POSMETRO MEDAN,Deli Serdang - Polisi sudah menangkap pelaku pembunuhan kepada mahasiswa UMA bernama Bonio Gajah (18) yang ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku berinisial MRH, merupakan teman sekolah korban.
Menurut informasi, Selasa (18/11) hari ini, polisi akan melakukan reka ulang alias rekonstruksi. Namun, belum diketahui pasti dimana dan jam berapa waktu reka ulang digelar polisi.
Lantas apa motifnya? Hasil penelusuran wartawan dari berbagai sumber di lingkungan tempat tinggal tersangka menyebutkan, keduanya sudah kenal sejak bangku sekolah SD.
Baca Juga:
"Makanya kami tak menyangka, kok teman sudah lama bisa tega menghabisi temannya sendiri," kata warga yang minta tak ditulis namanya.
Tapi, katanya, dari cerita teman-temannya, tersangka awalnya menitipkan uang dari temannya melalui transfer lewat aplikasi online milik korban. Karena dia tidak mempunyai aplikasi.
Baca Juga:
Nah, begitu uang masuk tersangka memintanya. Namun, korban mengaku, kalau uang yang masuk ke aplikasinya merupakan transfer dari orang tuanya.
Nah, tersangka terus menagih hinga ke rumah korban. Namun, korban tetap tak mengaku kalau itu uang tersangka. Akibatnya, tersangka emosi dan keduanya sempat berkelahi.
Merasa terpojok, tersangka yang bertubuh kecil dibanding korban pun mengambil pisau di dapur rumah korban dan langsung menikam korban beberapa kali hingga tewas.
Selanjutnya, tersangka kabur meninggalkan korban dengan membawa HP, dompet dan sepeda motor korban.
Namun, Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora enggan memerinci motif pembunuhan itu.
Daulat Simamora mengatakan, pelaku berinisial MRH (19). Pelaku adalah teman korban.
"Iya, temannya (korban)," kata Daulat saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/11/2025).
Daulat menyebut pelaku pembunuhan korban itu hanya MRH. Dia mengatakan kasus itu akan segera dirilis.
"Pelaku tunggal, nanti mau dirilis," sebutnya.
Sebelumnya, penangkapan pelaku itu dibenarkan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
"Sudah (ditangkap)," kata Kombes Calvijn Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan.
Untuk diketahui, korban ditemukan tewas oleh kakak kandungnya, Diva pada Jumat di rumah mereka di Dusun IV, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak,Jumat (14/11) malam.
Kakak korban mengatakan awalnya orangtuanya menyuruhnya pulang ke rumah mereka di Dusun IV, Desa Marindal II itu untuk mengecek korban. Pasalnya, korban tidak dapat dihubungi sejak Kamis (13/11).
Diva yang bekerja sebagai ahli gizi MBG di Tembung memang tak selalu pulang ke rumah. Sementara kedua orangtuanya tinggal di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
"Awalnya itu karena sudah dua hari hilang kontak, mama dan ayah kecarian. Jadi, ayah nyuruh saya ngecek ke rumah memastikan kenapa nggak balas WhatsApp," kata Diva saat diwawancarai di RS Bhayangkara TK II Medan, Sabtu (15/11).
Setibanya di rumah, Diva mendapati adiknya sudah terbujur kaku di lantai kamar dengan posisi telentang. Dia mengatakan ada sejumlah barang adiknya yang hilang, seperti sepeda motor, handphone dan juga dompet berisi ATM.(RED/detiksumut)
Tags
beritaTerkait
komentar