tak Ditemukan
Sumut 17 menit lalu
Tim Elang Sakti dan Unit Tipidter Polres Tebing Tinggi membongkar kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Sumut 32 menit lalu
Bhabinkamtibmas Bersama Tim Reskrim Polsek Medan Baru Amankan Terduga Pelaku Penipuan Modus Tukar Gelang Emas.
Medan 47 menit lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Tigapanah menggandeng pemerintah desa untuk memperkuat upaya pencegahan aksi curanmor.
Sumut satu jam lalu
Curhat Warga Sunggal, Lingkungan Aman, Warga Waspada Mari kita jaga lingkungan jaga keamaaan bersama.
Medan satu jam lalu
Pemerintah Kabupaten Karo dan DPRD Kabupaten Karo Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Sumut satu jam lalu
Peresmian TK PAUD Negeri di Simalungun menjadi langkah nyata untuk membangun masa depan anak bangsa.
Sumut 2 jam lalu
Polres Humbahas Patroli Rutin Jaga Kamtibmas
Sumut 2 jam lalu
Dari tempat bermain game, berubah menjadi sarang narkoba, warnet jadi lokasi transaksi digulung Polisi.
Medan 2 jam lalu
Sri Rezeki Kritik Sistem Regsosek, Minta Indikator Desil Tidak Dijadikan Tolak Ukur Tunggal Bansos.
Politik 2 jam lalu